Minggu, Februari 1
Fatimah Zahra dan Hari-Hari Fatimiyah
Serba-serbi

Fatimah Zahra dan Hari-Hari Fatimiyah

Fatimah, putri Nabi Muhammad yang dijuluki Zahra, adalah istri Ali bin Abi Thalib serta ibu dari Hasan dan Husain. Ia merupakan satu-satunya anak Nabi Muhammad yang masih hidup hingga dewasa. Menurut sumber sejarah, Fatimah Zahra wafat pada usia 18 tahun. Namun, terdapat perbedaan pendapat mengenai tanggal pasti wafatnya. Beberapa sumber menyebutkan bahwa ia wafat enam bulan setelah meninggalnya Nabi Muhammad, sementara sumber lain menyatakan bahwa ia wafat 30 atau 35 hari setelah wafatnya ayahandanya. Ada pula sumber lain yang menyebutkan tanggal berbeda untuk peristiwa syahadatnya. Saat ini, dua tanggal diperingati sebagai hari wafatnya Fatimah Zahra, dan periode antara kedua tanggal tersebut dikenal sebagai Hari-Hari Fatimiyah. Selama enam hari dalam periode ini, umat Islam di seluruh d...
Kapan Riya Justru Menjadi Sebuah Kewajiban?
Serba-serbi

Kapan Riya Justru Menjadi Sebuah Kewajiban?

Selama ini, konsep Riya—yaitu melakukan perbuatan baik demi mendapat pujian atau pengakuan dari orang lain—seringkali dipandang secara mutlak sebagai penyakit hati dan penghalang pahala. Namun, benarkah setiap tindakan saleh yang terlihat oleh publik selalu merupakan riya yang terlarang? Ternyata, ada kalanya keterlihatan suatu amal justru menjadi sebuah kebutuhan, bahkan bernilai pahala yang besar. Kuncinya terletak pada niat yang mendasarinya. Riya yang Dilarang dan Riya yang Diperlukan Secara etimologi, riya berakar dari kata ru'yah yang berarti melihat. Meski demikian, tidak setiap perbuatan yang terlihat (disaksikan) oleh orang lain disebut riya. Menurut para ulama, riya yang diharamkan memiliki ciri-ciri yang bersifat batin, sebagaimana disarikan dari perkataan Imam Shadi...
Mengapa Umat Syiah Membaca Salat dalam Tiga Waktu, Padahal Al-Quran Memerintahkan Lima Waktu?
Fikih Ahlul Bait

Mengapa Umat Syiah Membaca Salat dalam Tiga Waktu, Padahal Al-Quran Memerintahkan Lima Waktu?

Dalam ajaran Islam, salat merupakan ibadah pokok yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim. Namun, terdapat perbedaan pandangan antara mazhab Syiah dan Sunni mengenai waktu pelaksanaan salat harian. Pertanyaan yang sering muncul adalah: Mengapa umat Syiah membaca salat dalam tiga waktu, sementara Al-Quran tampaknya memerintahkan salat dalam lima waktu? Apa alasan tidak melaksanakannya secara terpisah dalam lima waktu? Jawaban atas pertanyaan ini didasarkan pada ayat-ayat Al-Quran dan hadis-hadis yang otentik, yang menunjukkan bahwa pelaksanaan salat dalam tiga waktu diperbolehkan, meskipun membacanya dalam lima waktu lebih utama. Pengenalan tentang Waktu Salat dalam Ajaran Syiah Untuk memahami alasan ini, pertama-tama kita perlu mengenal waktu-waktu salat lima waktu sehari-hari. Wak...
Perbedaan Bacaan Azan antara Syiah dan Ahlusunnah
Fikih Ahlul Bait

Perbedaan Bacaan Azan antara Syiah dan Ahlusunnah

Azan merupakan panggilan suci untuk menunaikan salat, yang memiliki kedudukan penting dalam syiar Islam. Meskipun secara umum bacaan azan memiliki struktur yang serupa, terdapat sejumlah perbedaan antara mazhab Syiah dan Ahlusunnah dalam beberapa bagian lafalnya. Perbedaan ini bersumber dari riwayat dan praktik yang berkembang sejak masa sahabat dan tabi’in, serta pandangan para ulama dalam memahami sunnah Rasulullah ﷺ. Tambahan dan Perbedaan Utama dalam Azan 1. Syahadat Ketiga (Asyhadu anna ‘Aliyyan Waliyyullah) Menurut Syaikh Thusi, seorang faqih dan ahli hadis besar Syiah pada abad ke-3 H, sebagian riwayat menunjukkan bahwa kaum Syiah membaca kalimat “Asyhadu anna ‘Aliyyan Waliyyullah” dalam azan bukan sebagai bagian wajib, melainkan dalam rangka istihbab (anjuran). Artinya...
Hukum Membaca Qunut bagi Makmum yang Mengikuti Imam di Rakaat Kedua
Fikih Ahlul Bait

Hukum Membaca Qunut bagi Makmum yang Mengikuti Imam di Rakaat Kedua

Pendahuluan Dalam shalat berjamaah, sering terjadi seseorang datang terlambat dan baru sempat bergabung ketika imam sudah berada pada rakaat kedua. Dalam kondisi ini, rakaat tersebut menjadi rakaat pertama bagi makmum, sementara bagi imam merupakan rakaat kedua yang biasanya disertai doa qunut.Pertanyaan yang sering muncul adalah: “Apakah makmum yang baru bergabung pada rakaat kedua juga harus membaca qunut bersama imam, padahal itu rakaat pertamanya?” Pandangan Ulama dan Fatwa Resmi Masalah ini telah dijelaskan secara jelas dalam literatur fikih Ahlulbait (‘alayhimussalam), termasuk dalam Tawḍīḥ al-Masā’il karya Imam Khomeini, dan ditegaskan pula sesuai dengan pandangan Ayatullah Khamenei. Berikut penjelasan dari sumber tersebut: “Dalam hal ini, seseorang harus me...
Perjalanan Terakhir Fatimah al-Ma’shumah: Wafat dan Dimakamkan di Kota Qom
Hadis dan Riwayat Ma'shumin

Perjalanan Terakhir Fatimah al-Ma’shumah: Wafat dan Dimakamkan di Kota Qom

Fatimah al-Ma'shumah, putri dari Imam Musa al-Kadzim dan saudara perempuan Imam Ali ar-Ridha, merupakan salah satu figur yang sangat dihormati dalam tradisi Syiah. Perjalanan hidupnya yang berakhir di Kota Qom meninggalkan sejarah dan kisah yang mendalam tentang kecintaannya kepada keluarganya (Ahlul Bait). Berikut adalah ringkasan informatif mengenai detik-detik wafat dan pemakamannya berdasarkan referensi yang diberikan. Masa-Masa Terakhir di Qom Setelah melakukan perjalanan untuk mengunjungi kakaknya, Imam ar-Ridha, yang berada di Khorasan, Fatimah al-Ma'shumah jatuh sakit dalam perjalanan dan memutuskan untuk berhenti di Kota Qom. Beliau dirawat di rumah Musa bin Khazraj, seorang sahabat dari kaum Asy'ari. Selama 16 atau 17 hari berada di Qom, kondisi beliau dili...
8 Rabi’ut Tsani Hari Lahir Imam Askari as
Kisah dan Sejarah Ahlul Bait

8 Rabi’ut Tsani Hari Lahir Imam Askari as

Imam Hasan Askari a.s. adalah Imam kesebelas dalam silsilah kepemimpinan Syiah. Beliau dilahirkan pada hari Jumat, 8 Rabi‘ul Tsani tahun 232 H di kota suci Madinah. Terdapat beberapa perbedaan riwayat mengenai tanggal kelahiran beliau; sebagian menyebut tanggal 4 atau 10 Rabi‘ul Tsani, bahkan ada yang menukil tahun 231 H. Namun, pendapat yang paling masyhur di kalangan ulama dan sejarawan Syiah adalah tanggal 8 Rabi‘ul Tsani 232 H. Ayah beliau adalah Imam Ali al-Hadi a.s., Imam kesepuluh, dan ibundanya bernama Hadits. Dalam literatur, ibu beliau juga dikenal dengan nama Sūsān, Salīl, atau Jaddah. Imam Ali al-Hadi a.s. pernah memuji kesucian ibunda Imam Hasan Askari a.s. dengan sabda: “Salīl dijaga dari segala penyakit, kerusakan, dan segala bentuk najis serta kotoran.” Ucapan ini menunj...
Mengapa Imam Ali (as) Memakai Pakaian Usang pada Zamannya, Sedangkan Imam Shadiq (as) Memakai Pakaian Baru?
Tak Berkategori

Mengapa Imam Ali (as) Memakai Pakaian Usang pada Zamannya, Sedangkan Imam Shadiq (as) Memakai Pakaian Baru?

Pertanyaan:Imam Ali (as) pada zamannya memakai pakaian usang, tetapi Imam Shadiq (as) memakai pakaian baru! Pernyataan Imam Shadiq (as) yang mengatakan, "Zaman kami berbeda dengan zaman Imam Ali (as)" tidaklah cukup meyakinkan! Tolong jelaskan dengan dalil dan referensi yang kuat! Jawaban:Almarhum Syahid Murtadha Muthahhari (ra) telah menjawab kebingungan dan syubhat (keraguan) semacam ini dengan relatif komprehensif dan teliti. Beliau berkata: "Salah satu karakteristik agama Islam yang mulia adalah bahwa ia selalu memberikan cap yang tetap (tsabit) pada kebutuhan-kebutuhan tetap manusia, namun menjadikan kebutuhan-kebutuhan yang berubah (mutaghayyir) manusia tunduk pada kebutuhan-kebutuhan yang tetap itu (tanpa mengabaikan sifatnya yang berubah dan tanpa mengacuhkannya)... Terkadang...
Mengkaji Klaim Pertemuan dengan Imam Zaman (ajf)
Serba-serbi

Mengkaji Klaim Pertemuan dengan Imam Zaman (ajf)

Mengkaji Klaim Pertemuan dengan Imam Zaman (ajf)Sudah jelas bahwa menerima kemungkinan pertemuan dengan Imam Zaman (ajf) tidak berarti bahwa setiap orang yang mengaku telah bertemu dengannya dapat dibenarkan. Tidak diragukan lagi, pembenaran mutlak, seperti pengingkaran mutlak, adalah tidak benar. Banyak sekali pendusta dan penipu yang mengaku-aku, dan bersikap naif dalam hal ini sangat berbahaya! Banyak contoh kasus seperti ini yang terlihat dan terdengar di zaman sekarang, yang di sini tidak ada kesempatan untuk menyebutkannya. PertanyaanBerdasarkan Tawqi' (surat) mulia Imam Mahdi (ajf), beliau bersabda: "Barangsiapa yang berkata bahwa dia telah melihatku, maka dia telah berdusta", sementara di sisi lain kita melihat banyak tokoh besar yang meyakini bahwa mereka telah melihat Imam Zam...
Mengenal Empat Wakil Imam Mahdi (a.s.) dalam Masa Ghaibah Sughra
Kisah dan Sejarah Ahlul Bait

Mengenal Empat Wakil Imam Mahdi (a.s.) dalam Masa Ghaibah Sughra

Masa Ghaibah Sughra (ghaib kecil) berlangsung selama 69 tahun, di mana Imam Mahdi (a.s.) tidak tampak secara langsung di hadapan umat, namun tetap membimbing mereka melalui empat wakil khusus yang dikenal sebagai Nawwab Arba’ah. Para wakil ini menjadi perantara spiritual dan administratif antara Imam dan para pengikut Syiah. Abu Amr Utsman bin Said al-Amri Latar Belakang Utsman bin Said adalah sahabat terpercaya dari Imam Ali al-Hadi (a.s.) dan Imam Hasan al-Askari (a.s.). Ia dikenal sebagai pribadi yang amanah dan telah diperkenalkan secara langsung kepada para pengikut Syiah sebagai wakil resmi. Penunjukan Resmi Dalam sebuah peristiwa di Samarra, Imam al-Askari memanggil Utsman dan berkata: "Wahai Utsman, engkau adalah wakil dan orang kepercayaanku. Ambillah harta yang...
Dukung Kami Dukung Kami