Minggu, November 1

Tak Berkategori

Hari-Hari Fatimiyah: Tradisi Peringatan Wafatnya Sayyidah Fatimah az-Zahra (sa)
Tak Berkategori

Hari-Hari Fatimiyah: Tradisi Peringatan Wafatnya Sayyidah Fatimah az-Zahra (sa)

Pengertian Hari-Hari Fatimiyah Hari-hari Fatimiyah (bahasa Arab: ایام فاطمیه) adalah hari-hari ketika kaum Syiah menjalankan tradisi berkabung dan berduka atas wafatnya (syahadah) Sayyidah Fatimah az-Zahra (sa), putri Nabi Muhammad (saw). Karena terdapat dua tanggal yang paling dikenal sebagai waktu syahadah beliau—yaitu 13 Jumadil Ula dan 3 Jumadil Akhir—maka hari-hari peringatan ini dibagi menjadi dua periode: Fatimiyah Pertama: tanggal 11, 12, dan 13 Jumadil Ula Fatimiyah Kedua: tanggal 3, 4, dan 5 Jumadil Akhir Sebagian sumber lain menyebutkan rentang yang lebih luas: Fatimiyah Pertama dari tanggal 10 hingga 20 Jumadil Ula, dan Fatimiyah Kedua dari tanggal 1 hingga 10 Jumadil Akhir. Latar Belakang dan Ketidakpastian Tanggal Syahadah Tanggal pasti wafatnya Sayyidah F...
Mengapa Imam Ali (as) Memakai Pakaian Usang pada Zamannya, Sedangkan Imam Shadiq (as) Memakai Pakaian Baru?
Tak Berkategori

Mengapa Imam Ali (as) Memakai Pakaian Usang pada Zamannya, Sedangkan Imam Shadiq (as) Memakai Pakaian Baru?

Pertanyaan:Imam Ali (as) pada zamannya memakai pakaian usang, tetapi Imam Shadiq (as) memakai pakaian baru! Pernyataan Imam Shadiq (as) yang mengatakan, "Zaman kami berbeda dengan zaman Imam Ali (as)" tidaklah cukup meyakinkan! Tolong jelaskan dengan dalil dan referensi yang kuat! Jawaban:Almarhum Syahid Murtadha Muthahhari (ra) telah menjawab kebingungan dan syubhat (keraguan) semacam ini dengan relatif komprehensif dan teliti. Beliau berkata: "Salah satu karakteristik agama Islam yang mulia adalah bahwa ia selalu memberikan cap yang tetap (tsabit) pada kebutuhan-kebutuhan tetap manusia, namun menjadikan kebutuhan-kebutuhan yang berubah (mutaghayyir) manusia tunduk pada kebutuhan-kebutuhan yang tetap itu (tanpa mengabaikan sifatnya yang berubah dan tanpa mengacuhkannya)... Terkadang...
Kisah dibebaskannya tawanan Persia oleh Imam Ali dan pernikahan Imam Husain dengan Shahrbanu
Kisah dan Sejarah Ahlul Bait, Tak Berkategori

Kisah dibebaskannya tawanan Persia oleh Imam Ali dan pernikahan Imam Husain dengan Shahrbanu

Setelah para tawanan dari Persia (Iran) dibawa ke Madinah, Umar berencana menjual para perempuan sebagai budak dan memperbudak para laki-laki. Namun, Imam Ali (a.s) menentang keputusan itu dengan mengingatkan sabda Rasulullah (s.a.w): "Hormatilah tokoh-tokoh terkemuka setiap kaum, meskipun mereka berbeda keyakinan dengan kalian." Imam Ali menyatakan bahwa para tawanan ini telah tunduk, mencintai Islam, dan dari keturunan mereka akan lahir anak-anaknya. Maka beliau membebaskan bagian tawanan yang menjadi haknya karena Allah, dan seluruh Bani Hasyim mengikuti jejak beliau. Kaum Muhajirin dan Anshar pun memberikan bagian mereka kepada Imam Ali, yang kemudian juga membebaskannya karena Allah. Umar bertanya mengapa Imam Ali menentang keputusannya, dan beliau kembali mengingatkan sabda Nabi. ...
Dukung Kami Dukung Kami