Rabu, Februari 4
Jamkaran: Tempat Bertemunya Para Penanti
Serba-serbi

Jamkaran: Tempat Bertemunya Para Penanti

Pusat terpenting bagi para Syiah yang rindu dan pencinta yang berjiwa lara akan Sang Penghulu, Sang Penyelamat, Baginda Imam Mahdi afs (semoga jiwa kami menjadi tebusannya), adalah Masjid Suci Jamkaran, yang terletak di dekat kota suci Qom. Berdasarkan statistik, setiap tahunnya lebih dari dua puluh juta pencinta yang rindu, dari seluruh penjuru tanah air Islam dan dunia, mendatangi pusat spiritual ini. Mereka menunaikan shalat Tahiyatul Masjid dan shalat khusus untuk Baginda Pemilik Zaman afs (semoga Allah mempercepat kedatangannya) di tempat suci ini, menyampaikan rahasia hati kepada Imam yang gaib dari pandangan mata namun hadir di mana-mana serta mengawasi perbuatan, membri pertolongan, yang mendengar seruan "Wahai Putra Hasan!", berbicara tentang masalah-masalah material dan spiritual...
Muqtada al-Sadr: Profil dan Peran dalam Politik Irak
Serba-serbi

Muqtada al-Sadr: Profil dan Peran dalam Politik Irak

Sayyid Muqtada al-Sadr (lahir 4 Agustus 1974) adalah seorang ulama Syiah dan salah satu pemimpin politik Irak pada era pasca-Saddam Hussein. Ia memimpin Gerakan Sadr, sebuah organisasi politik-keagamaan di Irak, dan sejak 2003, ia secara konsisten memainkan peran penting dalam pemilu dan perkembangan politik di Irak. Ia adalah putra dari Sayyid Muhammad al-Sadr, seorang tokoh panutan (Marja') bagi umat Syiah Irak pada tahun 1990-an. Latar Belakang dan Pengaruh Muqtada al-Sadr dikenal sebagai pengkritik pendudukan Irak oleh Amerika Serikat. Pasukan Mahdi, sayap militer Gerakan Sadr, terlibat dalam perang dan perlawanan bersenjata melawan pasukan Amerika dan, dalam beberapa kasus, melawan pemerintah Irak antara tahun 2004 dan 2007. Basis dukungan sosial Sadr di Irak sebagian besar b...
Imam Musa Shadr: Ulama, Pemimpin Sosial, dan Pejuang Kaum Tertindas
Serba-serbi

Imam Musa Shadr: Ulama, Pemimpin Sosial, dan Pejuang Kaum Tertindas

Imam Musa Shadr merupakan salah satu tokoh Islam paling berpengaruh pada abad ke-20, khususnya di Lebanon dan dunia Syiah. Ia dikenal sebagai ulama cendekia, pemimpin sosial-politik, pembela kaum tertindas, serta simbol dialog antaragama dan perdamaian. Kehidupan dan perjuangannya meninggalkan jejak mendalam dalam sejarah Islam modern, meskipun akhir hidupnya masih diselimuti misteri hingga kini. Latar Belakang dan Kelahiran Sayyid Musa Shadr lahir pada 14 Esfand 1307 Hs (sekitar 1928 M) di kota Qom, Iran. Ia berasal dari keluarga besar Shadr, sebuah keluarga ulama ternama yang selama dua abad terakhir berperan penting dalam perkembangan keilmuan Islam di Irak dan Lebanon. Ayahnya, Ayatullah Sayyid Shadruddin Shadr, adalah ulama besar dan pejuang yang pernah aktif dalam gerakan pemba...
Bukti Historis Kelahiran Imam Ali (a.s.) di Ka’bah dan Kajian tentang Penyebutan Nama Beliau dalam Al-Qur’an
Kisah dan Sejarah Ahlul Bait

Bukti Historis Kelahiran Imam Ali (a.s.) di Ka’bah dan Kajian tentang Penyebutan Nama Beliau dalam Al-Qur’an

Tanggal 13 Rajab bertepatan dengan hari kelahiran salah satu tokoh terbesar dalam sejarah Islam dan kemanusiaan, Amirul Mukminin Imam Ali bin Abi Thalib (a.s.). Beliau adalah satu-satunya manusia yang dilahirkan di dalam Ka’bah, rumah suci Allah. Keistimewaan ini tidak hanya menjadi kebanggaan umat Syiah, tetapi juga diakui secara luas oleh para sejarawan, ulama, dan ahli hadis dari kalangan Ahlusunah. Peristiwa kelahiran Imam Ali (a.s.) memiliki karakteristik unik, baik dari segi waktu, tempat, maupun kondisi kelahirannya, sehingga menarik perhatian para ulama lintas mazhab sepanjang sejarah Islam. Oleh sebab itu, berbagai kitab klasik Syiah dan Sunni mencatat peristiwa ini sebagai sebuah keutamaan (fadhilah) eksklusif yang dianugerahkan Allah kepada Imam Ali (a.s.). Kesaksian Histo...
Syahid Awal: Ulama Besar Syiah dan Penulis al-Lum‘ah ad-Dimasyqiyyah
Serba-serbi

Syahid Awal: Ulama Besar Syiah dan Penulis al-Lum‘ah ad-Dimasyqiyyah

Syahid Awal adalah gelar kehormatan bagi Abu ‘Abdillah Syamsuddin Muhammad bin Jamaluddin Makki ‘Amili (734–786 H), salah satu fuqaha terbesar Syiah pada abad ke-8 Hijriah. Ia dikenal sebagai ulama yang memiliki keluasan ilmu fikih, penguasaan lintas mazhab, serta keberanian intelektual yang akhirnya mengantarkannya pada kesyahidan. Ia adalah guru bagi banyak ulama besar setelahnya, dan karya-karyanya—terutama al-Lum‘ah ad-Dimasyqiyyah—hingga kini tetap menjadi rujukan utama dalam pendidikan fikih Syiah. Kedudukan Ilmiah dan Kepribadian Syahid Awal merupakan tokoh sentral dalam tradisi fikih Syiah. Kitab al-Lum‘ah ad-Dimasyqiyyah karya beliau adalah salah satu buku pelajaran fikih paling populer di hauzah ilmiah Syiah, yang selama berabad-abad diajarkan bersama syarah terkenal...
Syahid Tsani: Ulama Besar Syiah yang Menguasai Lima Mazhab Islam
Serba-serbi

Syahid Tsani: Ulama Besar Syiah yang Menguasai Lima Mazhab Islam

Syahid Tsani (زین‌الدین بن نورالدین علی بن احمد عاملی جبعی) atau yang dikenal dengan Zainuddin bin Nuruddin Ali bin Ahmad Amili Juba'i adalah salah satu ulama besar Syiah abad ke-10 Hijriah yang memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah keilmuan Islam. Ia lahir pada tahun 911 H dan wafat sebagai syahid pada 955 atau 965 H. Di kalangan dunia Islam, ia dikenal sebagai seorang faqih, mujtahid, pendidik, dan ilmuwan lintas mazhab yang keilmuannya diakui baik oleh ulama Syiah maupun Ahlusunah. Keistimewaan Syahid Tsani bukan hanya pada keluasan ilmunya, tetapi juga pada keberaniannya mengajarkan dan memberi fatwa berdasarkan lima mazhab Islam: Ja‘fari, Hanafi, Syafi‘i, Maliki, dan Hanbali—sesuatu yang sangat jarang terjadi pada masanya. Kelahiran dan Latar Keluarga Syahid Tsani lah...
Bukti Kebenaran Wilayatul Faqih
Serba-serbi

Bukti Kebenaran Wilayatul Faqih

Konsep Wilayatul Faqih (otoritas kepemimpinan faqih) dalam masa kegaiban Imam Mahdi didasarkan pada tiga jenis bukti besar: 1. Bukti ‘Aqaidiyyah (Teologis / Dasar Akidah) a. Semua otoritas berasal dari Allah Manusia tidak punya otoritas atas manusia lain kecuali jika Allah memberikannya. Karena seluruh otoritas itu hierarkis dari Allah → Nabi → Imam → wakil Imam pada masa kegaiban. Ini membentuk landasan bahwa: jika Allah memerintahkan ketaatan, maka wajib ditaati. b. Sunnatullah: manusia membutuhkan pemimpin Allah mengutus nabi untuk menuntun manusia keluar dari penyimpangan. Setelah nabi wafat, kebutuhan itu tidak hilang → maka ditunjuklah Imam maksum. Karena Imam Mahdi ghaib, maka umat tetap membutuhkan pemimpin sah yang meneruskan fungsi menja...
Kenalilah Murid-Murid Paling Istimewa Imam Ja‘far Shadiq (as)
Kisah dan Sejarah Ahlul Bait

Kenalilah Murid-Murid Paling Istimewa Imam Ja‘far Shadiq (as)

Imam Ja‘far Shadiq (as) hidup dan mendidik para muridnya pada masa yang penuh tekanan, ketika lima khalifah dari Bani Umayyah dan dua khalifah kejam dari Bani Abbas berkuasa — khususnya Mansur Dawaniqi, yang menganggap dirinya paling berilmu dan terkenal dengan kekejamannya, terutama terhadap para keturunan Hasan (as). Dalam situasi politik yang sangat tegang itu, Imam Shadiq (as) dengan penuh keberanian menegakkan “Asyura ilmiah”-nya sendiri dan mendidik banyak sahabat dan murid besar. Menurut laporan ISNA, Imam Shadiq (as) pada masa akhir kekuasaan Umayyah dan awal kekuasaan Abbasiyah memanfaatkan situasi perebutan kekuasaan antara kedua dinasti tersebut, ketika tekanan politik sedikit mereda. Beliau mengembangkan gerakan ilmiah dan keagamaan secara luas, menjadikan Madinah sebagai pu...
14 kisah menarik dan inspiratif dari Fathimah Azzahra as
Kisah dan Sejarah Ahlul Bait

14 kisah menarik dan inspiratif dari Fathimah Azzahra as

1. Pembelaan Ilmiah terhadap Kaum Mukmin Diceritakan bahwa dua orang perempuan berselisih dalam suatu masalah agama. Mereka lalu datang kepada Fāṭimah az-Zahrāʾ (as) untuk meminta keputusan.Salah satu dari mereka adalah perempuan mukminah, sementara yang lain adalah perempuan kafir dan penentang Islam. Sayyidah Fāṭimah (as) menuturkan: “Aku menjelaskan dalil-dalil yang menguatkan kebenaran pihak perempuan mukmin itu dan membuktikan bahwa ucapannya benar. Dengan itu, ia menang atas perempuan yang memusuhi Islam, dan ia pun merasa sangat gembira.” Namun Fāṭimah (as) berkata kepadanya: “Ketahuilah, kegembiraan para malaikat atas kemenanganmu lebih besar daripada kebahagiaanmu sendiri. Dan kesedihan Iblis serta para pengikutnya atas kekalahan perempuan kafir itu jauh lebih da...
Dukung Kami Dukung Kami