Tata cara shalat hajat yang diajarkan Ahlul Bait as

Amalan shalat hajat ini diajarkan oleh Imam Shadiq as dan tata caranya sebagai berikut:

1. Lakukanlah mandi sunah.

2. Shalat dua rakaat sama seperti halnya shalat subuh.

3. Usai salam, bacalah doa ini:

اَللهم انتَ السَّلامُ و منک السَّلامُ و الیک یرجع السَّلامُ . اللهم صل علی محمد و آل محمد و بَلِّغ روحَ مُحمدٍ مِنّي السَّلامُ و أَرواحَ الائِمةِ الصادقینَ سَلامی وَاردُد عَلیَّ مِنهُمُ السَّلام وَ السَّلامُ علیهِم و رَحمَتُ الله و برکاته . اللهم إِنَّ هاتَینِ الرَّکعَتَینِ هِدیَةٌ مِنّی إلی رَسُولِ الله صلی الله علیه و آله . فأثبِني عَلَیهِما مَا أَمَّلتُکَ وَ رَجَوتُ فیکَ وَ فِی رَسُولـِکَ یا وَلِی المُومِنینَ .

4. Setelah itu, jusud dan ucapkan dzikir di bawah ini sebanyak 40 kali:

یَا حَیُّ یَا قَیُّومُ یَا حَیُّ لَا یَمُوتُ یَا حَیُّ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ یَا ذَا الْجَلَالِ وَ الْإِکْرَامِ یَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِین

5. Kemudian miringkan kepala Anda sehingga pelipis bagian kanan Anda menyentuh tempat sujud dan ucapkan dzikir tersebut 40 kali juga.

6. Lakukan hal yang sama untuk bagian kiri.

7. Lalu bangkitlah dari sujud, angkat kedua tangan Anda dan baca dzikir tersebut sebanyak 40 kali.

8. Sentuh leher Anda dengan dua tangan dan ucapkan dzikir tersebut sebanyak 40 kali.

9. Genggam janggut/dagu Anda dengan tangan kiri dan berusahalah menangis.

10. Lalu baca doa ini:

یا محمد یا رسول الله اشکوا الی الله و الیک حاجتی و الی اهل بیتک الراشدین حاجتی و بکم اتوجه الی الله فی حاجتی .

11. Bersujudlah dan sebut ya Allah sebanyak mungkin sehingga nafas Anda habis.

12. Ucapkan shalawat dan sebutkan hajat Anda.

Tata cara istikharah dengan tasbih yang diajarkan oleh Ahlul Bait

Diriwayatkan dari Imam Shadiq as mengenai cara beristikharah dengan tasbih:

Membaca surah Al-Fathihah satu kali, membaca surah Al-Tauhid (qul huwallahu ahad) 3 kali, mengucap shalawat sebanyak 15 kali kemudian membaca doa di bawah ini:

اَللّهُمَّ إِنّي أسْئَلُكَ بِحَقِّ الْحُسَينِ

alloohumma innii as’aluka bihaqqil husaiin

Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu demi Al-Husain

وَجَدِّهِ وَأَبيه

wa jaddihi wa abiihi

dan kakeknya serta ayahnya

وَ أُمِّهِ وَ أَخيهِ

wa ummihi wa akhiihi

juga ibu dan saudaranya

وَ الاَئِمَّةِ مِنْ ذُرِّيَّتِهِ

wal aimmati min dzurriyyatih

beserta para Imam dari keturunannya

أَنْ تُصَلِّيَ عَلی مُحَمَّد وَ آلِ مُحَمَّد

wa an tusholliya ‘alaa muhammadiw aali muhammad

agar Kau haturkan shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad

وَ أنْ تَجْعَلَ لِيَ الْخِيَرَةَ في هذِهِ السَّبْحَةِ

wa an taj’ala lial khiyarota fii haadzihis sibhah

dan kau jadikan kebaikan untukku pada tasbih ini

وَ أَنْ تُرِيَني ما هُوَ الاَصْلَحُ لي في الدِّينِ وَالدُّنْيا

wa an turiyanii maa huwal ashlahu lii fid diini wad dunyaa

lalu Kau tunjukkan apa yang lebih baik untukku dalam agama dan duniaku

اَللّهُمَّ إنْ كانَ الاْصْلَحُ في ديني وَدُنْيايَ

alloohumma in kaanal ashlahu fii diinii wa dunyaaya

Ya Allah jika itu baik untuk agama dan duniaku

وَ عاجِلِ اَمْري وَ آجِلِهِ فِعْلَ ما اَنَا عازِمٌ عَلَيْهِ فَأْمُرْني

wa ‘aajili amrii wa aajilihi fi’la maa anaa ‘aazimun ‘alaihi fa’murnii

baik kesegeraan dan kelambatan perkara yang ingin kulakukan itu maka perintahkan aku

وَإلاّ فَانْهَني

wa illaa fanhanii

namun jika tidak maka cegahlah aku

إنَّكَ عَلی كُلِّ شَيْء قَديرٌ

innaka ‘alaa kulli syai’in qodiir

sesungguhnya Engkau maha mampu atas segala sesuatu

Lalu mengambil tasbih secara acak jumlah butirannya, kemudian dihitung butir per butir dengan cara membaca subhanallah untuk butir pertama, kemudian alhamdulillah untuk butir kedua dan laa ilaha illallah untuk butir ketiga, kemudian butir keempat kembali membaca subhanallah dan seterusnya dilakukan hingga akhirnya tinggal tersisa satu butir tasbih. Jika butir terakhir tasbih itu bacaannya adalah subhanallah, maka artinya bebas bisa dilakukan atau tidak, jika bacaannya alhamdulillah artinya lakukanlah dan jika la ilaha illallah maka artinya jangan dilakukan.

Doa Keamanan yang diajarkan oleh Rasulullah saw

Berikut ini adalah doa yang diajarkan Rasulullah saw untuk mendapatkan perlindungan dari Allah swt dari gangguan jin dan manusia:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَ هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

laa ilaaha illalloohu ‘alaihi tawakkaltu wa huwa robbul ‘arsyil ‘adhiim

Tiada Tuhan selain Allah. Kepada-Nya aku berserah. Dialah Tuhan arsy yang agung

مَا شَاءَ اللَّهُ كَانَ وَ مَا لَمْ يَشَأْ لَمْ يَكُنْ

maa syaa’alloohu kaana wa maa lam yasa’ lam yakun

Segala sesuatu hanya karena kehendak-Nya, apa yang tak Ia kehendaki tidak akan ada.

أَشْهَدُ أَنَّ الله عَلی‏ كُلِ‏ شَيْ‏ءٍ قَدِيرٌ

asyhadu annallooha ‘alaa kulli syai’in qodiir

Aku bersaksi bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu

وَ أَنَّ الله قَدْ أَحاطَ بِكُلِّ شَيْ‏ءٍ عِلْماً

wa annallooha qod ahaatho bikulli syai’in ‘ilma

dan bahwa Allah mengetahui segala hal

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي

alloohumma innii a’uudzu bika min syarri nafsii

Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku

وَ مِنْ شَرِّ كُلِّ دَابَّةٍ أَنْتَ آخِذٌ بِناصِيَتِها

wa min syarri kulli daabbatin anta aakhidzun binaashiyatihaa

dan kejahatan semua makhluk hidup yang Engkau menggenggam ubun-ubunnya (memiliki kendali atasnya)

إِنَّ رَبِّي عَلی‏ صِراطٍ مُسْتَقِيمٍ‏

inna robbii ‘alaa shirootim mustaqiim

Sesungguhnya Tuhanku berada di atas jembatan yang lurus

Doa Mendapatkan Jodoh yang diajarkan oleh Imam Ja’far Shadiq as

Diriwayatkan dalam Al-Kafi 3/481 dari Imam Shadiq as: Ketika engkau berkehendak untuk menikah, maka bacalah doa ini:

اللَّهُمَّ إِنِّي أُرِیدُ أَنْ أَتَزَوَّجَ

alloohumma innii uriidu an atazawwaj

Ya Allah, aku berkeinginan untuk menikah

فَقَدِّرْ لِي مِنَ النِّسَاءِ أَعَفَّهُنَّ فَرْجاً

faqoddir lii minan nisaa’i a’affahunna farja

Maka pilihkanlah untukku wanita yang paling terhormat

وَ أَحْفَظَهُنَّ لِي فِي نَفْسِهَا وَ فِي مَالِي

wa ahfadhohunna lii fii nafsihaa wa fii maalii

serta paling baik dalam menjaga dirinya dan menjaga hartaku

وَ أَوْسَعَهُنَّ رِزْقاً وَ أَعْظَمَهُنَّ بَرَکَةً

wa awsa’ahunna rizqo wa a’dhomahunna baroka

paling lapang rizkinya dan paling besar berkahnya

وَ قَدِّرْ لِي وَلَداً طَیِّباً

wa qoddir lii waladan thoyyiba

Karuniakan pula anak yang baik bagiku

تَجْعَلُهُ خَلَفاً صَالِحاً فِي حَیَاتِي وَ بَعْدَ مَمَاتِي

taj’aluhu kholafan shooliha fii hayaatii wa ba’da mamaatii

sehingga Engkau menjadikannya penerus yang saleh baik semasa hayatku atau sepeninggalku

Doa Bebas dari Penjara yang diajarkan Fathimah Azzahra as

Seseorang yang dipenjara melihat Fathimah Azzahra as di dalam mimpinya mengajarkan doa ini lalu saat ia mengamalkannya ia dibebaskan:

اللّـهُمَّ بِحَقِّ الْعَرْشِ وَمنْ عَلاهُ

alloohumma bihaqqil ‘arsyi wa man ‘alaah

ya Allah demi Arsy’ dan yang duduk di atasnya

وَبِحَقِّ الْوَحْي وَمَنْ اَوْحاهُ

wa bihaqqil wahyi wa man auwhaah

demi wahyu dan yang mewahyukannya

وَبِحَقِّ النَّبِيِّ وَمَنْ نَبَّاَهُ

wa bihaqqin nabiyyi wa man nabba’ah

demi nabi dan yang mengutusnya

وَبِحَقِّ الْبَيْتِ وَمَنْ بَناهُ

wa bihaqqil baiti wa mam banaah

demi rumah Ka’bah dan yang membangunnya

يا سامِعَ كُلِّ صَوْت

yaa saami’a kulli shout

wahai pendengar semua suara

يا جامِعَ كُلِّ فَوْت

yaa jaami’a kulli faut

wahai pengumpul segala yang hilang

يا بارِئَ النُّفُوسِ بَعْدَ الْمَوْتِ

yaa baari’an nufuusi ba’dal maut

wahai penghidup yang telah mati

صَلِّ عَلى مُحَمَّد واَهْلِ بَيْتِهِ

sholli ‘alaa muhammadiw wa ahli baitih

sampaikanlah shalawat kepada Muhammad dan Ahlul Baitnya

وآتِنا وَجَميعَ الْمُؤْمِنينَ وَالْمُؤْمِناتِ

wa aatinaa wa jamii’al mu’miniina wal mu’minaat

karuniakanlah kami dan seluruh mukminin dan mukminat

فِي مَشارِقِ الاَْرْضِ وَمَغارِبِها

fii masyaariqil ardhi wa maghooribihaa

baik di timur maupun di barat bumi

فَرَجاً مِنْ عِنْدِكَ عاجِلاً

farojam min ‘indika ‘aajila

(karuniakanlah) keluasan dan penyelesaian masalah secepatnya

بِشَهادَةِ اَنْ لا اِلـهَ اِلاَّ اللهُ

bisyahaadti al laa ilaaha illallooh

demi syahadat bahwa tiada Tuhan selain Allah

واَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ

wa anna muhammadan ‘abduka wa rosuuluk

dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu

صَلّى اللهُ عَليْهِ وَآلِهِ وَعَلى ذُرِّيَّتِهِ الطَّيِّبينَ الطّاهِرِين

shollalloohu ‘alaihi wa aalihi wa ‘alaa dzurriyyatihit thoyyibiinat thoohiriin

semoga Allah menghaturkan shalawat-Nya kepadanya dan keluarga serta anak keturunannya yang suci

وَسَلَّمَ تَسْليماً كَثيراً

wa sallama tasliiman katsiiro

serta salam sejahtera sebanyak-banyaknya

Doa Muqatil bin Sulaiman beserta terjemahannya

Muqatil bin Sulaiman perawi doa ini yang mana ia meriwayatkannya dari Imam Sajjad as berkata, “Jika ada orang yang berdoa dengan doa ini sebanyak seratus kali namun (hajatnya) tidak dikabulkan, maka laknatlah Muqatil.”

إِلَهِي كَيْفَ أَدْعُوكَ وَ أَنَا أَنَا

ilaahii kaifa ad’uuka wa anaa anaa

Ya Allah bagaimana aku berdoa kepada-Mu sedangkan aku adalah aku

وَ كَيْفَ أَقْطَعُ رَجَائِي مِنْكَ وَ أَنْتَ أَنْتَ

wa kaifa aqtho’u rojaa’ii minka wa anta anta

dan bagaimana aku berputus harap pada-Mu sedangkan Engkau adalah Engkau

إِلَهِي إِذَا لَمْ أَسْأَلْكَ فَتُعْطِيَنِي

ilaahii idzaa lam as’alka fathu’thiyanii

ya Allah jika aku tak meminta kepada-Mu agar Kau memberiku,

فَمَنْ ذَا الَّذِي أَسْأَلُهُ فَيُعْطِينِي

faman dzal ladzii as’aluhu fayu’thiinii

lalu siapa yang harus kumintai agar ia memberiku

إِلَهِي إِذَا لَمْ أَدْعُكَ [أَدْعُوكَ ] فَتَسْتَجِيبَ لِي

ilaahii idzaa lam ad’uka fatastajiiba lii

ya Allah jika aku tidak berdoa kepada-Mu agar Kau mengabulkanku,

فَمَنْ ذَا الَّذِي أَدْعُوهُ فَيَسْتَجِيبُ لِي

fa man dzal ladzii ad’uuhu fayastajiibu lii

maka kepada siapa aku harus berdoa agar mengabulkan hajatku

إِلَهِي إِذَا لَمْ أَتَضَرَّعْ إِلَيْكَ فَتَرْحَمَنِي

ilaahii idzaa lam atadhorro’ ilaika fatarhamanii

ya Allah jika aku tidak berlutut di hadapan-Mu agar Kau kasihi

فَمَنْ ذَا الَّذِي أَتَضَرَّعُ إِلَيْهِ فَيَرْحَمُنِي

faman dzal ladzii atadhorro’u ilaihi fayarhamunii

maka kepada siapa aku harus berlutut agar mengasihiku

إِلَهِي فَكَمَا فَلَقْتَ الْبَحْرَ لِمُوسَى عَلَيْهِ السَّلامُ وَ نَجَّيْتَهُ

ilaahii fakamaa falaqtal bahro limuusaa alaihis salaam wa najjaitah

ya Tuhanku maka sebagaimana Engkau membelah lautan untuk nabi Musa as lalu kau selamatkan dia

أَسْأَلُكَ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ

as’aluka an tusholliya ‘alaa Muhammad wa aali muhammad

aku memohon agar Kau haturkan shalawat dan salam kepada Muhammad dan keluarganya

وَ أَنْ تُنَجِّيَنِي مِمَّا أَنَا فِيهِ

wa an tunajjiyanii mimmaa anaa fiih

dan menyelamatkanku dalam keadaan ini

وَ تُفَرِّجَ عَنِّي فَرَجاً عَاجِلاً غَيْرَ آجِلٍ

wa tufarrija ‘anni farojan ‘aajilan ghoiro aajil

serta bukalah jalan keluar bagiku secepat-cepatnya

بِفَضْلِكَ وَ رَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

bifadhlika wa rohmatika yaa arhamar roohimiin

demi kemurahan dan rahmat-Mu wahai yang paling pengasih

Doa Peruntuh Duka (Doa Faraj)

Doa yang diajarkan Imam Ali as ini, jika dibaca oleh orang yang tertimpa masalah dan dirundung duka maka Allah swt akan meruntuhkan masalah dan dukanya:

يا عِمادَ مَنْ لا عِمادَ لَهُ

yaa ‘imaada mallaa ‘imaada lah

wahai sandaran bagi yang tak memiliki sandaran

ويا ذُخْرَ مَنْ لا ذُخْرَ لَهُ

yaa dzukhro mallaa dzukhro lah

wahai bekal orang yang tak memiliki bekal

وَيا سَنَدَ مَنْ لا سَنَدَ لَهُ

yaa sanada mallaa sanada lah

wahai pelindung orang yang tak memiliki pelindung

ويا حِرْزَ مَنْ لا حِرْزَ لَهُ

yaa hirza mallaa hirza lah

wahai penjaga orang yang tak memiliki penjaga

وَيا غِياثَ مَنْ لا غِياثَ لَهُ

yaa ghiyaatsa mallaa ghiyaatsa lah

wahai penolong orang yang tak memiliki penolong

وَيا كَنْزَ مَنْ لا كَنْزَ لَهُ

yaa kanza mallaa kanza lah

wahai harta orang yang tak memiliki harta

وَيا عِزَّ مَنْ لا عِزَّ لَهُ

wa yaa ‘izza mallaa’izza lah

wahai keumuliaan orang yang tak memiliki kemuliaan

يا كَريمَ الْعَف

yaa kariimal ‘afw

wahai pemurah dengan ampunan-Nya

يا حَسَنَ التَّجاوُزِ

yaa hasanat tajaawuz

wahai yang mudah melupakan kesalahan

يا عَوْنَ الضُّعَفاءِ

yaa ‘aunad dhu’afaa’

wahai penolong orang-orang yang lemah

يا كَنْزَ الْفُقَراءِ

yaa kanzal fuqoroo’

wahai harta orang-orang fakir

يا عَظيمَ الَّرجاءِ

yaa ‘adhiimar rojaa’

wahai harapan yang agung

يا مُنْقِذَ الْغَرْقى

yaa mungqidzal ghorqoo

wahai penyelamat orang yang tenggelam

يا مُنْجِيَ الْهَلْكى

yaa munjiyal halkaa

wahai penyelamat orang yang celaka

يا مُحْسِنُ يا مُجْمِلُ

yaa muhsin yaa mujmil

wahai yang menjadikan segalanya indah dan baik

يا مُنْعِمُ يا مُفْضِلُ

yaa mun’imu yaa mufdhil

wahai pemberi nikmat dan karunia

اَنْتَ الَّذي سَجَدَ لَكَ سَوادُ اللّيْلِ وَنُورُ النَّهارِ وَضوْءُ الْقَمَرِ

antal ladzii sajada laka sawaadul laili wa nuurun nahaari wa dhou’ul qomar

Engkau adalah dzat yang sujud kepada-Nya gelapnya malam, terangnya siang dan cahaya mentari

وَشُعاعُ الشَّمْسِ، وَحَفيفُ الشَّجَرِ، وَدَوِىُّ الْماءِ

wa syu’aa’us syams wa hafiifus syajar wa dawiyyul maa’

terik mentari, angin yang menghembus pepohonan dan gemercik air

يا اَللهُ يا اَللهُ يا اَللهُ لا اِلـهَ إلاّ اَنْتَ وَحْدَكَ لا شَريكَ لَكَ

yaa alloohu yaa alloohu yaa alloohu laa ilaaha illaa anta wahdaka laa syariika lak

ya Allah, ya Allah, ya Allah, tiada Tuhan selain Engkau, hanya Engkau dan tiada sekutu bagi-Mu

يا رَبّاهُ يا اَللهُ، صَلِّ عَلى مُحَمَّد وآلِ مُحَمَّد

yaa robbaahu yaa allooh, sholli ‘alaa muhammadiw wa aali muhammad

ya Allah ya Tuhanku, sampaikanlah shalawat kepada Muhammad da keluarga Muhammad

وَافْعَلْ بِنا ما اَنْتَ اَهْلُهُ

waf’al binaa maa anta ahluh

perlakukanlah kami sebagaimana yang Engkau inginkan

Setelah itu sampaikanlah hajat Anda.

Amalan Bulan Ramadhan yang diajarkan Ahlul Bait as

Amalan-amalan ini ada dua bagian, bagian pertama adalah amalan yang sama-sama diamalkan pada malam pertama (19), kedua (21) dan ketiga (23), lalu bagian kedua adalah amalan khusus untuk tiap-tiap malam Lailatul Qodar.

Amalan-amalan untuk setiap malam Lailatul Qodar

1. Mandi, yang lebih baik bersamaan dengan tenggelamnya matahari dan kalau bisa shalat Isya dilakukan dalam keadaan mandi ini belum batal.

2. Melaksanakan shalat dua rakaat, dan setiap rakaat seusai Al-Fathihah membaca surah Tauhid sebanyak 7 kali lalu seusai shalat mengucap istighfar (astaghfirullaha wa atuubu ilaihi) sebanyak 70 kali.

3. Membuka Al-Qur’an dan meletakkannya di hadapan muka lalu baca doa ini, kemudian setelahnya mintalah hajat Anda kepada Allah swt:

اَللّهُمَّ اِنّي اَسئَلُكَ بِکِتابِكَ المُنزَلِ وَ ما فیهِ اسمُكَ الاَکبَرُ و اَسماؤُكَ الحُسنی وَ ما یُخافُ وَ یُرجی اَن تَجعَلَني مِن عُتَقائِكَ مِنَ النّار

alloohumma innii asaluka bikitaabikal munzal wa maa fiihis mukal akbar wa asmaaukal husnaa wa maa yukhoofu wa yurjaa an taj’alanii min ‘utaqooika minan naar

Ya Allah sesungguhnya aku meminta kepada-Mu demi kitab-Mu dan apapun yang ada di dalamnya termasuk asma-Mu yang paling agung dan Asma’ul Husna-Mu serta apapun yang ditakuti dan diharapkan, agar Kau jadikan aku sebagai orang-orang yang bebas dari neraka.

4. Letakkan Al-Qur’an di atas kepala lalu bacalah munajat di bawah ini, kemudian setelahnya sampaikan hajat Anda:

اَللّهمَّ بِحَقِّ هذاالقُرآنِ وَ بِحَقِّ مَن اَرسَلتَهُ بِه وَ بِحَقِ کُلِّ مومنٍ مَدَحتَه فیهِ وَ بِحَقكَ عَلَیهِم فلا اَحَدَ اَعرَفُ بِحَقِّكَ مِنكَ

alloohumma bihaqqi haadzal quraan wa bihaqqi man arsaltahu bihi wa bihaqqi kulli mu’minim madahtahu fii wa bihaqqika ‘alaihim falaa ahada a’rofu bihqqika minka

Ya Allah, demi kebenaran Quran ini, demi orang-orang yang Kau utus sebagai rasul dan membawakannya, demi semua orang beriman yang Kau puji di dalamnya, demi hak-Mu terhadap mereka, dan tidak ada satupun yang lebih mengenal hak-Mu dan diri-Mu selain Engkau.

Setelah itu ucapkan tiap kalimat di bawah ini sebanyak 10 kali:

بِكَ یا الله

bika ya Allooh

demi Engkau ya Allah

بِمُحَمَّدٍ

bimuhammad

demi Muhammad

بِعلي

bi’aliyy

demi Ali

بِفاطِمَة

bifaathimah

demi Fathimah

بِالحَسَن

bil hasan

demi Al-Hasan

بِالحُسَین

bil husain

demi Al-Husain

بِعلي بنِ الحُسین

bi ‘aliyyibnil husain

demi Ali bin Husain

بِمُحَمَّدِ بنِ عَلِي

bimuhammadibni ‘aliyy

demi Muhammad bin Ali

بِجَعفَر بنِ مُحَمَّدٍ

bija’faribni muhammad

demi Ja’far bin Muhammad

بِموُسی بنِ جَعفر

bimuusabni ja’far

demi Musa bin Ja’far

بِعلیِّ بنِ مُوسی

bi’aliyyibni muusa

demi Ali bin Musa

بِمُحَمَّدِ بنِ عَلِي

bimuhammadibni ‘aliyy

demi Muhammad bin Ali

بِعَلِي بنِ مُحَمَّد

bi’aliyyibni muhammad

demi Ali bin Muhammad

بِالحَسَنِ بنِ عَلي

bil hasanibni ‘aliyy

demi Hasan bin Ali

بِالحُجَّة

bilhujjah

demi Al-Hujjah

5. Membaca ziarah Imam Husain as.

6. Begadang menghabiskan malam ini untuk beribadah. Banyak riwayat dari Rasulullah saw dan para Aimah bahwa orang yang menghabiskan malam-malam ini dalam keadaan beribadah maka dosa-dosanya akan dimaafkan.

7. Banyak sekali pahalanya jika Anda melaksanakan shalat seratus rakaat di malam-malam ini. Kalau bisa seusai tiap Al-Fathihah dibaca surah Tauhid sebanyak 10 kali.

8. Membaca doa di bawah ini, untuk meminta ampunan Allah swt dan rahmat-Nya untuk terselesaikannya segala perkara umat Islam:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَمْسَیْتُ لَكَ عَبْدا دَاخِرا لا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعا وَ لا ضَرّا وَ لا أَصْرِفُ عَنْهَا سُوءا أَشْهَدُ بِذَلِكَ عَلَى نَفْسِي وَ أَعْتَرِفُ لَكَ بِضَعْفِ قُوَّتِي وَ قِلَّةِ حِیلَتِي فَصَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ أَنْجِزْ لِي مَا وَعَدْتَنِی وَ جَمِیعَ الْمُؤْمِنِینَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ مِنَ الْمَغْفِرَةِ فِي هَذِهِ اللَّیْلَةِ وَ أَتْمِمْ عَلَيَّ مَا آتَیْتَنِي فَإِنِّي عَبْدُكَ الْمِسْکِینُ الْمُسْتَکِینُ الضَّعِیفُ الْفَقِیرُ الْمَهِینُ اللَّهُمَّ لا تَجْعَلْنِي نَاسِیا لِذِکْرِكَ فِیمَا أَوْلَیْتَنِي وَ لا [غَافِلا] لِإِحْسَانِكَ فِیمَا أَعْطَیْتَنِي وَ لا آیِسا مِنْ إِجَابَتِكَ وَ إِنْ أَبْطَأَتْ عَنِّي فِي سَرَّاءَ [کُنْتُ‏] أَوْ ضَرَّاءَ أَوْ شِدَّةٍ أَوْ رَخَاءٍ أَوْ عَافِیَةٍ أَوْ بَلاءٍ أَوْ بُؤْسٍ أَوْ نَعْمَاءَ إِنَّكَ سَمِیعُ الدُّعَاءِ

alloohumma innii amsaitu laka ‘abdan daakhiron laa amliku linafsii naf’an wa laa dhorron wa laa ashrifu ‘anhaa suu’an, asyhadu bidzaalika ‘alaa nafsii wa a’tarifu laka bidho’fi quwwatii wa qillati hiilatii, fasholli ‘alaa muhammadin wa aali muhammad, wa anjiz lii maa wa’adtanii wa jamii’al mu’miniina wal mu’minaat, minal maghfiroti fii hadzihil lailati, wa atmim ‘alayya maa aataitanii, fainnii ‘abdukal miskiinul mustakiin, addho’iiful fqiirul mahiin, alloohumma laa taj’alnii naasiyan lidzikrika fiimaa awlaytanii, wa laa ghoofilan li ihsaanika fiimaa a’thoitanii, wa laa aayisan min ijaabatik, wa in abtho’at ‘annii fii sarroo’a auw dhorroo’a auw syiddatin auw rokhoo’in auw ‘aafiyatin auw balaain auw bu’sin auw na’maa’a innaka samii’ud du’aa’

Ya Allah daku di malam ini hanyalah seorang hamba yang rendah, tidak memiliki kendali atas kebaikan dan keburukan pada diriku, dan aku tidak bisa menghindar keburukan jika menimpaku, aku mengakui itu dan mengakui kelemahanku, sedikitnya jalan keluarku, maka haturkan sholawat salam kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, dan wujudkanlah apa yang Kau janjikan untukku dan seluruh orang yang beriman yaitu maghfiroh dan ampunan di malam ini dan sempurnakanlah apa yang Kau berikan kepadaku, karena aku adalah hamba-Mu yang miskin, malang, fakir dan lemah. Ya Allah janganlah Kau biarkan aku lalai akan berdzikir kepada-Mu dan lupa akan kebaikan-kebaikan yang Kau lakukan kepadaku, dan jangan biarkan aku putus asa atas ijabah doaku pada-Mu jika ijabah itu lambat, baik dalam keadaan susah maupun senang dan dalam keadaan apapun, sungguh Engkau pendengar doa.

9. Dimustahabkan juga untuk menunaikan shalat dua rakaat yang dihadiahkan kepada Imam Zaman as dengan harapan ia segera datang.

10. Disarankan shalat dua rakaat yang dihadiahkan kepada arwah orang-orang yang telah meninggal dunia dan membaca 25 kali dzikir ini:

اللَّهُمَّ اغفِرلِي و لِجَمِیعِ المُؤمِنِینَ وَ المُومِنَاتِ وَ المُسلِمِینَ وَ المُسلِمَاتِ

alloohummagh firlii wa lijamii’il mu’miniina wal mu’minaat wal muslimiina wal muslimaat

ya Allah ampunilah aku dan juga seluruh orang yang beriman baik dari kaum lelaki maupun perempuan dan kaum muslimin muslimat

11. Melaksanakan shalat dua rakaat yang dihadiahkan kepada arwah Ahlul Bait serta membaca doa Tawassul.

12. Melaksanakan shalat dua rakaat Fathimah Azzahra as, yang di rakaat pertama seusai Al-Fathihah membaca 100 kali surah Al-Qadr dan di rakaat kedua seusai Al-Fathihah membaca 100 kali surah Tauhid.

13. Dianjurkan pula untuk membaca surah-surah Ad-Dukhan dan Al-Qadr.

Amalan malam ke-19

1. Membaca dzikir istighfar (astaghfirullooha robbii wa atuubu ilaihi) sebanyak 100 kali.

2. Membaca doa ini 100 kali:

اَللّهُمَّ العَن قَتَلَةَ اَمیرَالمومنینَ

alloohummal’an qotalata amiirol mu’miniin

Ya Allah kutuklah orang yang membunuh Amirul Mu’minin

3. Membaca doa-doa di bawah ini:

یا ذَاالَّذي کانَ قَبْلَ کُلِّ شَيءٍ ثُمَّ خَلَقَ کُلَّ شَيءٍ ثُمَّ یَبْقى وَیَفْنى کُلُّ شَىْءٍ یا ذَا الَّذي لَیْسَ کَمِثْلِهِ شَيءٌ وَ یا ذَا الَّذي لَیْسَ فِي السَّماواتِ الْعُلى وَلا فِي الاَرَضینَ السُفْلى وَلا فَوقَهُنَّ وَلا تَحْتَهُنَّ وَلا بَیْنَهُنَّ اِلهٌ یُعْبَدُ غَیْرُهُ لَكَ الْحَمْدُ حَمْداً لا یَقْوى عَلى اِحْصائِهِ اِلاّ اَنْتَ فَصَلِّ عَلى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمِّدٍ صَلاة لا یَقْوى عَلى اِحْصائِها اِلاّ اَنْتَ

Yaa dzal ladzii kaan qobla kulli syai’ tsumma kholaqo kulla syai’ tsumma yabqoo wa yafnaa kullu syai’, yaa dzal ladzii laisa kamitslihi syai’, wa yaa dzal ladzii laisa fis samaawaatil ‘ula wa laa fil ardhiinas suflaa wa laa fauqohunna wa laa tahtahunna wa laa bainahunna ilaahun yu’badu ghoiruhu, lakal hamdu hamdan laa yaqwaa ‘alaa ihshoo’ihi illa anta, fasholli ‘alaa muhammadin wa aali muhammad, sholaatan laa yaqwa ‘ala ihshooihaa illa anta

Wahai yang sudah ada sebelum segala sesuatu, lalu menciptakan segala sesuatu, lalu tetap ada setelah segalanya fana, wahai yang tidak ada yang menyerupai-Nya, wahai yang di langit di bumi dan di manapun tidak ada yang disembah selain Ia, bagi-Mu lah pujian yang tidak terhitung oleh siapapun kecuali Engkau. Maka curahkanlah shalawat salam kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, shalawat yang tak ada yang bisa menghitungnya selain Engkau.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِیمَا تَقْضِي وَ تُقَدِّرُ مِنَ الْأَمْرِ الْمَحْتُومِ وَ فِیمَا تَفْرُقُ مِنَ الْأَمْرِ الْحَکِیمِ فِي لَیْلَةِ الْقَدْرِ وَ فِي القَضَاءِ الَّذِی لا یُرَدُّ وَ لا یُبَدَّلُ أَنْ تَکْتُبَنِي مِنْ حُجَّاجِ بَیْتِكَ الْحَرَامِ الْمَبْرُورِ حَجُّهُمْ الْمَشْکُورِ سَعْیُهُمْ الْمَغْفُورِ ذُنُوبُهُمْ الْمُکَفَّرِ عَنْهُمْ سَیِّئَاتُهُمْ وَ اجْعَلْ فِیمَا تَقْضِي وَ تُقَدِّرُ أَنْ تُطِیلَ عُمْرِي وَ تُوَسِّعَ عَلَيَّ فِي رِزْقِي وَ تَفْعَلَ بِي…

Alloohummaj’al fiimaa taqdhii wa tuqoddiru minal amril mahtuum, wa fiima tafruqu minal amril hakiim, fii lailatil qodr, wa fil qodhoo’il ladzii laa yuroddu wa laa yubaddal, an taktubanii min hujjaaji baitikal haroom, almabruuri hajjuhum, almasykuuuri sa’yuhum, almaghfuuri dzunuubuhum, almukaffari ‘anhum sayyi’aatuhum, waj’al fiimaa taqdhii wa tuqoddir, an tuthiila ‘umrii, wa tuwassi’a ‘alayya fi rizqii, wa taf’ala bi…

Ya Allah jadikanlah (tulislah), dalam apa yang Engkau takdirkan dan apa yang Kau pisahkan dalam perkara-perkara yang penuh hikmah, di malam Lailatul Qodar ini, dalam Qadha’ yang tak tertolak dan dapat diubah, (jadikanlah) aku termasuk para haji Baitul Haram, yang hajinya Mabrur, dan sa’y nya Masykur, dan dos-dosanya terampuni, serta keburukannya dihapuskan. Begitu juga takdirkanlah panjang umur untukku dan rizki yang luas bagiku. Serta…

Kemudian sebutkan hajat-hajat Anda.

Amalan malam ke-21

1. Membaca doa Jausyan Kabir.

2. Membaca doa di bawah ini:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ اقْسِمْ لِي حِلْما يَسُدُّ عَنِّي بَابَ الْجَهْلِ وَ هُدًى تَمُنُّ بِهِ عَلَيَّ مِنْ كُلِّ ضَلالَةٍ وَ غِنًى تَسُدُّ بِهِ عَنِّي بَابَ كُلِّ فَقْرٍ وَ قُوَّةً تَرُدُّ بِهَا عَنِّي كُلَّ ضَعْفٍ وَ عِزّاً تُكْرِمُنِي بِهِ عَنْ كُلِّ ذُلٍّ وَ رِفْعَةً تَرْفَعُنِي بِهَا عَنْ كُلِّ ضَعَةٍ وَ أَمْناً تَرُدُّ بِهِ عَنِّي كُلَّ خَوْفٍ وَ عَافِيَةً تَسْتُرُنِي بِهَا عَنْ كُلِّ بَلاءٍ وَ عِلْما تَفْتَحُ لِي بِهِ كُلَّ يَقِينٍ وَ يَقِينا تُذْهِبُ بِهِ عَنِّي كُلَّ شَكٍّ وَ دُعَاءً تَبْسُطُ لِي بِهِ الْإِجَابَةَ فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَ فِي هَذِهِ السَّاعَةِ السَّاعَةِ السَّاعَةِ السَّاعَةِ يَا كَرِيمُ وَ خَوْفا تَنْشُرُ [تُيَسِّرُ] لِي بِهِ كُلَّ رَحْمَةٍ وَ عِصْمَةً تَحُولُ بِهَا بَيْنِي وَ بَيْنَ الذُّنُوبِ حَتَّى أُفْلِحَ بِهَا عِنْدَ الْمَعْصُومِينَ عِنْدَكَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

alloohumma sholli ‘alaa muhammad wa aali muhammad waqsim lii hilma yasuddu ‘annii baabal jahli wa hudan tamunnu bihi ‘alayya min kulli dholaalah, wa ghinan tasuddu bihi ‘annii baaba kulli faqr, wa quwwatan taruddu bihaa ‘annii kulla dho’f, wa ‘izzan tukrimunii bihi ‘an kulli dzull, wa rif’atan tarfa’unii bihaa ‘an kulli dho’ah, wa amnan taruddu bihi ‘annii kulla khouf, wa ‘aafiyatan tasturunii bihaa ‘an kulli balaa’, wa ‘ilman taftahu lii kulla yaqiin, wa yaqiinan tudzhibu bihi ‘annii kulla syakk, wa du’aa’an tabsuthu lii bihi kulla rohmah, wa ‘ishmatan tahuulu bihaa bainii wa bainad dzunuub, hattaa ufliha bihaa ‘indal ma’shuumiina ‘indak, birohmatika yaa arhamar roohimiin.

Ya Allah curahkanlah shalawat dan salam kepada Muhammad dan keluarganya. Karuniai aku kesabaran sehingga dengannya dapat kututup pintu kebodohan, juga petunjuk sehingga aku dapat terselamatkan dari ketersesatan, kekayaan sehingga Kau tutup segala pintu kefakiran terhadapku, kekuatan sehingga dengannya Kau singkirkan segala kelemahan, kemuliaan yang dengannya Kau angkat diriku dari kehinaan, martabat yang tinggi sehingga aku terjauhkan dari derajat yang rendah, keamanan sehingga Kau lindungi aku dari rasa takut, kesehatan sehingga aku aman dari segala penyakit dan bala, ilmu sehingga Kau membukakan pintu yakin untukku, keyakinan sehingga dengannya Kau singkirkan segala keraguan, doa yang dengan mudah Kau ijabahi, di malam ini, di saat ini, saat ini, saat ini, wahai yang mulia, beri aku rasa takut pada-Mu sehingga rahmat dengan mudah turun padaku, keterjagaan yang memisahkan diriku dengan dosa-dosa, sehingga dengannya aku bisa berhasil berkumpul di hadapan Ma’shumin di sisi-Mu. Dengan rahmat-Mu wahai yang paling pengasih.

Amalan malam ke-23

1. Membaca surah-surah Ankabut, Ruum dan Dukhan.

2. Membaca surah Al-Qadr sebanyak 1000 kali.

3. Membaca doa-doa Iftitah, Makarimul Akhlaq dan Jausyan Kabir.

4. Membaca doa Faraj:

أَللّهُمَّ كُنْ لِوَلِيِّكَ الْحُجَّةِ بْنِ الْحَسَنْ صَلَواتُكَ عَلَيْهِ وَعَلى آبائِهِ فِي هذِهِ السَّاعَةِ وَفي كُلِّ ساعَة وَلِيّاً وَحافِظاً وَقائِداً وَناصِراً وَدَلِيلاً وَعَيْناً حَتَّى تُسْكِنَهُ أَرْضَكَ طَوْعاً وَتُمَتِّعَهُ فِيها طَوِيلاً

alloohumma kun liwaliyyikal hujjatibnil hasan, sholawaatuka ‘alaihi wa ‘alaa aabaaih, fii haadzhis saa’ah wa fii kullis saa’ah, waliyyan wa haafidho wa qooidan wa naashiro, wa daliilan wa ‘aina, hattaa tuskinahuu ardhoka thou’a, wa tumatti’ahu fiihaa thowiilaa

Ya Allah, jadilah bagi wali-Mu, Imam Al-Hujjah putra Al-Hasan yang shalawat-Mu tercurah atasnya dan ayah kakeknya, (jadilah) di saat ini dan di setiap saat sebagai pengayom, penjaga, pemimpin, penolong, penunjuk dan pengawas, hingga ia Kau tempatkan di bumi-Mu dan Kau berikan ia ketentraman yang lama di dalamnya.

5. Melaksanakan shalat 8 rakaat (tiap shalat dua rakaat), meminta ampunan lalu mendoakan Muslimin dan hamba-hamba Allah lainnya.

Teks Arab dan terjemahan Doa Iftitah di Bulan Ramadhan

Dimustahabkan untuk membaca doa Iftitah ini di tiap malam bulan Ramadhan.

اَللّـهُمَّ اِنّي اَفْتَتِحُ الثَّناءَ بِحَمْدِكَ

allohumma inni aftatihus tsanaa’a bihamdik

ya Allah aku memulai pujian kepada-Mu dengan cara mengucap alhamdulillah

وَاَنْتَ مُسَدِّدٌ لِلصَّوابِ بِمَّنِكَ

wa anta musaddidul lis showwaabi bimannik

dan Engkau-lah yang mengarahkan hamba-Mu kepada kebenaran karena kebaikan-Mu

وَاَيْقَنْتُ اَنَّكَ اَنْتَ اَرْحَمُ الرّاحِمينَ

wa ayqontu annaka anta arhamur roohimiin

dan aku yakin Engkau adalah dzat yang paling pengasih

في مَوْضِعِ الْعَفْوِ وَالرَّحْمَةِ

fii maudhi’il ‘afwi war rohmah

dalam memaafkan dan merahmati

وَاَشَدُّ الْمُعاقِبينَ في مَوْضِعِ النَّكالِ وَالنَّقِمَةِ

wa asyaddul mu’aaqibiina fii maudhi’in nakaali wan naqimah

(dan aku yakin juga) Engkau paling bengis dalam menghukum dan memurkai

وَاَعْظَمُ الْمُتَجَبِّرِينَ في مَوْضِعِ الْكِبْرياءِ وَالْعَظَمَةِ

wa a’dhomul mutajabbirina fii maudhi’il kibriyaa’i wal ‘adhomah

Engkau juga paling angkuh dalam kekuasaan dan keagungan-Mu

اَللّـهُمَّ اَذِنْتَ لي في دُعائِكَ وَمَسْأَلَتِكَ

allohumma adzinta lii fii du’aa’ika wa mas’alatik

ya Allah Engkau telah mengizinkan aku untuk berdoa dan meminta

فَاسْمَعْ يا سَميعُ مِدْحَتي

fasma’ yaa samii’u midhatii

maka dengarlah pujianku, wahai sang pendengar,

وَاَجِبْ يا رَحيمُ دَعْوَتي

wa ajib yaa rohiimu da’watii

dan jawablah pintaku wahai pengasih

وَاَقِلْ يا غَفُورُ عَثْرَتي

wa aqil yaa ghofuuru ‘atsrotii

lupakanlah kelalaianku wahai pengampun

فَكَمْ يا اِلهي مِنْ كُرْبَة قَدْ فَرَّجْتَها

fakam yaa ilaahii min kurbatin farrojtahaa

betapa banyak kesusahan yang telah Kau angkat

وَهُمُوم قَدْ كَشَفْتَها

wa humuumin qod kasyaftahaa

dan duka yang telah Kau lenyapkan

وَعَثْرَة قَدْ اَقَلْتَها

wa ‘atsrotin qod aqoltahaa

dan betapa banyak ketergelinciran yang Kau maafkan

وَرَحْمَة قَدْ نَشَرْتَها

wa rohmatin qod nasyartahaa

begitu juga rahmat kasih sayang yang Kau tebar

وَحَلْقَةِ بَلاء قَدْ فَكَكْتَها

wa halqoti balaa’in qod fakaktahaa

dan betapa banyak rantai lingkaran bala yang telah Kau putus

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذي لَمْ يَتَّخِذْ صاحِبَةً وَلا وَلَداً

alhamdu lillaahil ladzii lam yattakhidz shoohibataw wa laa walada

puji untuk Allah yang tidak mengambil seseorang sebagai kawan atau anak-Nya

وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَريكٌ في الْمُلْكِ

wa lam yakul lahu syariikun fil mulk

dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan

وَلَمْ يَكُنْ لَهُ وَلِىٌّ مِنَ الذُّلِّ

wa lam yakul lahu waliyyun minad dzull

dan tidak ada orang yang Ia butuhkan untuk mengangkat-Nya dari kehinaan

وَكَبِّرْهُ تَكْبيرا

wa kabbirhu takbiiro

dan bertakbirlah untuk-Nya dengan sebenar-benarnya

اَلْحَمْدُ للهِ بِجَميعِ مَحامِدِهِ كُلِّهَا

alhamdu lillaahi bijamii’i mahaamidhi kullihaa

segala puji bagi Allah dengan segala keterpujian-Nya

عَلى جَميعِ نِعَمِهِ كُلِّها

‘alaa jamii’i ni’amihi kullihaa

dan atas segala nikmat yang Ia berikan

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذي لا مُضادَّ لَهُ في مُلْكِه

alhamdu lillaahil ladzii laa mudhoodda lahu fii mulkih

segala puji bagi Allah yang tidak ada penentang kekuasaan-Nya

وَلا مُنازِعَ لَهُ في اَمْرِهِ

wa laa munaazi’u lahu fii amrih

dan tidak ada yang merecoki urusan-Nya

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذي لا شَريكَ لَهُ في خَلْقِهِ

alhamdu lillaahil ladzii laa syariika lahu fii kholqih

segala puji bagi Allah yang tidak ada sekutu dalam penciptaan

وَلا شَبيهَ لَهُ في عَظَمَتِهِ

wa laa syabiiha lahuu fii ‘adhomatih

dan tidak ada yang menyerupai-Nya dalam keagungan-Nya

اَلْحَمْدُ للهِ الْفاشي في الْخَلْقِ اَمْرُهُ وَحَمْدُهُ

alhamdu lillaahil faasyi fil kholqi amruhu wa hamduh

segala puji bagi Allah yang keterpujian-Nya nampak pada setiap ciptaan-Nya

الظّاهِرِ بِالْكَرَمِ مَجْدُهُ

addhoohiri bil karomi majduh

yang jelas kedermawanan dan kemulian-Nya

الْباسِطِ بِالْجُودِ يَدُهُ

albaasithi bil juudi yaduh

yang tangan-Nya pemurah

الَّذي لا تَنْقُصُ خَزائِنُه

alladzii laa yanqushu khozaainuh

Ia yang tak pernah habis kekayaan-Nya

وَلا تَزيدُهُ كَثْرَةُ الْعَطاءِ إلاّ جُوداً وَكَرَماً

wa laa taziiduhu katsrotul ‘athoo’i illa juudaw wa karoma

dan banyaknya pemberian-Nya semakin menambah kemurahan-Nya

اِنَّهُ هُوَ الْعَزيزُ الْوَهّابُ

innahu huwal aziizul wahhaab

Ialah yang mulia dan suka memberi

اَللّـهُمَّ اِنّي اَسْاَلُكَ قَليلاً مِنْ كَثير

alloohumma innii as’aluka qoliilam min katsiir

ya Allah aku meminta yang sedikit dari yang banyak

مَعَ حاجَة بي اِلَيْهِ عَظيمَة وَغِناكَ عَنْهُ قَديمٌ

ma’a haajatin bii ilaihi ‘adhiimah wa ghinaaka ‘anhu qodiimah

yang kebutuhanku padanya sangat besar dan Kau sejak dulu tidak pernah membutuhkannya

وَهُوَ عِنْدي كَثيرٌ وَهُوَ عَلَيْكَ سَهْلٌ يَسيرٌ

wa huwa ‘indii katsiir wa huwa ‘alaika sahlun yasiir

itu bagiku banyak dan bagimu sangat sedikit dan mudah

اَللّـهُمَّ اِنَّ عَفْوَكَ عَنْ ذَنْبي

alloohumma inna ‘afwaka ‘an dzanbii

ya Allah, maaf-Mu terhadap dosaku,

وَتَجاوُزَكَ عَنْ خَطيـئَتي

wa tajaawuzuka ‘an khothiiatii

dan ampunan-Mu atas kesalahanku

وَصَفْحَكَ عَنْ ظُلْمي

wa shofhaka ‘an dhulmii

ampun-Mu atas kezalimanku,

وَسِتْرَكَ عَنْ قَبيحِ عَمَلي

wa sitruka ‘an qobiihi ‘amalii

dan ditutupinya amal burukku,

وَحِلْمَكَ عَنْ كَثيرِ جُرْمي

wa hilmaka ‘an kadziiri jurmii

dan ampunan-Mu atas banyaknya kejahatanku

عِنْدَ ما كانَ مِنْ خَطئي وَعَمْدي

‘inda maa kaana min khothoi wa ‘amdi

baik yang aku sengaja maupun tidak

اَطْمَعَني في اَنْ اَسْأَلَكَ ما لا اَسْتَوْجِبُهُ مِنْكَ

athma’anii fii an asalaka maa laa astaujibuhu minka

itu yang membuatku sangat menginginkan apa yang aku tak layak untuk kumiliki dari-Mu

الَّذي رَزَقْتَني مِنْ رَحْمَتِكَ

alladzii rozaqtanii min rohmatik

yang Engkau memberiku rizki dari rahmat-Mu

وَاَرَيْتَني مِنْ قُدْرَتِكَ

wa aroytanii min qudrotik

dan Kau perlihatkan kodrat-Mu padaku

وَعَرَّفْتَني مِنْ اِجابَتِكَ

wa ‘arroftanii min ijaabatik

dan Kau tunjukan padaku ijabah-Mu

فَصِرْتُ اَدْعُوكَ آمِناً

fashirtu ad’uuka aamina

maka dari itu aku tetap berdoa kepada-Mu dengan penuh yakin

وَاَسْاَلُكَ مُسْتَأنِساً

wa asaluka musta’nisa

dan dengan nyaman aku meminta

لا خائِفاً وَلا وَجِلاً

laa khooifan wa laa wajila

tanpa merasa takut ataupun ragu

مُدِلاًّ عَلَيْكَ فيـما قَصَدْتُ فيهِ اِلَيْكَ

mudillan ‘alaika fiima qoshodtu fiihi ilaik

dan aku bergegas pada-Mu untuk mencapai apa yang kuminta

فَاِنْ اَبْطأَ عَنّي عَتَبْتُ بِجَهْلي عَلَيْكَ

fa in abtho’a ‘anni ‘atabtu bijahlii ‘alaik

jika aku mengeluh pada-Mu karena lambatnya hajatku terkabul

وَلَعَلَّ الَّذي اَبْطأَ عَنّي هُوَ خَيْرٌ لي لِعِلْمِكَ بِعاقِبَةِ الاْمُورِ

wa la’allal ladzii abtho’a ‘annii huwa khoirul lii li’ilmika bi’aaqibatil umuur

semoga keterlambatan itu karena untuk kebaikanku berdasarkan pengetahuan-Mu atas segala sesuatu

فَلَمْ اَرَ مَوْلاً كَريماً اَصْبَرَ عَلى عَبْد لَئيم مِنْكَ عَلَيَّ يا رَبِّ

falam aro maulan kariiman ashbaro ‘alaa ‘abdin laiimin minka ‘alayya yaa robb

aku tidak melihat tuan yang lebih sabar atas hamba selain Engkau bagiku ya robb

اِنَّكَ تَدْعُوني فَاُوَلّي عَنْكَ

innaka tad’uuni fa uwallii ‘anka

Engkau menyeru padaku namun aku berpaling

وَتَتَحَبَّبُ اِلَيَّ فَاَتَبَغَّضُ اِلَيْكَ

wa tatahabbabu ilayya

Engkau menyayangiku namun aku kesal pada-Mu

وَتَتَوَدَّدُ اِلَىَّ فَلا اَقْبَلُ مِنْك

wa tatawaddadu ilayya fa laa aqbalu mink

Engkau mengasihiku namun aku tak menerimanya

كَاَن لِيَ التَّطَوُّلَ عَلَيْكَ

kaana lii attathowwula ‘alaik

meski aku tidak tahu diri pada-Mu

فَلَمْ يَمْنَعْكَ ذلِكَ مِنَ الرَّحْمَةِ لي

falam yamna’ka dzaalika minar rohmati lii

namun itu tidak mencegah-Mu merahmatiku

وَالاِحْسانِ اِلَيَّ وَالتَّفَضُّلِ عَلَيَّ بِجُودِكَ وَكَرَمِكَ

wal ihsaani ilayya wat tafaddhuli ‘alayya bijudika wa karomik

dan berbuat baik padaku serta bermurah hati dengan kedermawanan-Mu

فَارْحَمْ عَبْدَكَ الْجاهِلَ وَجُدْ عَلَيْهِ بِفَضْلِ اِحْسانِكَ

Farham ‘abdakal jaahila wa jud ‘alaihi bifadhlika wa ihsaanik

kasihilah hamba-Mu yang bodoh ini dan teruslah berbuat baik padanya

اِنَّكَ جَوادٌ كَريمٌ

innaka jawaadun kariim

sesungguhnya Engkau sangat dermawan dan mulia

اَلْحَمْدُ للهِ مالِكِ الْمُلْكِ

alhamdu lillaahi maalikil mulk

segala puji bagi Allah pemilik kekuasaan ini

مُجْرِي الْفُلْكِ مُسَخِّرِ الرِّياحِ

mujril fulki musakhhirir riyaah

menjalankan kapal-kapal dan menakhlukkan angin

فالِقِ الاِصْباحِ دَيّانِ الدّينِ رَبِّ الْعَالَمينَ

faalikil ishbaahi dayyanid diini robbil ‘aalamiin

menerbitkan fajar menguasai hari pembalasan dan pengatur alam semesta

اَلْحَمْدُ للهِ عَلى حِلْمِهِ بَعْدَ عِلمِهِ

alhamdu lillaahi ‘alaa hilmihi ba’da ‘ilmih

puja puji bagi Allah atas kesabaran dan kasih sayang-Nya setelah pengetahuan-Nya

وَالْحَمْدُ للهِ عَلى عَفْوِهِ بَعْدَ قُدْرَتِ

wal hamdu lillaahi ‘alaa ‘afwihi ba’da qudrotih

puji bagi-Nya atas ampunannya meski begitu besar kodratnya

وَالْحَمْدُ للهِ عَلى طُولِ اَناتِهِ في غَضَبِهِ

wal hamdu lillaahi ‘alaa thuuli anaatihi fii ghodobih

puji bagi Allah atas kesabaran-Nya dalam menahan amarah-Nya

وَهُوَ قادِرٌ عَلى ما يُريدُ

wa huwa qoodirun ‘alaa maa yuriid

Ia maha mampu atas apapun yang Ia kehendaki

اَلْحَمْدُ للهِ خالِقِ الْخَلْقِ

alhamdu lillaahil khooliqil kholq

segala puji bagi Allah pencipta segala ciptaan

باسِطِ الرِّزْقِ فاِلقِ الاِصْباحِ

baaisthir rizq faaliqil ishbaah

penebar rizki pembawa terangnya fajar

ذِي الْجَلالِ وَالاِكْرامِ وَالْفَضْلِ وَالاِنْعامِ

dzil jalaali wal ikroom wal fadhli wal in’aam

pemilik keagungan, kemuliaan, nikmat dan karunia

الَّذي بَعُدَ فَلا يُرى وَقَرُبَ فَشَهِدَ النَّجْوى

alladzii ba’uda falaa yuroo wa qoruba fashahidan najwaa

yang seakan jauh dan tak terlihat namun dekat dan mendengar bisikan

تَبارَكَ وَتَعالى

tabaaroka wa ta’aala

dan Ia maha tinggi dan agung

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذي لَيْسَ لَهُ مُنازِعٌ يُعادِلُهُ

alhamdu lillaahil ladzii laisa lauu munaazi’un lahu yu’aadiluh

segala puji bagi Allah yang tidak ada penganggu yang menyaingi-Nya

وَلا شَبيهٌ يُشاكِلُهُ

wa laa syabiihuy yusyaakiluh

tidak ada satupun yang menyerupai-Nya

وَلا ظَهيرٌ يُعاضِدُهُ

wa laa dhohiiruy yu’aadhidhuh

dan tidak ada penopang yang membantu-Nya

قَهَرَ بِعِزَّتِهِ الاَعِزّاءَ

qoharo bi’izzatihil a’izzaa’

dengan kekuatan-Nya Ia menakhlukkan segala kekuatan

وَتَواضَعَ لِعَظَمَتِهِ الْعُظَماءُ

wa tawaadho’a li’adhomatihil ‘udhomaa’

dan segala yang agung tunduk pada-Nya karena keagungan-Nya

فَبَلَغَ بِقُدْرَتِهِ ما يَشاءُ

fa balagho biqudrotihi ma yasyaa’

dengan kemampuan-Nya Ia gapai apapun yang Ia inginkan

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذي يُجيبُني حينَ اُناديهِ

alhamdu lillaahil ladzii yujiibunii hiina unaadiih

puji bagi Allah yang menjawabku saat aku memanggil-Nya

وَيَسْتُرُ عَلَيَّ كُلَّ عَورَة وَاَنَا اَعْصيهِ

wa yasturu ‘alayya kulla ‘aurotiw wa anaa a’shiih

dan Ia menutupi segala keburukanku padahal aku tak mentaati-Nya

وَيُعَظِّمُ الْنِّعْمَةَ عَلَىَّ فَلا اُجازيهِ

wa yu’addhimun ni’mata ‘alayya falaa ujaaziih

Ia menghujaniku dengan nikmat namun Aku tak berbalas budi

فَكَمْ مِنْ مَوْهِبَة هَنيئَة قَدْ اَعْطاني

fakam min mauhibatin haniiatin qod a’thoonii

betapa banyak pemberian berharga yang Ia karuniai

وَعَظيمَة مَخُوفَة قَدْ كَفاني

wa ‘adhiimati makhuufatin qod kafaanii

dan banyak bahaya menakutkan yang telah Ia hindarkan

وَبَهْجَة مُونِقَة قَدْ اَراني

wa bahjata muniqotin qod aroonii

banyak sekali kebahagiaan yang Ia anugerahkan kepadaku

فَاُثْني عَلَيْهِ حامِداً

fa utsnii ‘alaihi haamida

aku memuji-Nya dengan sebaik-baiknya pujian

وَاَذْكُرُهُ مُسَبِّحاً

wa adzkuruhu musabbiha

dan aku berdzikir menyebut-Nya dan bertasbih

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذي لا يُهْتَكُ حِجابُهُ

alhamdu lillahil ladzii laa yuhtaku hijaabuh

segala puji bagi Allah yang tirai-Nya tak pernah koyak

وَلا يُغْلَقُ بابُهُ

wa laa yughlaqu baabuh

dan pintu-Nya tak tertutup

وَلا يُرَدُّ سائِلُهُ

wa laa yuroddu saailuh

dan peminta-Nya tak pernah ditolak

وَلا يُخَيَّبُ آمِلُهُ

wa laa yukhoyyabu aamiluh

dan pengharap-Nya tak pernah dikecewakan

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذي يُؤْمِنُ الْخائِفينَ

alhamdu lillaahil ladzii yu’minul khooifiin

segala puji bagi Allah yang memberi rasa aman kepada orang-orang yang takut

وَيُنَجِّى الصّالِحينَ

wa yunjis shoolihiin

dan menyelamatkan orang-orang saleh

وَيَرْفَعُ الْمُسْتَضْعَفينَ

wa yarfa’hul mustadh’afiin

dan mengangkat orang-orang yang dilemahkan

وَيَضَعُ الْمُسْتَكْبِرينَ

wa yadho’ul mustakbirin

dan menundukkan orang-orang yang sombong

يُهْلِكُ مُلُوكاً وَيَسْتَخْلِفُ آخَرين

yuhliku mulukaw wa yastakhlifu aakhoriin

menghancurkan satu kerajaan dan mewariskannya kepada yang lain

وَالْحَمْدُ للهِ قاِصمِ الجَّبارينَ

alhamdu lillaahi qooshimil jabbaariin

segala puja bagi Allah pematah keangkuhan para penguasa

مُبيرِ الظّالِمينَ

mubiirid dzhoolimiin

pembinasa orang-orang zalim

مُدْرِكِ الْهارِبينَ

mudrikil haaribiin

menghadang orang-orang yang lari berkaburan

نَكالِ الظّالِمينَ صَريخِ الْمُسْتَصْرِخينَ

nakaalid dzhoolimiina shoriikhil mustashrikhiin

penghukum para lalim dan penolong hamba-hamba yang berteriak

مَوْضِعِ حاجاتِ الطّالِبينَ

maudhi’i haajaatit thoolibiin

pengabul hajat-hajat para peminta

مُعْتَمَدِ الْمُؤْمِنينَ

mu’tamadil mu’miniin

sandaran orang-orang yang beriman

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذي مِنْ خَشْيَتِهِ تَرْعَدُ السَّماءُ وَسُكّانُها

alhamdu lillaahil ladzii min khosyatihi tar’adus samaa’u wa sukkaanuhaa

segala puja puji bagi Allah yang karena takut kepada-Nya langit dan penduduknya bergetar

وَتَرْجُفُ الاَرْضُ وَعُمّارُها

wa tarjuful ardhu wa ‘ummaaruhaa

bumi dan penghuninya goncang

وَتَمُوجُ الْبِحارُ وَمَنْ يَسْبَحُ في غَمَراتِها

wa tamuujul bihaaru wa may yasbahu fii ghomarootihaa

dan lautan bergelombang bersama segala yang berenang di dalamnya

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذي هَدانا لِهذا وَما كُنّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلا اَنْ هَدانَا اللّهُ

alhamdu lillahil ladzii hadaanaa wa maa kunnaa linahtadiya lau laa an hadaanallooh

segala puji bagi Allah yang telah memberi kami hidayah dan kami senantiasa tak mendapatkan hidayah kecuali Allah menghidayahi kami

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذي يَخْلُقُ وَلَمْ يُخْلَقْ وَيَرْزُقُ وَلا يُرْزَقُ

alhamdu lillaahil ladzii yakhluqu wa lam yukhlaq wa yarzuqu wa laa yurzaq

segala puji bagi Allah yang menciptakan dan tidak diciptakan, memberi rizki dan tak diberi rizki

وَيُطْعِمُ وَلا يُطْعَمُ وَيُميتُ الاَحياءَ وَيُحْيِي الْمَوْتى

wa yuth’imu wa laa yuth’am wa yumiitul ahyaa’a wa yuhyil mautaa

memberi makan dan tak diberi makan, mematikan yang hidup dan menghidupkan yang mati

وَهُوَ حَيٌّ لا يَمُوتُ

wa huwa hayyun laa yamuut

dan Ia hidup, tidak mati

بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلى كُلِّ شَيْء قَديرٌ

biyadihil khoir wa huwa ‘alaa kulli syai’in qodiir

di tangan-Nya lah kebaikan dan Ia mampu akan segala sesuatu

اَللّـهُمَّ صَلِّ عَلى مُحَمَّد عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ

alloohumma sholli ‘alaa muhammadn ‘abdika wa rosuulik

ya Allah haturkan shalawat-Mu kepada Muhammad, hamba dan rasul-Mu

وَاَمينِكَ وَصَفِيِّك وَحَبيبِك وَخِيَرَتِكَ مِنْ خَلْقِكَ

amiinika wa shofiyyika wa habiibika wa khiyarotika min kholqik

orang yang Kau percaya, kekasih-Mu dan pilihan-Mu di antara makhluq-makhluq-Mu

وَحافِظِ سِرِّكَ وَمُبَلِّغِ رِسالاتِكَ

wa haafidzi sirrika wa muballighi risaalaatik

dan penjaga rahasia-Mu serta penyampai risalah-Mu

اَفْضَلَ وَاَحْسَنَ وَاَجْمَلَ وَاَكْمَلَ وَاَزْكى وَاَنْمى

afdhola wa ahsana wa ajmala wa akmala wa azka wa anma

lebih afdhol, lebih baik dan lebih sempurnanya

وَاَطْيَبَ وَاَطْهَرَ وَاَسْنى وَاَكْثَرَ ما صَلَّيْتَ وَبارَكْتَ وَتَرَحَّمْتَ

wa athyaba wa athharo wa asna wa aktsaro maa shollaita wa baarokta wa tarohhamta

lebih murni dan lebih banyak dari rahmat dan shalawat

وَتَحَنَّنْتَ وَسَلَّمْتَ عَلى اَحَد مِن عِبادِكَ وَاَنْبِيائِكَ وَرُسُلِكَ

wa tahannanta wa sallamta ‘alaa ahadim min ‘ibaadika wa anbiyaaika wa rusulik

dan salam yang pernah Kau haturkan kepada setiap hamba-Mu dari para nabi dan rasul-Mu

وَصِفْوَتِكَ وَاَهْلِ الْكَرامَةِ عَلَيْكَ مِن خَلْقِكَ

wa shifwatika wa ahlil karoomati ‘alaika min kholqik

dari para pemilik kemuliaan dan hamba-hamba pilihan-Mu

اَللّـهُمَّ وَصَلِّ عَلى عَليٍّ اَميرِ الْمُؤْمِنين

alloohumma sholli ‘alaa ‘aliyyin amiiril mu’miniin

ya Allah sampaikan shalawat salam kepada Ali Amirul Mu’minin

وَوَصِيِّ رَسُولِ رَبِّ الْعالَمينَ

wa washiyyi rosuuli robbil ‘aalamiin

dan pengganti rasul Tuhan semesta alam

عَبْدِكَ وَوَليِّك وَاَخي رَسُولِكَ

‘abdika wa waliyyika wa akhi rosuulik

hamba-Mu, wali-Mu dan saudara rasul-Mu

وَحُجَّتِكَ عَلى خَلْقِكَ

wa hujjatika ‘alaa kholqik

dan hujah-Mu atas ciptaan-Mu

وَآيَتِكَ الْكُبْرى

wa aayatikal kubroo

dan tanda kebesaran-Mu yang paling besar

وَالنَّبأِ الْعَظيمِ

wan naba’il ‘adhiim

dan berita besar

وَصَلِّ عَلَى الصِّدّيقَةِ الطّاهِرَةِ فاطِمَةَ سَيِّدَةِ نِساءِ الْعالَمينَ

wa sholli ‘alas shiddiiqotit thoohirot Faatihmata sayidati nisaa’il aalamiin

dan haturkan shalawat salam kepada Sayyidah Fathimah Azzahra tauladan para wanita

وَصَلِّ عَلى سِبْطَيِ الرَّحْمَةِ وَاِمامَيِ الْهُدى

wa sholli ‘alaa sibhtoir rohmati wa imaamail huda

dan haturkan shalawat salam-Mu kepada kedua cucu rasul-Mu, dua Imam Petunjuk

الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ سَيِّدَيْ شَبابِ اَهْلِ الْجَّنَة

alhasani wal husaini sayyiday syabaabi ahlil jannah

Hasan dan Husain dua pemuka para pemuda surga

وَصَلِّ عَلى اَئِمَّةِ الْمُسْلِمينَ

wa sholli ‘alaa aimmatil muslimiin

dan sampaikan shalawat-Mu kepada para Imam Muslimin

عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ

‘aliyyibnil husain

Ali bin Husain

وَمُحَمَّدِ ابْنِ عَلِي

wa muhammadibni ‘ali

dan Muhammad bin Ali

وَجَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّد

wa ja’faribni muhammad

dan Ja’far bin Muhammad

وَمُوسَى بْنِ جَعْفَر

wa muusabni ja’far

dan Musa bin Ja’far

وَعَلِيِّ بْنِ مُوسى

wa ‘aliyyibni muusaa

dan Ali bin Musa

وَمُحَمَّدِ بْنِ عَلِي

wa muhammadibni ‘aliy

dan Muhammad bin Ali

وَعَلِيِّ بْنِ مُحَمَّد

wa ‘aliyyibni muhammad

dan Ali bin Muhammad

وَالْحَسَنِ بْنِ عَلِىٍّ

wal hasanibni ‘aliyy

dan Hasan bin Ali

وَالْخَلَفِ الْهادي الْمَهْدِي

wal kholafil haadil mahdiyy

dan Al-Imam Mahdi

حُجَجِكَ عَلى عِبادِك

hujajika ‘alaa ‘ibaadik

hujjah-hujah-Mu atas hamba-hamba-Mu

وَاُمَنائِكَ في بِلادِك

wa umanaa’ika fii bilaadik

dan para pemegang amanat-Mu di negeri-Mu

صَلَاةً كَثيرَةً دائِمَةً

sholaatan katsiirotan daaimah

shalawat yang banyak dan selamanya

اَللّـهُمَّ وَصَلِّ عَلى وَلِىِّ اَمْرِكَ الْقائِمِ الْمُؤَمَّلِ

alloohumma wa sholli ‘alaa waliyyi amrikal qooimil muammal

ya Allah haturkan shalawat-Mu kepada wali amr-Mu Al-Qoim Al-Muammal

وَالْعَدْلِ الْمُنْتَظَرِ

wal ‘adlil muntadhor

dan keadilan yang dinantikan

وَحُفَّهُ بِمَلائِكَتِكَ الْمُقَرَّبينَ

wa huffahu bimalaaikatikal muqorrobiin

dan kelilingi ia oleh malaikat-malaikat terdekat-Mu

وَاَيِّدْهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ

wa ayyidhu biruuhil qudus

dan kuatkan ia dengan Ruhul Qudus

يا رَبَّ الْعالَمينَ

yaa robbal ‘aalamiin

wahai Tuhan alam semesta

اَللّـهُمَّ اجْعَلْهُ الدّاعِيَ اِلى كِتابِكَ

alloohummaj’alhu addaa’iya ilaa kitaabik

ya Allah jadikanlah ia penyeru kepada kitab-Mu

وَالْقائِمَ بِدينِك

alqooima bidiinik

penegak agama-Mu

اِسْتَخْلِفْهُ في الاَرْضِ كَما اسْتَخْلَفْتَ الَّذينَ مِنْ قَبْلِهِ

wastakhlifhu fil ardhi kamaa istakhlaftal ladziina minqoblih

dan jadikanlah ia khalifah-Mu di muka bumi sebagaimana mereka yang terdahulu

مَكِّنْ لَهُ دينَهُ الَّذي ارْتَضَيْتَهُ لَهُ

makkin lahu diinahul ladzii irtadhoita lah

dan kokohkan agama yang Kau ridhai untuknya

اَبْدِلْهُ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِ اَمْناً

abdilhu min ba’di khoufihi amna

dan ubahlah ketakutannya menjadi rasa aman

يَعْبُدُكَ لا يُشْرِكُ بِكَ شَيْئ

ya’buduka laa yusyriku bika syaia

sehingga ia menyembah-Mu dan tak menyekutukan-Mu sama sekali

اَللّـهُمَّ اَعِزَّهُ وَاَعْزِزْ بِهِ

alloohumma a’izzahu wa a’ziz bih

ya Allah muliakanlah ia dan muliakanlah dengannya

وَانْصُرْهُ وَانْتَصِرْ بِهِ

wanshurhu wantashir bih

dan tolonglah ia lalu dengannya tolonglah selainnya

وَانْصُرْهُ نَصْراً عَزيزاً

wanshurhu nashron aziiza

berilah pertolongan kepadanya, paling kuatnya pertolongan

وَاْفتَحْ لَهُ فَتْحاً يَسيراً

waftah lahu fathay yasiiro

dan bukalah/menangkanlah untuknya dengan mudah

وَاجْعَلْ لَهُ مِنْ لَدُنْكَ سُلْطاناً نَصيراً

waj’al lahu mil ladunka sulthoonan nashiiro

dan wujudkanlah kekuasaan dari sisi-Mu untuknya

اَللّـهُمَّ اَظْهِرْ بِهِ دينَكَ

alloohumma adhhir bihi diinak

ya Allah dengannya tampakkanlah agama-Mu

وَسُنَّةَ نَبِيِّكَ

wa sunnata nabiyyik

dan sunah nabi-Mu

حَتّى لا يَسْتَخْفِيَ بِشَىْء مِنَ الْحَقِّ

hattaa laa yastakhfi bisyai’in minal haqq

sehingga tidak ada satupun kebenaran yang tersembunyi

مَخافَةَ اَحَد مِنَ الْخَلْقِ

makhoofata ahadin minal kholqi

hanya karena takut akan ciptaan-Mu

اَللّـهُمَّ اِنّا نَرْغَبُ اِلَيْكَ في دَوْلَة كَريمَة

alloohumma innaa narghobu ilaika fi daulatin kariimah

ya Allah kami mendambakan negeri yang karimah

تُعِزُّ بِهَا الاِسْلامَ وَاَهْلَهُ

tu’izzu bihal islaama wa ahlah

dengannya Engkau muliakan Islam dan para pemeluknya

وَتُذِلُّ بِهَا النِّفاقَ وَاَهْلَهُ

wa tudzillu bihan nifaaqo wa ahlah

dan dengannya Kau hinakan kemunafikan dan para pelakunya

وَتَجْعَلُنا فيها مِنَ الدُّعاةِ اِلى طاعَتِك

wa taj’aluna fiihaa minad du’aati ilaa thoo’atik

dan jadikanlah kami di dalamnya termasuk para penyeru kepada ketakwaan

وَالْقادَةِ اِلى سَبيلِكَ

wal qoodati ilaa sabiilik

dan para pemimpin di jalan-Mu

وَتَرْزُقُنا بِها كَرامَةَ الدُّنْيا وَالاْخِرَةِ

wa tarzuquna bihaa karoomatad dunyaa wal aakhiroh

dan dengannya karuniai kami kehormatan dunia dan akhirat

اَللّـهُمَّ ما عَرَّفْتَنا مِن الْحَقِّ فَحَمِّلْناهُ

alloohumma maa ‘arroftanaa minal haqqi fajammilnaah

ya Allah sebagaimana Kau telah tunjukkan kebenaran pada kami maka jadikanlah itu nasib kami

وَما قَصُرْنا عَنْهُ فَبَلِّغْناهُ

wa maa qoshurnaa ‘anhu faballighnaah

dan jika ada yang belum kami gapai sampaikanlah kami kepadanya

اَللّـهُمَّ الْمُمْ بِهِ شَعَثَنا

alloohummalmum bihi sya’atsana

ya Allah satukanlah kami dengannya

وَاشْعَبْ بِهِ صَدْعَنا

wasy’ab bihi shod’ana

dan jauhkan kami dari perpecahan

وَارْتُقْ بِهِ فَتْقَنا

wartuq bihi fatqonaa

dan lenyapkanlah kekhawatiran kami dengannya

وَكَثِّرْبِهِ قِلَّتَنا

wa kattsir bihi qillatanaa

dan banyakkanlah jumlah kami dengannya

وَاَعْزِزْ بِهِ ذِلَّتَنا

wa a’ziz bihi dizllatana

dan muliakanlah kami yang hina dengannya

وَاَغْنِ بِهِ عائِلَنا

wa aghni bihi ‘aailanaa

dan penuhi kebutuhan kami karenanya

وَاَقْضِ بِهِ عَنْ مَغْرَمِنا

waqdhi bihi ‘an maghrominaa

dan tunaikan tanggungan kami dengannya

وَاجْبُرْبِهِ فَقْرَنا

wajbur bihi faqronaa

dan tutupi kefakiran kami dengannya

وَسُدَّ بِهِ خَلَّتَنا

wa sudda bihi khollatanaa

dan penuhilah yang kurang pada kami dengannya

وَيَسِّرْ بِهِ عُسْرَنا

wa yassir bihi ‘usronaa

dan mudahkanlah yang susah pada perkara kami dengannya

وَبَيِّضْ بِهِ وُجُوهَنا

wa bayyidh bihi wujuuhanaa

dan putihkanlah wajah kami dengannya

وَفُكَّ بِهِ اَسْرَنا

wa fukka bihi asronaa

dan bebaskan kami yang sengsara dengannya

وَاَنْجِحْ بِهِ طَلِبَتَنا

wanjih bihi tholibatana

dan hantar kami kepada keberhasilan dengannya

وَاَنْجِزْ بِهِ مَواعيدَنا

wa anjiz bihi mawaa’iidana

dan sampaikan kami pada yang dijanjikan

وَاسْتَجِبْ بِهِ دَعْوَتَنا

wastajib bihi da’watanaa

dan kabulkanlah doa kami dengannya

وَاَعْطِنا بِهِ سُؤْلَنا

wa’thinaa bihi su’lanaa

dan berilah kami apa yang kami minta dengannya

وَبَلِّغْنا بِهِ مِنَ الدُّنْيا وَالاْخِرَةِ آمالَنا

wa ballighna bihi minad dunyaa wal aakhiroti aamaalanaa

dan sampaikan kami dengannya kepada harapan-harapan kami di dunia dan akhirat

وَاَعْطِنا بِهِ فَوْقَ رَغْبَتِنا

wa’thinaa bihi fauqo roghbatinaa

dan berilah kami lebih dari yang kami inginkan dengannya

يا خَيْرَ الْمَسْؤولينَ وَاَوْسَعَ الْمُعْطينَ

yaa khoirol mas’uuliina wa auwsa’al mu’thiin

wahai sebaik-baiknya yang diminta dan pemberi yang lapang

اِشْفِ بِهِ صُدُورَنا

isyfi bihi shuduuronaa

sembuhkanlah hati-hati kami dengannya

وَاَذْهِبْ بِهِ غَيْظَ قُلُوبِنا

wadzhib bihi ghoidho quluubinaa

dan hilangkanlah apapun yang mengganjal di hati kami

وَاهْدِنا بِهِ لِمَا اخْتُلِفَ فيهِ مِنَ الْحَقِّ بِاِذْنِكَ

wahdinaa bihi limakhtulifa fiihi munal haqqi biidznik

dengan izin-Mu tunjukkanlah kami kebenaran dengannya dalam hal yang diperselisihkan

اِنَّكَ تَهْدي مَنْ تَشاءُ اِلى صِراط مُسْتَقيم

innaka tahdi man tasyaa’u ilaa shirootim mustaqiim

sesungguhnya Engkau menunjukkan jembatan yang lurus kepada yang Kau hendaki

وَانْصُرْنا بِهِ عَلى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّنا اِلـهَ الْحَقِّ آمينَ

wanshurnaa bihi ‘alaa ‘aduwwika wa ‘aduwwina ilaahal haqqi aamiin

dan beri kami pertolongan dengannya terhadap musuh-Mu dan musuh kami, wahai Tuhan kebenaran, amin

اَللّـهُمَّ اِنّا نَشْكُو اِلَيْكَ فَقْدَ نَبِيِّنا

alloohumma innaa nasykuu ilaika faqda nabiyyinaa

ya Allah kami mengadu kepadamu kehilangan kami akan nabi-Mu

صَلَواتُكَ عَلَيْهِ وَآلِهِ

sholawaatuka ‘alaihi wa aalih

shalawat-Mu senantiasa tercurah untuknya dan keluarganya

وَغَيْبَةَ وَلِيِّنا

wa ghoibata waliyyina

dan kami mengadu ghaibnya wali kami

وَكَثْرَةَ عَدُوِّنا

wa katsrota ‘aduwwinaa

dan banyaknya musuh kami

وَقِلَّةَ عَدَدِنا

wa qillata ‘adadinaa

dan sedikitnya jumlah kami

وَشِدّةَ الْفِتَنِ بِنا

wa syiddatal fitani binaa

dan beratnya fitnah di sekitar kami

وَتَظاهُرَ الزَّمانِ عَلَيْنا

wa tadhoohuroz zamaani ‘alaina

dan kondisi zaman ini bagi kami

فَصَلِّ عَلى مُحَمَّد وَآلِهِ

fasholli ‘alaa muhammad wa aalih

maka haturkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya

وَاَعِنّا عَلى ذلِكَ بِفَتْح مِنْكَ تُعَجِّلُهُ

wa a’innaa ‘alaa dzaalika bifathim minka tu’ajjiluh

dan tolonglah kami atas itu dengan kemenangan darimu yang Kau percepat

وَبِضُرٍّ تَكْشِفُهُ

wa bidhurrin taksyifuh

dengan keburukan yang Kau lenyapkan

وَنَصْر تُعِزُّهُ

wa nashrin tu’izzuh

dan kemenangan yang Kau kokohkan

وَسُلْطانِ حَقٍّ تُظْهِرُهُ

wa sulthooni haqqin tudhhiruh

dan kekuatan kebenaran yang Kau tampakkan

وَرَحْمَة مِنْكَ تَجَلِّلُناها

wa rohmatim minka tujallilunaa bih

dan rahmat dari-Mu yang dengannya Kau muliakan kami

وَعافِيَة مِنْكَ تُلْبِسُناها

wa ‘aafiyatin minka tulbisunaahaa

da afiat dari-Mu yang Kau selimuti kami dengannya

بِرَحْمَتِكَ يا اَرْحَمَ الرّاحِمينَ

birohmatika yaa arhamar roohimiin

dengan rahmat-Mu wahai yang paling pengasih