Minggu, Februari 1

Serba-serbi

Muqtada al-Sadr: Profil dan Peran dalam Politik Irak
Serba-serbi

Muqtada al-Sadr: Profil dan Peran dalam Politik Irak

Sayyid Muqtada al-Sadr (lahir 4 Agustus 1974) adalah seorang ulama Syiah dan salah satu pemimpin politik Irak pada era pasca-Saddam Hussein. Ia memimpin Gerakan Sadr, sebuah organisasi politik-keagamaan di Irak, dan sejak 2003, ia secara konsisten memainkan peran penting dalam pemilu dan perkembangan politik di Irak. Ia adalah putra dari Sayyid Muhammad al-Sadr, seorang tokoh panutan (Marja') bagi umat Syiah Irak pada tahun 1990-an. Latar Belakang dan Pengaruh Muqtada al-Sadr dikenal sebagai pengkritik pendudukan Irak oleh Amerika Serikat. Pasukan Mahdi, sayap militer Gerakan Sadr, terlibat dalam perang dan perlawanan bersenjata melawan pasukan Amerika dan, dalam beberapa kasus, melawan pemerintah Irak antara tahun 2004 dan 2007. Basis dukungan sosial Sadr di Irak sebagian besar b...
Imam Musa Shadr: Ulama, Pemimpin Sosial, dan Pejuang Kaum Tertindas
Serba-serbi

Imam Musa Shadr: Ulama, Pemimpin Sosial, dan Pejuang Kaum Tertindas

Imam Musa Shadr merupakan salah satu tokoh Islam paling berpengaruh pada abad ke-20, khususnya di Lebanon dan dunia Syiah. Ia dikenal sebagai ulama cendekia, pemimpin sosial-politik, pembela kaum tertindas, serta simbol dialog antaragama dan perdamaian. Kehidupan dan perjuangannya meninggalkan jejak mendalam dalam sejarah Islam modern, meskipun akhir hidupnya masih diselimuti misteri hingga kini. Latar Belakang dan Kelahiran Sayyid Musa Shadr lahir pada 14 Esfand 1307 Hs (sekitar 1928 M) di kota Qom, Iran. Ia berasal dari keluarga besar Shadr, sebuah keluarga ulama ternama yang selama dua abad terakhir berperan penting dalam perkembangan keilmuan Islam di Irak dan Lebanon. Ayahnya, Ayatullah Sayyid Shadruddin Shadr, adalah ulama besar dan pejuang yang pernah aktif dalam gerakan pemba...
Syahid Awal: Ulama Besar Syiah dan Penulis al-Lum‘ah ad-Dimasyqiyyah
Serba-serbi

Syahid Awal: Ulama Besar Syiah dan Penulis al-Lum‘ah ad-Dimasyqiyyah

Syahid Awal adalah gelar kehormatan bagi Abu ‘Abdillah Syamsuddin Muhammad bin Jamaluddin Makki ‘Amili (734–786 H), salah satu fuqaha terbesar Syiah pada abad ke-8 Hijriah. Ia dikenal sebagai ulama yang memiliki keluasan ilmu fikih, penguasaan lintas mazhab, serta keberanian intelektual yang akhirnya mengantarkannya pada kesyahidan. Ia adalah guru bagi banyak ulama besar setelahnya, dan karya-karyanya—terutama al-Lum‘ah ad-Dimasyqiyyah—hingga kini tetap menjadi rujukan utama dalam pendidikan fikih Syiah. Kedudukan Ilmiah dan Kepribadian Syahid Awal merupakan tokoh sentral dalam tradisi fikih Syiah. Kitab al-Lum‘ah ad-Dimasyqiyyah karya beliau adalah salah satu buku pelajaran fikih paling populer di hauzah ilmiah Syiah, yang selama berabad-abad diajarkan bersama syarah terkenal...
Syahid Tsani: Ulama Besar Syiah yang Menguasai Lima Mazhab Islam
Serba-serbi

Syahid Tsani: Ulama Besar Syiah yang Menguasai Lima Mazhab Islam

Syahid Tsani (زین‌الدین بن نورالدین علی بن احمد عاملی جبعی) atau yang dikenal dengan Zainuddin bin Nuruddin Ali bin Ahmad Amili Juba'i adalah salah satu ulama besar Syiah abad ke-10 Hijriah yang memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah keilmuan Islam. Ia lahir pada tahun 911 H dan wafat sebagai syahid pada 955 atau 965 H. Di kalangan dunia Islam, ia dikenal sebagai seorang faqih, mujtahid, pendidik, dan ilmuwan lintas mazhab yang keilmuannya diakui baik oleh ulama Syiah maupun Ahlusunah. Keistimewaan Syahid Tsani bukan hanya pada keluasan ilmunya, tetapi juga pada keberaniannya mengajarkan dan memberi fatwa berdasarkan lima mazhab Islam: Ja‘fari, Hanafi, Syafi‘i, Maliki, dan Hanbali—sesuatu yang sangat jarang terjadi pada masanya. Kelahiran dan Latar Keluarga Syahid Tsani lah...
Bukti Kebenaran Wilayatul Faqih
Serba-serbi

Bukti Kebenaran Wilayatul Faqih

Konsep Wilayatul Faqih (otoritas kepemimpinan faqih) dalam masa kegaiban Imam Mahdi didasarkan pada tiga jenis bukti besar: 1. Bukti ‘Aqaidiyyah (Teologis / Dasar Akidah) a. Semua otoritas berasal dari Allah Manusia tidak punya otoritas atas manusia lain kecuali jika Allah memberikannya. Karena seluruh otoritas itu hierarkis dari Allah → Nabi → Imam → wakil Imam pada masa kegaiban. Ini membentuk landasan bahwa: jika Allah memerintahkan ketaatan, maka wajib ditaati. b. Sunnatullah: manusia membutuhkan pemimpin Allah mengutus nabi untuk menuntun manusia keluar dari penyimpangan. Setelah nabi wafat, kebutuhan itu tidak hilang → maka ditunjuklah Imam maksum. Karena Imam Mahdi ghaib, maka umat tetap membutuhkan pemimpin sah yang meneruskan fungsi menja...
Fatimah Zahra dan Hari-Hari Fatimiyah
Serba-serbi

Fatimah Zahra dan Hari-Hari Fatimiyah

Fatimah, putri Nabi Muhammad yang dijuluki Zahra, adalah istri Ali bin Abi Thalib serta ibu dari Hasan dan Husain. Ia merupakan satu-satunya anak Nabi Muhammad yang masih hidup hingga dewasa. Menurut sumber sejarah, Fatimah Zahra wafat pada usia 18 tahun. Namun, terdapat perbedaan pendapat mengenai tanggal pasti wafatnya. Beberapa sumber menyebutkan bahwa ia wafat enam bulan setelah meninggalnya Nabi Muhammad, sementara sumber lain menyatakan bahwa ia wafat 30 atau 35 hari setelah wafatnya ayahandanya. Ada pula sumber lain yang menyebutkan tanggal berbeda untuk peristiwa syahadatnya. Saat ini, dua tanggal diperingati sebagai hari wafatnya Fatimah Zahra, dan periode antara kedua tanggal tersebut dikenal sebagai Hari-Hari Fatimiyah. Selama enam hari dalam periode ini, umat Islam di seluruh d...
Kapan Riya Justru Menjadi Sebuah Kewajiban?
Serba-serbi

Kapan Riya Justru Menjadi Sebuah Kewajiban?

Selama ini, konsep Riya—yaitu melakukan perbuatan baik demi mendapat pujian atau pengakuan dari orang lain—seringkali dipandang secara mutlak sebagai penyakit hati dan penghalang pahala. Namun, benarkah setiap tindakan saleh yang terlihat oleh publik selalu merupakan riya yang terlarang? Ternyata, ada kalanya keterlihatan suatu amal justru menjadi sebuah kebutuhan, bahkan bernilai pahala yang besar. Kuncinya terletak pada niat yang mendasarinya. Riya yang Dilarang dan Riya yang Diperlukan Secara etimologi, riya berakar dari kata ru'yah yang berarti melihat. Meski demikian, tidak setiap perbuatan yang terlihat (disaksikan) oleh orang lain disebut riya. Menurut para ulama, riya yang diharamkan memiliki ciri-ciri yang bersifat batin, sebagaimana disarikan dari perkataan Imam Shadi...
Mengkaji Klaim Pertemuan dengan Imam Zaman (ajf)
Serba-serbi

Mengkaji Klaim Pertemuan dengan Imam Zaman (ajf)

Mengkaji Klaim Pertemuan dengan Imam Zaman (ajf)Sudah jelas bahwa menerima kemungkinan pertemuan dengan Imam Zaman (ajf) tidak berarti bahwa setiap orang yang mengaku telah bertemu dengannya dapat dibenarkan. Tidak diragukan lagi, pembenaran mutlak, seperti pengingkaran mutlak, adalah tidak benar. Banyak sekali pendusta dan penipu yang mengaku-aku, dan bersikap naif dalam hal ini sangat berbahaya! Banyak contoh kasus seperti ini yang terlihat dan terdengar di zaman sekarang, yang di sini tidak ada kesempatan untuk menyebutkannya. PertanyaanBerdasarkan Tawqi' (surat) mulia Imam Mahdi (ajf), beliau bersabda: "Barangsiapa yang berkata bahwa dia telah melihatku, maka dia telah berdusta", sementara di sisi lain kita melihat banyak tokoh besar yang meyakini bahwa mereka telah melihat Imam Zam...
Empat Kitab Utama Syiah (Kutub Al-Arba’ah)
Serba-serbi

Empat Kitab Utama Syiah (Kutub Al-Arba’ah)

Empat Kitab Utama Syiah (juga dikenal sebagai Kutub Al-Arba’ah atau Ushul Al-Arba’ah) adalah empat kumpulan kitab hadis penting dalam tradisi Syiah yang menjadi sumber utama ajaran dan hukum setelah Al-Qur’an. Karena bercampurnya hadis-hadis yang sahih dan palsu, tiga ulama besar Syiah mengumpulkan dan menulis empat kitab riwayat yang dikenal sebagai Kutub Al-Arba’ah. Keempat kitab tersebut adalah Al-Kafi, Man La Yahdhuruhu Al-Faqih, Tahdzib Al-Ahkam, dan Al-Istibshar. 1. Al-Kafi Penulis: Syaikh Muhammad bin Ya’qub Al-Kulaini Al-Baghdadi (wafat 328 H). Pandangan tentang Syaikh Al-Kulaini: Taj Al-‘Arus: Al-Kulaini adalah seorang faqih dan ulama besar Syiah pada masa kekhalifahan Al-Muqtadir Billah. Ia dikenal dengan julukan "Silsili" karena tinggal di daerah "Darb Al-Silsil...
Aliran-Aliran dalam Mazhab Syiah
Serba-serbi

Aliran-Aliran dalam Mazhab Syiah

Seluruh aliran dalam Syiah meyakini imamah (kepemimpinan) dan kekhalifahan langsung Imam Ali a.s. setelah Rasulullah saw.. Mereka juga sepakat mengenai kewajiban penunjukan imam oleh Allah, ‘ishmah (kemaksuman) para nabi dan imam dari dosa besar maupun kecil, serta berkeyakinan akan tawalla (cinta kepada wali Allah) dan tabarra (berlepas diri dari musuh-musuh Allah). Tiga aliran utama Syiah yang masih memiliki pengikut signifikan hingga kini adalah: Imamiyah (Itsna ‘Asyariyah/Dua Belas Imam) Zaidiyah Ismailiyah Secara umum, aliran-aliran Syiah dapat dibagi menjadi dua kategori: Aliran yang masih ada dan bertahan hingga kini Aliran yang telah punah atau hilang 1. Imamiyah Itsna ‘Asyariyah (Syiah Dua Belas Imam) Mereka adalah pengikut dua belas imam dari Im...
Dukung Kami Dukung Kami