Minggu, Februari 1

Kisah dan Sejarah Ahlul Bait

Kisah dan Sejarah Ahlul Bait

Shalat Iedul Fitri Imam Ridha as

Ma’mun sempat menyetujui keputramahkotaan Imam Ali Ridha as. Menjelang hari Iedul Fitri, ia meminta Imam untuk memimpin shalat Iedul Fitri. Ia menjawab, “Aku telah berjanji untuk tidak ikut campur urusan pemerintahanmu. Sesungguhnya shalat Ied dan shalat Jum’at adalah perkara penting pemerintahan.” Ma’mun menjawab, “Aku hanya ingin perkara keputramahkotaanmu semakin menetap kuat di hati-hati.” Ia pun terus mendorong Imam untuk mau menerima permintaannya. Imam berkata, “Berhentilah mendorongku seperti ini. Kalau aku harus memimpin shalat, aku akan memimpin sebagaimana datukku Rasulullah saw dan datukku Ali!” “Seperti apapun kau mau, lakukanlah,” kata Ma’mun. Di pagi hari Iedul Fitri sekumpulan pejabat Ma’mun hadir di depan rumah Imam. Masyarakat pun juga demikian, mereka berkumpul menun...
Kisah dan Sejarah Ahlul Bait

Imam Kadhim as dan pengakuan musuh

Ma’mun adalah khalifah dinasti Abbasiah. Ia mengaku mencintai keluarga nabi. Di suatu hari, ia berkata kepada anak buahnya, "Tahukah kalian aku belajar cinta terhadap Ahlul Bait as dari siapa?" Mereka menjawab, "Kami tidak tahu." Ma’mun menjelaskan, "Dari ayahku, khalifah Harun Ar-Rasyid." Semua orang pun heran dan berkata, "Bukannya ayahmu membenci Ahlul Bait as,dan membunuh para imam?" Ma’mun menjelaskan lebih banyak: "Pada suatu hari, aku ikut menjalankan ibadah haji dengan ayahku. Saat itu ia memberi hadiah kepada banyak orang dari kelompok manapun. Kurang lebih ia membagi-bagikan 5000 Dinar kepada mereka. Adapun orang-orang tertentu yang baginya spesial, ia melebihkan untuknya. Tak lama kemudian, datang seseorang bernama Musa Al-Kadzim kepadanya. Harun tergopoh-gopoh menyambutn...
Kisah dan Sejarah Ahlul Bait

Tafsiran Imam Shadiq as tentang sebuah mimpi yang menakutkan

Seseorang bermimpi dan mimpi itu membuatnya ketakutan. Ia khawatir arti mimpinya adalah sesuatu yang sangat buruk baginya. Dalam keadaan khawatir dan ketakutan ia mendatangi Imam Ja’far Shadiq as lalu menceritakan mimpinya. “Aku bermimpi melihat seorang manusia kayu yang menunggangi kuda kayu sambil memegang pedang yang diayun-ayunkan ke atas. Saat aku melihatnya aku begitu ketakutan dan kini aku ingin engkau menafsirkan mimpi itu,” pinta lelaki tersebut kepada Imam Shadiq as. Imam menjawab, “Pasti ada seseorang yang memiliki sebuah harta dan engkau sibuk memikirkan cara untuk mengambil harta itu dari tangannya. Takutlah kepada Allah swt yang menciptakan dan mematikanmu. Tinggalkan niat itu.” Lelaki itu terkesima, kemudian berkata, “Sumpah engkau adalah orang yang memiliki pengetahuan ...
Kisah dan Sejarah Ahlul Bait

Imam Shadiq as dan minuman keras dalam hidangan makan

Manshur Dawaniqi, khalifah waktu itu, sering kali meminta Imam Ja’far Shadiq as untuk datang ke Iraq dengan berbagai macam alasan. Pada suatu hari, saat salah satu pejabat Manshur punya hajat di Iraq, yakni saat itu anaknya dikhitan dan ia mengundang banyak orang untuk merayakannya. Salah satu yang diundang adalah Imam Ja’far Shadiq as. Beliau hadir dalam jamuan makan itu. Suatu saat, ada seseorang yang hadir meminta segelas air. Namun pelayan sebagai ganti memberi air menuang segelas minuman keras untuknya. Begitu Imam Shadiq as melihat peristiwa tersebut, beliau langsung berdiri di tengah makan dan pergi. Beberapa orang mencegah beliau pergi, namun Imam menolak dan berkata, “Barang siapa duduk untuk makan dan di tengah-tengah hidangan itu terdapat minuman keras, laknat Allah atasnya....
Kisah dan Sejarah Ahlul Bait

Pengangguran yang ahli ibadah

Imam Ja’far Shadiq as memiliki seorang murid, yang biasa hadir bersama murid-murid beliau lainnya dalam pengajian-pengajian rutin. Pada suatu masa, beliau tidak pernah lagi melihatnya beberapa hari atau minggu. Imam pun bertanya kepada kawan-kawannya tentang keadaannya. Salah satu dari mereka berkata, “Wahai Imam, keadaan si fulan itu memprihatinkan. Ia begitu miskin dan tidak punya apa-apa.” Imam pun bertanya, “Lalu apa yang ia lakukan?” “Tidak ada yang ia lakukan. Ia hanya diam di rumah sibuk beribadah sepanjang hari dan malam,” jawab kawan si fulan itu. “Lalu bagaimana ia memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya?” tanya sang Imam. Mereka menjawab, “Salah satu sahabatnya menanggung biaya hidupnya.” Mendengar hal itu Imam berkata dengan tegas, “Demi Tuhan, kedudukan kawannya di mata A...
Kisah dan Sejarah Ahlul Bait

Ternyata pahala membebaskan budak mudah diraih

Sudair adalah salah satu sahabat Imam Muhammad Al-Baqir as. Imam bertanya kepadanya, “Wahai Sudair, apakah setiap hari engkau membebaskan budak?” “Tidak,” jawabnya. “Setiap bulan sekali engkau membebaskan budak?” “Tidak.” “Setiap setahun sekali?” “Tidak.” Lalu Imam Baqir as berkata, “Subhanallah. Apakah engkau tidak pernah menggandeng tangan saudaramu di antara pengikut-pengikut kami ke rumahmu untuk kau beri makan hingga kenyang? Demi Allah pahalanya lebih dari pahala membebaskan seorang budak.” Ternyata untuk mendapatkan pahala membebaskan budak kita tidak perlu bersusah payah mencari budak untuk dibebaskan; selain karena saat ini sudah tidak ada lagi budak. Ushul Kafi bab Al-Mushafahah
Kisah dan Sejarah Ahlul Bait

Imam Sajjad dan seorang pelawak

Di Madinah ada seorang pelawak terkenal. Seperti biasa, kesehariannya ia membuat semua orang tertawa. Namun ia sendiri berkata, “Aku tidak pernah bisa membuat lelaki itu (Ali bin Husain, yakni Imam Ali Zainal Abidin as) tertawa.” Pada suatu hari imam berjalan bersama dua pembantunya. Pelawak itu datang mencopot aba’ah (sejenis selendang) yang dikenakan Imam Sajjad as di pundaknya lalu melemparnya ke tanah dan lari. Beliau tidak terlalu mementingkan hal itu. Imam bertanya pada pembantunya, “Siapakah orang itu?” Mereka menjawab, “Seorang pelawak yang dengan pekerjaannya ia membuat orang lain tertawa.” Lalu Imam berkata, “Katakanlah kepadanya, bahwa pada suatu hari Allah Swt akan menyadarkan orang-orang yang melakukan perbuatan tak berguna bahwa dirinya sungguh merugi.”
Kisah dan Sejarah Ahlul Bait

Seorang budak yang tak ingin bebas

Imam Zainal Abidin As-Sajjad as sering membebaskan para budak. Seperti biasa, di hari raya, beliau membeli budak-budak untuk dibebaskannya. Suatu saat, ketika beliau melepas budak-budak yang beliau beli, budak-budak pun terheran, namun juga bahagia. Mereka saling mengucapkan selamat satu sama lain dan berterimakasih kepada sang Imam. Namun ada satu budak yang terlihat bersedih. Kawan-kawannya bertanya kepadanya, "Mengapa kamu tak terlihat bahagia? Apakah kamu tak suka dibebaskan?" Budak itu berkata, "Aku justru lebih bahagia menjadi budak sang Imam karena kebaikannya dan keluhurannya." Imam Sajjad as mencium keningnya lalu memeluknya dan berkata, "Jika engkau ingin tetap tinggal, tinggallah." Akhirnya budak itu terus bersama dengan beliau dan selalu mempelajari akhlak mulia darinya ti...
Kisah dan Sejarah Ahlul Bait

Imam Hasan as dan orang bodoh yang memakinya

Suatu hari seorang penduduk Syam melihat Imam Hasan as sedang menaiki tunggangannya, kemudian orang Syam itu mencela Imam dan Imam tidak membalasnya. Kemudian Imam Hasan as menemuinya dan tertawa, lalu berkata: “Wahai Syeikh, kukira sepertinya engkau orang asing di sini dan sedang kebingungan. Seandainya enggkau mau ditegur, aku akan menegurmu. Dan seandainya engkau meminta padaku, aku akan memberimu. Seandainya engkau meminta hidayah (petunjuk) padaku, aku akan membimbingmu. Jika engkau ada tanggungan, aku akan menanggungnya untukmu. Jika engkau membutuhkan sesuatu, aku akan mencukupimu. Jika engkau lari dari sesuatu, aku akan melindungimu. Jika engkau ada keinginan, aku akan mengabulkannya untukmu. Jika engkau datang pada kami dan menjadi tamu kami sampai kepergianmu, itu lebih baik bagi...
Kisah dan Sejarah Ahlul Bait

Budak dan anjing yang lapar

Pada suatu hari, Imam Hasan as melewati sebuah gang. Di situ ia melihat seorang budak yang sedang memakan potongan roti. Tiap kali budak itu memakan sesuap roti, setelah itu ia melemparkan sesuap pula untuk anjing yang berdiri di dekatnya. Anjing itu pun memakan roti tersebut. Imam Husain as terkesima melihat perbuatan budak itu. Beliau mendatanginya dan bertanya tentang apa maksud perbuatan yang ia lakukan itu. Budak menjawab: "Aku malu di hadapan Allah swt untuk makan dan menjadi kenyang sedangkan anjing itu berdiri dan kelaparan." Imam bertanya: "Siapa pemilikmu wahai budak yang baik?" Seraya menunjuk sebuah rumah pandai besi, budak menjawab: "Tukang besi yang ada di rumah itu." Imam pun membawa budak itu menemui tuannya. Lalu Imam Hasan as berkata kepada pemilik budak: "Apakah en...
Dukung Kami Dukung Kami