Sabtu, Oktober 24

Hari-Hari Fatimiyah: Tradisi Peringatan Wafatnya Sayyidah Fatimah az-Zahra (sa)

Pengertian Hari-Hari Fatimiyah

Hari-hari Fatimiyah (bahasa Arab: ایام فاطمیه) adalah hari-hari ketika kaum Syiah menjalankan tradisi berkabung dan berduka atas wafatnya (syahadah) Sayyidah Fatimah az-Zahra (sa), putri Nabi Muhammad (saw). Karena terdapat dua tanggal yang paling dikenal sebagai waktu syahadah beliau—yaitu 13 Jumadil Ula dan 3 Jumadil Akhir—maka hari-hari peringatan ini dibagi menjadi dua periode:

  • Fatimiyah Pertama: tanggal 11, 12, dan 13 Jumadil Ula
  • Fatimiyah Kedua: tanggal 3, 4, dan 5 Jumadil Akhir

Sebagian sumber lain menyebutkan rentang yang lebih luas: Fatimiyah Pertama dari tanggal 10 hingga 20 Jumadil Ula, dan Fatimiyah Kedua dari tanggal 1 hingga 10 Jumadil Akhir.

Latar Belakang dan Ketidakpastian Tanggal Syahadah

Tanggal pasti wafatnya Sayyidah Fatimah (sa) tidak diketahui secara jelas dan terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Dalam kitab Al-Mausu’ah al-Kubra ‘an Fatimah az-Zahra (sa) karya Ismail Ansari Zanjani (wafat 1388 H/S) disebutkan 21 pendapat mengenai waktu syahadah beliau.

Menurut Sayyid Muhammad Javad Syubairi (lahir 1345 H/S), salah satu penulis Daneshnameh Fatemi, pendapat yang paling masyhur di kalangan Syiah adalah bahwa Sayyidah Fatimah (sa) wafat pada 3 Jumadil Akhir. Pendapat ini disandarkan pada riwayat dari Imam Ja’far ash-Shadiq (as) yang tercatat dalam kitab Dala’il al-Imamah.

Penyelenggaraan Upacara Peringatan

Pada hari-hari Fatimiyah, di berbagai kota di Iran diadakan majelis dan ritual berkabung. Tradisi ini semakin berkembang setelah tanggal 3 Jumadil Akhir ditetapkan sebagai hari libur resmi. Pada tahun 1379 H/S (sekitar tahun 2000 M), atas usulan Ayatullah Wahid Khurasani dan persetujuan pemerintah Republik Islam Iran saat itu, tanggal 3 Jumadil Akhir ditetapkan sebagai hari libur resmi untuk memperingati syahadah Sayyidah Fatimah (sa).

Beberapa marja’ taklid (otoritas keagamaan) terkemuka, seperti Ayatullah Wahid Khurasani dan Ayatullah Lutfullah Shafi Gulpaygani (wafat 1400 H/S), turut hadir dalam arak-arakan berkabung yang bergerak menuju Haram Sayyidah Ma’shumah (sa) di Qom. Selain itu, setiap tahunnya selama lima malam, atas instruksi Ayatullah Sayyid Ali Khamenei (Pemimpin Tertinggi Iran), diadakan majelis rawdhah (pembacaan kisah duka) di Husainiyah Imam Khomeini, Teheran, dan beliau sendiri turut hadir di dalamnya.

Pada momentum yang sama, di beberapa kota di Iran—khususnya Qom—diselenggarakan pameran bertajuk “Kucheh-ha-ye Bani Hasyim” (Gang-Gang Bani Hasyim) untuk kunjungan publik. Pameran ini menampilkan replika dan gambaran berbagai peristiwa penting, seperti Baqi’, Ghadir Khum, dan Fadak.

Penyebaran di Berbagai Negara

Tradisi peringatan Fatimiyah tidak hanya terbatas di Iran. Di Irak, kaum Syiah selain memperingati Fatimiyah Pertama dan Kedua, juga mengadakan majelis berkabung pada tanggal 8 Rabi’ul Akhir. Peringatan ini didasarkan pada riwayat yang menyatakan bahwa Sayyidah Fatimah (sa) wafat 40 hari setelah wafatnya Nabi Muhammad (saw).

Selain itu, upacara peringatan Fatimiyah Kedua juga diselenggarakan di berbagai negara seperti:

  • Pakistan
  • Azerbaijan
  • Tajikistan
  • Australia
  • Pusat-pusat Islam di negara-negara Eropa, seperti Pusat Islam Hamburg dan Pusat Islam Imam Ali Stockholm

Sejarah Tradisi Berkabung untuk Sayyidah Fatimah (sa)

Terdapat laporan-laporan yang menunjukkan bahwa Ahlulbait (as) sendiri telah menjalankan tradisi berkabung untuk Sayyidah Fatimah (sa). Diriwayatkan dari Imam Ja’far ash-Shadiq (as) bahwa beliau mengadakan majelis berkabung untuk Sayyidah Zahra (sa) dan dalam majelisnya beliau mengenang peristiwa keguguran Janin Sayyidah Fatimah (sa), yaitu Sayyidah Muhsin (as), serta peristiwa penganiayaan yang dialami Sayyidah Zahra (sa).

Selain itu, menurut laporan Qadhi Abdul Jabbar al-Mu’tazili (wafat 415 H), sejumlah kelompok Syiah di berbagai wilayah—termasuk Mesir, Damaskus, Baghdad, Ramlah, Akka, Tyre (Shur), Ashkelon, dan Jabal al-Sumaq—telah lama menjalankan tradisi berkabung untuk Sayyidah Zahra (sa) dan putranya, Sayyidah Muhsin (as).

Penutup

Hari-hari Fatimiyah merupakan salah satu momentum penting dalam kalender keagamaan Syiah yang diisi dengan majelis berkabung, ceramah, dan berbagai ritual keagamaan lainnya. Meskipun tanggal pasti syahadah Sayyidah Fatimah (sa) masih menjadi perdebatan, semangat untuk mengenang perjuangan dan pengorbanan beliau tetap terjaga dan diwariskan dari generasi ke generasi di berbagai belahan dunia.

Referensi: wikishia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dukung Kami Dukung Kami