Jumat, September 11

Menghilangkan Pengaruh Jin Tabi‘ dan Qarīn

Pertanyaan
Untuk menghilangkan pengaruh jin tabi‘ dan qarīn terhadap kehidupan dan perilaku manusia, jalan atau amalan apa yang Anda anjurkan? Sebab, sebagian ahli pengobatan herbal berpendapat bahwa masalah ini dapat memengaruhi perilaku manusia serta menyebabkan kelelahan dan kelemahan batin dalam dirinya.

Jawaban Ayatullah al-‘Uzhma Ruhani
Dengan nama-Nya Yang Mahamulia nama-nama-Nya.

Bacalah doa berikut secara terus-menerus setiap pagi dan malam sebanyak tiga kali. Doa ini diriwayatkan dari Imam Ja‘far ash-Shadiq a.s.:

أَصْبَحْتُ اللَّهُمَّ مُعْتَصِما بِذِمَامِكَ الْمَنِيعِ الَّذِي لا يُطَاوَلُ وَ لا يُحَاوَلُ مِنْ شَرِّ كُلِّ غَاشِمٍ وَ طَارِقٍ مِنْ سَائِرِ مَنْ خَلَقْتَ وَ مَا خَلَقْتَ مِنْ خَلْقِكَ الصَّامِتِ وَ النَّاطِقِ فِي جُنَّةٍ مِنْ كُلِّ مَخُوفٍ بِلِبَاسٍ سَابِغَةٍ وَلاءِ أَهْلِ بَيْتِ نَبِيِّكَ مُحْتَجِبا مِنْ كُلِّ قَاصِدٍ لِي إِلَى أَذِيَّةٍ بِجِدَارٍ حَصِينٍ الْإِخْلاصِ فِي الاعْتِرَافِ بِحَقِّهِمْ وَ التَّمَسُّكِ بِحَبْلِهِمْ مُوقِنا أَنَّ الْحَقَّ لَهُمْ وَ مَعَهُمْ وَ فِيهِمْ وَ بِهِمْ أُوَالِي مَنْ وَالَوْا وَ أُجَانِبُ مَنْ جَانَبُوا فَأَعِذْنِي اللَّهُمَّ بِهِمْ مِنْ شَرِّ كُلِّ مَا أَتَّقِيهِ يَا عَظِيمُ حَجَزْتُ الْأَعَادِيَ عَنِّي بِبَدِيعِ السَّمَاوَاتِ وَ الْأَرْضِ إِنَّا جَعَلْنَا مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدّا وَ مِنْ خَلْفِهِمْ سَدّا فَأَغْشَيْنَاهُمْ فَهُمْ لا يُبْصِرُونَ.

Terjemahan:
“Ya Allah, pada pagi ini aku berlindung dan berpegang teguh pada perlindungan-Mu yang kokoh, yang tidak dapat ditandingi dan tidak dapat ditembus, dari kejahatan setiap orang yang berlaku zalim dan setiap yang datang pada malam hari, dari seluruh makhluk yang Engkau ciptakan dan dari segala ciptaan-Mu, baik yang diam maupun yang berbicara.

Aku berada dalam perlindungan dari segala sesuatu yang menakutkan, dengan mengenakan pakaian perlindungan yang sempurna berupa kecintaan dan keberpihakan kepada Ahlulbait Nabi-Mu.

Aku berlindung, terhalang dari setiap orang yang bermaksud menyakitiku, dengan dinding yang kokoh, yaitu keikhlasan dalam mengakui hak mereka dan berpegang teguh kepada tali mereka.

Aku yakin bahwa kebenaran adalah milik mereka, bersama mereka, berada di tengah-tengah mereka, dan melalui mereka.

Aku mencintai dan mendukung orang-orang yang mereka cintai dan dukung, dan aku menjauh dari orang-orang yang mereka jauhi.

Maka, ya Allah Yang Mahaagung, dengan perantaraan mereka, lindungilah aku dari kejahatan segala sesuatu yang aku waspadai.

Wahai Yang Mahaagung, aku menghalangi para musuh dariku dengan keajaiban penciptaan langit dan bumi.

‘Sesungguhnya Kami telah memasang dinding di hadapan mereka dan dinding di belakang mereka, lalu Kami tutup pandangan mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.’”

Catatan: Bagian terakhir doa tersebut merupakan kutipan dari QS. Yasin ayat 9.

Selain itu, bacalah doa berikut yang diriwayatkan dari Imam Hasan al-‘Askari a.s. setelah setiap salat wajib. Dalam sumber tersebut disebutkan bahwa doa ini memiliki pengaruh yang sangat luar biasa:

اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى الصِّدّيقَةِ فاطِمَةَ الزَّكِيَّةِ حَبيبَةِ حَبيبِكَ وَنَبِيِّكَ وَاُمِّ اَحِبّآئِكَ وَاَصْفِيآئِكَ الَّتِى انْتَجَبْتَها وَفَضَّلْتَها وَاخْتَرْتَها عَلى نِسآءِ الْعالَمينَ اَللّهُمَّ كُنِ الطّالِبَ لَها مِمَّنْ ظَلَمَها وَاسْتَخَفَّ بِحَقِّها وَكُنِ الثّائِرَ اَللّهُمَّ بِدَمِ اَوْلادِها اَللّهُمَّ وَكَما جَعَلْتَها اُمَّ اَئِمَّةِ الْهُدى وَحَليلَةَ صاحِبِ اللِّوآءِ وَالْكَريمَةَ عِنْدَ الْمَلاَءِ الاَْعْلى فَصَلِّ عَلَيْها وَعَلى اُمِّها صَلوةً تُكْرِمُ بِها وَجْهَ اَبيها مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَتُقِرُّ بِها اَعْيُنَ ذُرِّيَّتِها وَاَبْلِغْهُمْ عَنّى فى هذِهِ السّاعَةِ اَفْضَلَ التَّحِيَّةِ وَالسّلامِ

Terjemahan
“Ya Allah, limpahkanlah salawat kepada ash-Shiddiqah Fathimah az-Zakiyyah, kekasih dari kekasih-Mu dan Nabi-Mu, serta ibu dari orang-orang yang Engkau cintai dan orang-orang pilihan-Mu.

Dialah wanita yang telah Engkau pilih, Engkau muliakan, dan Engkau utamakan di atas seluruh wanita di alam semesta.

Ya Allah, jadilah Engkau pihak yang menuntut keadilan baginya terhadap orang-orang yang menzaliminya dan meremehkan haknya.

Dan jadilah Engkau penuntut balas, ya Allah, atas darah anak-anaknya.

Ya Allah, sebagaimana Engkau menjadikannya sebagai ibu para Imam petunjuk, sebagai istri dari pemegang panji, dan sebagai wanita yang mulia di sisi alam malakut yang tertinggi,

maka limpahkanlah salawat kepadanya dan kepada ibunya dengan suatu salawat yang dengannya Engkau memuliakan wajah ayahnya, Muhammad — semoga Allah melimpahkan salawat dan salam kepadanya dan keluarganya —

dan dengan salawat itu Engkau menyejukkan serta menggembirakan mata keturunannya.

Sampaikanlah kepada mereka dariku, pada saat ini, penghormatan dan salam yang paling utama.”

Referensi: Situs Ayatullah Sayid Muhammad Sadiq Ruhani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dukung Kami Dukung Kami