Minggu, Februari 1

Serba-serbi

Serba-serbi

Perbudakan dalam Islam

Tanya: Sebelumnya, saya pernah bertanya mengenai perbudakan dalam Islam, kemudian Anda menyarankan agar saya merujuk kitab Tafsir Al-Mizan jilid keenam. Akan tetapi setelah merujuk kitab itu, persoalan saya masih saja belum terselesaikan. Saya pernah bertanya, kenapa di masa-masa awal berdirinya Islam, berbudakan dibolehkan atas dasar situasi dan kondisi waktu itu, padahal kita sadar bahwa pemikiran manusia semakin hari semakin berkembang, dan pada suatu hari nanti akan datang masa yang umat manusia sangat membenci perbudakan. Selain itu, memang perbudakan secara rasional tidak dapat diterima, karena dengan perbudakan, sebagian orang menguasai sebagian yang lain dan mengekang kebebasannya. Begitu juga, kalaulah ada orang kafir, misalnya, yang telah menjadi budak dan hidup di lingkungan Is...
Serba-serbi

Syafaat orang-orang yang bertauhid

Tanya: Dalam kitab Al-Tauhid karya Syeikh Shoduq, tepatnya ketika memberikan penjelasan mengenai orang-orang yang bertauhid, membawakan sebuah riwayat dari Nabi Muhammad Saw yang berbunyi, “Dan sesungguhnya orang-orang yang bertauhid akan memberikan syafaat ....”[1] Siapakah yang akan menerima syafaat dari mereka? Apakah orang-orang yang tidak bertauhid? Saya tahu, itu tidak mungkin. Oleh karenanya, sudi kiranya Anda memberi sedikit penjelasan. Jawab: dalam riwayat “Dan sesungguhnya orang-orang yang bertauhid akan memberikan syafaat ..." terdapat dua penafsiran. Pertama, yang dimaksud dengan orang-orang yang bertauhid adalah ahli tauhid dan ulama yang telah mencapai tingkat kesempurnaan sebagaimana ayat ini: "Orang-orang yang menyembah selain-Nya tidak dapat memberikan syafaat kecuali or...
Serba-serbi

Kedudukan Rasulullah saw di atas para nabi

Tanya: Apakah ada ayat Al-Qur’an selain ayat Khatam yang dapat dijadikan bukti untuk menetapkan kedudukan Nabi Muhammad Saw sebagai nabi terakhir dan lebih utama di atas para nabi yang lain? Jawab: Sebagaimana ayat “... akan tetapi rasul Allah dan penutup para nabi ..."[1] menerangkan akhir kenabian pada Nabi Muhammad Saw, begitu pula ayat-ayat yang menerangkan harus dijalankannya ajaran Islam sampai Hari Kiamat, seperti ayat yang berbunyi, “... telah diwahyukan kepadaku Al -Qur’an ini supaya aku memperingatkan kalian dan orang-orang yang mana Al-Qur’an sampai kepada mereka ...”[2] Dan ayat, “... dan sesungguhnya (Al-Qur’an) adalah kitab mulia. Tak ada kebatilan sedikitpun yang datang darinya ...”[3] Karena, kalau saja agama Islam adalah ajaran yang harus dijalankan sampai Hari Kiamat,...
Serba-serbi

Apakah manusia sudah tidak membutuhkan wahyu?

Tanya: Kalau saja ada sebuah pertanyaan seperti ini: jika semua maujud membutuhkan penyempurnaan diri, maka mengapa Nabi Muhammad Saw bersabda, “Aku adalah akhir para nabi.”? barangkali ada orang yang menjawabnya seperti ini: di saat kita mendengar Nabi Muhammad Saw bersabda, “Aku adalah akhir para nabi.” bukan berarti beliau hendak mengatakan, “Segala yang telah aku bawa cukup bagi kalian sampai hari kiamat kelak.” Tapi sebenarnya maksud perkataan beliau tentang keberadaannya sebagai akhir para nabi adalah: selama ini, manusia perlu diberi petunjuk melalui wahyu-wahyu langit dan membutuhkan hal-hal yang berada di luar jangkauan akal mereka. Tapi sekarang, abad ketujuh Masehi, setelah datangnya peradaban Yunani dan Romawi, peradaban Islam dan Al-Qur’an, Injil dan Taurat, umat manusia telah...
Serba-serbi

Bagaimana Islam beradaptasi dengan zaman?

Tanya: Apakah Anda sependapat dengan kami bahwa Islam adalah agama yang tidak sesuai dengan zaman sekarang dan tidak mampu beradaptasi dengan tuntutan dinamika? Jawab: Pernyataan “Islam adalah agama yang tidak sesuai dengan zaman sekarang dan tidak mampu meyesuaikan diri dengan tuntutan tempat dan zaman” adalah pernyataan tak beralasan dan tidak masuk akal. Ucapan seperti ini lebih mirip dengan ucapan yang keluar dari bibir penyair dari pada seorang filsuf. Zaman tidak dapat menciptakan perubahan total yang menyebabkan berubahnya semua hukum-hukum kehidupan yang harus dijalankan umat manusia. Siang dan malam yang kita rasakan di hari ini sama seperti siang dan malam ribuan tahun yang lalu. Tanah, langit, udara, dan selainnya, sama seperti yang pernah ada ribuan tahun yang lalu. Yang berub...
Serba-serbi

Islam dan pendidikan

Islam dari segi keberadaannya sebagai agama yang universal dan tidak diperuntukkan khusus untuk orang-orang tertentu serta waktu dan tempat yang terbatas, telah menjadikan “manusia alami” sebagai sasaran didikannya. Yakni Islam menjadikan pokok kemanusiaan manusia sebagai objek pendidikan. Pokok kemanusiaan manusia adalah inti kemanusiaan yang dimiliki oleh semua makhluk yang bernama manusia; baik dari Arab maupun dari Ajam, berkulit hitam atau berkulit putih, pengemis atau orang kaya, orang lemah atau orang kuat, lelaki atau wanita, tua atau muda, pandai atau bodoh. Manusia alami adalah manusia yang memiliki fitrah pemberian Tuhan dan jiwa suci yang belum ternodai kotoran dan khayalan nafsu. manusia seperti inilah yang juga kami sebut sebagai manusia fitri. Sama sekali tiada keraguan ba...
Serba-serbi

Bagaimana Islam menjawab tuntutan zaman?

Ketika berbicara tentang masyarakat dan kehidupan sosial, kita pasti menyadari bahwa setiap manusia selalu memiliki kebutuhan hidup. Kita akui bahwa dengan sendirinya ia tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup tersebut. Oleh karenanya, umat manusia terdesak untuk memilih hidup secara berkelompok dan bersama-sama. Dengan demikian, lahirlah kehidupan sosial. Jika kita juga berbicara mengenai hak-hak asasi manusia, kita juga akan menyadari bahwa sekelompok manusia yang hidup bersama akan mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup ketika mereka telah menciptakan aturan-aturan yang berkaitan dengan kebutuhan-kebutuhan tersebut. Dengan adanya peraturan-peraturan yang harus dijalankan semua orang ini, setiap orang dapat menerima hak-haknya, menikmati hidup dengan senang, dan mengambil...
Serba-serbi

Islam dam kebutuhan sepanjang masa manusia

Nilai sebuah permasalahan yang sedang dibahas dan diteliti kebenaran atau kebatilannya bergantung pada nilai realitas permasalahan tersebut jika sekiranya dipraktekkan. Yakni nilai lebih sebuah permasalahan ditentukan oleh ampak-dampak yang akan muncul darinya ketika diamalkan. Tentunya jika dampak-dampak tersebut sangat berguna bagi kehidupan umat manusia sehari-hari, maka permasalahan tersebut lebih bernilai untuk dibahas. Seseorang yang bodoh mungkin saja mengira bahwa makan dan minum sama nilainya dengan nilai kehidupan itu sendiri. Yakni, baginya nilai kehidupan—nikmat dan karunia yang sangat berharga—sama dengan nilai makanan dan minuman. Orang yang pintar tidak berpikiran sedemikan rupa. Mungkin ada seseorang yang kelihatannya berpikiran sederhana, padahal itu luar biasa. Ia berpik...
Serba-serbi

Apakah Islam mencegah manusia untuk maju?

Tanya: sejenak saja kita merujuk kemajuan dunia dan pencapaiannya di era modern ini, apakah dapat dipercaya bahwa Islam mampu mengelola tata kehidupan umat manusia dan memenuhi segala hal yang dibutuhkan? Bukankah berkat pencapaian ilmu pengetahuan umat manusia, kini mereka telah mampu menjelajahi ruang angkasa dan meneliti benda-benda langit di sana? Apakah masih belum saatnya manusia diperkenankan untuk meninggalkan agama dan ajaran-ajaran kunonya? Mengapa manusia tidak dibiarkan untuk memilih cara baru dalam menikmati hidupnya yang berharga ini? Mengapa agama mencegah manusia dari memfokuskan pikirannya dalam rangka mengembangkan penemuan-penemuan yang begitu spektakuler ini? Jawab: Sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, kiranya perlu saya jelaskan beberapa permasalahan. Meman...
Serba-serbi

Perbandingan sikap Imam Hasan as dan Imam Husain as terhadap musuh mereka

Hasan bin Ali memilih berdamai dengan Muawiyah padahal ia memiliki banyak pasukan. Namun adiknya, Husain bin Ali memerangi Yazid padahal ia tidak memiliki banyak pasukan dan ia bisa berdamai. Pasti salah satu di antara mereka berdua salah. Syiah telah mengkafirkan sebagian pembesar Ahlul Bait, seperti Abbas dan anaknya Abdullah. Syiah juga membenci keturunan putri-putri nabi selain yang dari Fathimah dan berkata bahwa mereka bukanlah putri-putri nabi. Lalu mana kecintaan mereka terhadap Ahlul Bait? Jawaban: Ada dua pertanyaan yang tidak berkaitan satu sama lain dalam pertanyaan ini. Mengapa Hasan as berdamai sedangkan Husain as berperang? Syiah tidak mencintai sebagian Ahlul Bait nabi. Syiah meyakini bahwa ayat yang berbunyi: “Barang siapa di dunia ini buta maka di akhirat ia juga ...
Dukung Kami Dukung Kami