Minggu, Februari 1

Serba-serbi

Serba-serbi

Mengapa Imam Ali as sendiri membai’at Abu Bakar?

Ali sejak sebelumnya pasti tahu bahwa ia adalah khalifah Tuhan setelah nabi. Lalu mengapa ia membai'at Abu Bakar, Umar dan Utsman? Jika ia tidak mempunyai kekuatan untuk melawan, maka dia bukan khalifah Tuhan. Jika punya, mengapa tidak menggunakan kekuatan itu? Bukankah itu penghianatan? Apa jawaban anda? Jawaban: Dalam sejarah tidak pernah tercatat bahwa Ali bin Abi Thalib membai'at Umar dan Utsman. Karena kekhilafahan Umar bin Khattab telah ditentukan oleh Abu Bakar. Orang-orang banyak yang menanyai Abu Bakar, "Mengapa engkau memilih seseorang yang berwatak keras untuk menjadi khalifah? Kelak ia akan menjadi semakin keras dengan begitu. Apa yang akan kau jawab di hadapan Tuhan nanti karena telah menjadikan orang sepertinya sebagai khalifah kami?" Abu Bakar menjawab mereka, "Jawabanku...
Serba-serbi

Apa maksud nama-nama seperti Abdul Husain?

Manusia hanya hamba Tuhannya. Namun mengapa sering terdengar di antara kalian ada yang bernama "Abdul Husain", dan...? Jawaban: Penghambaan memiliki banyak makna yang berbeda: Penghambaan ('Ubudiyah) yang menjadi lawan kata Ketuhanan (Uluhiyah): Penghambaan ini berarti ke-dimiliki-an yang mencakup seluruh makhluk hidup. Yakni mereka semuah adalah milik Tuhan dan hamba-Nya. Karena Ia adalah pencipta seluruh makhluk. Penghambaan dalam artian seperti ini hanya untuk Allah Swt. Oleh karena itu kita memberi nama anak-anak kita seperti Abdullah (hamba Allah), dan lain sebagainya. Mengenai penghambaan dalam artian ini, Allah Swt berfirman: "Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba."[1] Ia juga berfirman: "Berka...
Serba-serbi

Bukankah banyak riwayat Al-Kafi yang lemah?

Apakah kitab Al Kafi merupakan Syarah dan penafsir Al Qur'an? Padahal kebanyakan riwayat-riwayat Al Kafi adalah Dha'if (lemah). Jawaban: Trik mereka adalah menuduh, lalu mempertanyakan. Pertama, atas dasar apa anda menyatakan bahwa kebanyakan riwayat-riwayat Al Kafi adalah Dha'if? Riwayat-riwayat yang ada dalam Al Kafi ada empat macam: Shahih, Muwatsaq, Hasan, Dha'if. Ketika Syiah sendiri telah membagi riwayat-riwayat penting mereka menjadi empat bagian seperti di atas, itu menunjukkan bahwa Syiah menerima realita yang ada mengenai riwayat-riwayat mereka. Karena bagi kami tidak ada satupun kitab yang Shahih selain Al Qur'an. Adapun kitab-kitab lainnya, kita perlu teliti dan membedahnya. Allamah Majlisi dalam kitab Mir'at Al 'Uqul telah menentukan keempat macam riwayat terse...
Serba-serbi

Mengapa Imam Ali as diam saja saat Umar bin Khattab melarang nabi menulis wasiat?

Sesaat sebelum kepergian Rasulullah Saw ketika beliau meminta untuk dibawakan pena dan kertas agar dapat menuliskan wasiatnya, lalu Umar bin Khattab mencegahnya untuk menulis wasiat, mengapa Ali bin Abi Thalib diam saja? Jawaban: Mari kita simak apa yang dikatakan oleh Ibnu Abbas: "Rasulullah Saw pada hari kamis, sesaat sebelum ia meninggalkan dunia fana ini, berkata: "Bawakanlah aku pena beserta tintanya agar aku dapat menuliskan sesuatu untuk kalian supaya kalian tidak akan tersesat setelahku."[1] Namun sebagian dari orang-orang yang hadir di situ bangkit tidak setuju dengan penulisan wasiat itu. Umar bin Khattab berkata, "Rasa sakit begitu menguasai Rasulullah Saw." Dalam riwayat lain ditukil bahwa ia berkata, "Rasulullah Saw telah mengigau." Para sahabat bercekcok satu sama lain. R...
Serba-serbi

Mengapa sahabat-sahabat nabi yang hadir di Ghadir Khum diam saja?

Mengapa sahabat-sahabat yang pernah hadir dalam peristiwa Ghadir dan juga membai'at Ali di hari itu kini tidak protes saat melihat kekhilafahan Ali dirampas oleh orang lain? Jawaban: Sepertinya penanya tidak pernah banyak membaca mengenai sejarah Islam. Dari mana ia tahu bahaw para sahabat tidak memprotes perampasan kekhilafahan itu? Saya di sini tidak ingin menyebutkan terlalu banyak contoh; hanya beberapa saja perlu saya sebutkan. Coba kita merujuk pada kitab Al Ghadir. Di situ ada 22 perdebatan para sahabat dan Tabi'in seputar masalah itu.[1] Yang paling seru saat hubungan Mu'awiyah dengan 'Amr bin 'Ash mulai renggang. Putra 'Ash saat menjawab surat Mu'awiyah berkata: "Celaka engkau wahai Mu'awiyah... Sungguh Rasulullah Saw telah bersabda di hari Ghadir: "Barang siapa menjadikan ...
Serba-serbi

Mengapa Syiah menyayat kepalanya sendiri saat berduka?

Apa hukum orang-orang Syiah yang menyayat kepalanya dengan benda-benda tajam dalam memperingati hari Asyura? Jawaban: Sebelumnya telah dijelaskan, bahwa usaha Syiah dalam memperingati hari Asyura bertujuan untuk menghidupkan ajaran Ahlul Bait dan memajang tinggi kejahatan Bani Umayah dan Bani Abbas terhadap keluarga nabi. Itu termasuk dari dakwah kepada ajaran Ilahi. Namun tidak dipungkiri bahwa ada golongan-golongan tertentu yang berlebihan dalam menjalani ajaran mazhabnya yang mana itu dilarang dan diharamkan; tidak ada satu alim pun yang membenarkan mereka. Kini giliran saya bertanya kepada si penanya yang jelasnya Wahabi ini: Tahun lalu ada seorang remaja dari Jordania membawa bom di dalam pakaiannya lalu memasuki sebuah acara pernikahan yang diadakan di Iraq lalu meledakkan diriny...
Serba-serbi

Mengapa Syiah melukai diri saat berduka?

Dalam riwayat-riwayat Syiah disebutkan bahwa kita harus bersabar dalam musibah. Kita tidak boleh melakukan hal-hal yang tidak menunjukkan kesabaran seperti memukul-mukul diri sendiri. Namun mengapa Syiah tidak mengamalkan riwayat-riwayat tersebut dalam hari-hari berduka? Jawaban: Perlu dibedakan antara menangis dan bersedih karena kehilangan orang yang dicintai dengan menyobek-nyobek pakaian dan mencakar muka. Manusia yang normal, secara naluriah pasti bersedih jika ditinggal orang yang dicintai. Begitu pula para nabi dan sahabat-sahabatnya. Rasulullah Saw saat kehilangan putranya yang bernama Ibrahim berkata, "Mata ini menangis. Air mata bertumpahan. Hati terbakar."[1] Di perang Uhud saat Hamzah paman nabi gugur. Shafiyah putri Abdul Muthallib berlari menuju Rasulullah Saw untuk meng...
Serba-serbi

Mushaf Fathimah bukanlah Al-Qur’an Syiah yang berbeda

Kami membaca dalam Al Kafi bahwa Syiah memiliki suatu kitab yang disebut Mushaf Fathimah. Yang kami fahami dari Al Kafi, Mushaf Fathimah adalah Al Qur'an-nya orang Syiah. Benarkah itu? Jawaban: Tidak, tidak demikian. Bukan seperti itu maksud dari apa yang disebutkan dalam Al Kafi. Hadits dalam Al Kafi tersebut hanya sekedar menjelaskan sesuatu yang bernama Mushaf Fathimah. Mushaf tidak berarti Al Qur'an. Mushaf berasal dari kata Shahifah yang berarti lembaran, yang artinya Mushaf adalah kumpulan lembaran-lembaran; tidak harus berarti Al Qur'an. Dalam Al Qur'an disebutkan: "Saat itu lembaran-lembaran amal perbuatan telah disebarkan."[1] "(hal) ini telah disebutkan dalam lembaran-lembaran terdahulu, dalam kitab Ibrahim dan Musa."[2] Dalam sejarah dapat kita baca bahwa yang disebut mu...
Serba-serbi

Perdamaian Imam Hasan as dengan Muawiyah

Mengapa Hasan putra Ali memilih untuk berdamai dengan Mu'awiyah? Sedangkan ia memiliki kekuatan yang besar dan ia mampu untuk berperang. Namun Husain, ia tidak memiliki kekuatan apapun tetapi bangkit melawan Yazid. Apakah salah satu di antara mereka salah memberikan keputusan? Jawaban: Sungguh aneh. Bukankah kalian selalu mengelu-elukan para pendahulu dan sahabat-sahabat nabi dan menganggap mereka selalu terlepas dari kesalahan? Bukankah Hasan dan Husain termasuk orang-orang terdahulu? Mengapa harus kita pakasakan untuk berkata bahwa salah satu di antara mereka salah? Orang yang berfikiran seperti pertanyaan di ata lebih layak disebut Nasibi daripada Salafi. Karena Salafi menganggap semua sahabat nabi sebagai orang terhormat dan terjauhkan dari kesalahan yang fatal. Namun si penanya sa...
Serba-serbi

Mana ilmu ghaib para imam Ahlul bait as?

Menurut pendapat Syiah, para Imam maksum mereka adalah orang-orang yang mengetahui ilmu ghaib. Mereka tahu bagaimana mereka akan mati dan mereka mati dengan ikhtiar dan kehendak sendiri. Lalu apakah seorang Imam yang meminum minuman beracun berarti telah bunuh diri? Jawaban: Pertama, terkadang dapat dikata bahwa kematian di jalan Tuhan bagi seoang Imam adalah suatu tugas, bahkan itu merupakan bentuk kepasrahan kepada kehendak Tuhan. Husain bin Ali dengan penuh kesadaran ia memilih untuk menuju Karbala padahal ia tahu dengan jelas ia akan mati di sana. Namun kematian itu baginya merupakan tugas yang harus diselesaikan. Kini terbukti dengan kematian Husain bin Ali kedok tersingkap dan wajah busuk Bani Umayah terpajang jelas. Dengan kematiannya pun beliau telah menjadi motivator untuk para...
Dukung Kami Dukung Kami