Bulan Ramadhan adalah musim semi Al-Qur’an, saat jiwa-jiwa orang beriman dipenuhi aroma menyegarkan dari ayat-ayat Ilahi. Rasulullah ﷺ menyebut Ahlul Bait-Nya sebagai pendamping Al-Qur’an, sehingga Ramadhan tidak hanya menjadi musim semi Al-Qur’an tetapi juga musim semi kepemimpinan (wilayah) dan kesetiaan (wilayah Imam). Oleh karena itu, sebagaimana bulan Ramadhan memanggil manusia untuk mendekat kepada Al-Qur’an, bulan ini juga memanggil para pencari kebenaran untuk mendekat kepada wilayah dan kepemimpinan Imam. Hal ini dapat dilihat jelas dalam doa-doa khusus bulan Ramadhan yang berkaitan dengan Imam Mahdi (ajjalallāhu ta‘ālā farajahu al-syarīf).
Daftar Isi
- Doa di Sepanjang Bulan Ramadhan
1.1 Riwayat dari Imam Reza - Menolong Sesama Mukmin
2.1 Riwayat Imam Sajjad dan Imam Baqir
2.2 Riwayat dari Syaikh Kulaini
2.2.1 Petunjuk Hadis dan Malam Lailatul Qadr
2.3 Riwayat dari Sayyid bin Thawus - Doa di Malam ke-6 Ramadhan
- Doa di Hari ke-8 Ramadhan
- Doa di Malam ke-12 Ramadhan
- Doa di Hari ke-13 Ramadhan
- Doa di Hari ke-18 dan Malam ke-19 Ramadhan
- Doa di Hari ke-21 Ramadhan
8.1 Doa Imam Shadiq saat Sujud
8.2 Bertanya tentang Pemilik Kebaikan dan Kemunculan Imam - Catatan Kaki
- Sumber
1. Doa di Sepanjang Bulan Ramadhan
Beberapa doa bulan Ramadhan dicatat dalam Kitab Mikyal Al-Makarem. Disebutkan bahwa salah satu waktu yang dianjurkan untuk berdoa bagi Imam Mahdi adalah seluruh bulan Ramadhan, terutama pada malam-malamnya. Bulan ini merupakan musim semi berdoa, sehingga doa-doa yang dipanjatkan pada bulan ini sangat berharga dan mencakup kebutuhan dunia dan akhirat. Imam Mahdi sendiri menganjurkan pembacaan doa Iftitah pada malam-malam Ramadhan, doa yang sangat berharga dan lengkap.
1.1 Riwayat dari Imam Reza
Imam Reza ﷺ menekankan keutamaan bulan Ramadhan:
- Amalan baik diterima dan dosa diampuni.
- Membaca satu ayat Al-Qur’an pada Ramadhan setara dengan khatam Al-Qur’an di bulan lain.
- Tersenyum kepada sesama mukmin akan membawa kegembiraan di Hari Kiamat.
- Menolong sesama mukmin akan membuat Allah menolong orang tersebut melewati titian amal dan hisab.
- Menahan amarah dan membantu yang tertindas membawa keberkahan dan perlindungan dari siksa Allah.
Ramadhan adalah bulan keberkahan, rahmat, ampunan, dan kesempatan kembali kepada Allah. Oleh karena itu, memohon agar Allah menerima puasa kita dan memberi kita kesempatan untuk terus beribadah di bulan-bulan berikutnya sangat dianjurkan.
2. Menolong Sesama Mukmin
Menolong sesama mukmin merupakan salah satu bentuk mendukung kemunculan Imam Mahdi, karena menolong Imam adalah bentuk paling utama dari menolong sesama.
2.1 Riwayat Imam Sajjad dan Imam Baqir
Dalam kitab Iqbal dan Zad Al-Ma’ad, Imam Sajjad dan Imam Baqir ﷺ menyebutkan doa:
“Ya Allah, ini bulan Ramadhan… aku memohon kepada-Mu agar Engkau menolong khalifah Muhammad, wali Muhammad, dan orang yang tegak menegakkan keadilan dari para wali Muhammad…”
Doa ini menekankan pentingnya menolong Imam Mahdi selama bulan Ramadhan.
2.2 Riwayat dari Syaikh Kulaini
Syaikh Kulaini meriwayatkan doa yang dibaca pada malam ke-23 Ramadhan, baik saat sujud maupun berdiri, mengulangnya sebanyak mungkin sepanjang hidup:
“Ya Allah, jadikan wali-Mu, Hujjat bin Al-Hasan, sebagai pelindung, penolong, pemimpin, dan panduan hingga Engkau menjadikannya penguasa di bumi dan memberinya kemakmuran…”
2.2.1 Petunjuk Hadis dan Malam Lailatul Qadr
Malam ke-23 Ramadhan memiliki keutamaan khusus, disebut sebagai Lailatul Qadr, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Malaikat turun dan pintu rahmat dibuka, sehingga doa pada malam ini lebih mudah dikabulkan.
2.3 Riwayat dari Sayyid bin Thawus
Sayyid bin Thawus meriwayatkan doa panjang untuk Imam Mahdi:
“Ya Allah, jadikan Hujjat bin Al-Hasan wali, pelindung, pemimpin, penolong, dan panduannya, hingga Engkau menjadikannya penguasa di seluruh bumi dan anugerahkan panjang umur dan kemakmuran baginya…”
Doa ini juga memohon agar segala kebaikan dunia dan akhirat diberikan, dan segala pemberian Allah ditingkatkan.
3. Doa di Malam ke-6 Ramadhan
Doa pada malam ini menyebutkan pujian kepada Allah, permohonan agar dosa dijauhkan, doa untuk Muhammad ﷺ dan Ahlul Bait-Nya, serta memohon kebahagiaan dan perlindungan. Doa ini juga memohon pertolongan terhadap musuh dan penguatan iman.
4. Doa di Hari ke-8 Ramadhan
Doa ini menekankan wilayah dan kesetiaan kepada Rasulullah ﷺ dan Ahlul Bait-Nya. Memohon agar Allah menjadikan pembaca doa termasuk golongan yang dekat dengan-Nya di dunia dan akhirat serta memohon agar masuk ke dalam ahli wilayah.
5. Doa di Malam ke-12 Ramadhan
Doa ini meminta Allah menerima puasa dan qiyam, membebaskan dari api neraka, memberikan hati yang baik, rezeki yang luas, dan menempatkan pembaca doa dekat dengan Hawd Nabi ﷺ, serta mempercepat kemunculan Imam Mahdi.
6. Doa di Hari ke-13 Ramadhan
Doa ini menekankan ketaatan dan wilayah kepada Imam Mahdi serta Ahlul Bait-Nya. Memohon agar semua musuh dikalahkan, dan pembaca doa, keluarga, serta keturunan termasuk orang yang menolong Imam Mahdi di dunia dan akhirat.
7. Doa di Hari ke-18 dan Malam ke-19 Ramadhan
Doa-doa pada waktu ini menekankan perhatian dan doa untuk Imam Mahdi, menunjukkan bahwa Allah selalu menolong hamba-Nya.
8. Doa di Hari ke-21 Ramadhan
8.1 Doa Imam Shadiq saat Sujud
Setelah shalat Subuh, Imam Shadiq ﷺ membaca doa panjang saat sujud, memohon:
- Agar Allah menjadikan dirinya termasuk hamba yang beruntung.
- Agar dosa-dosa diampuni.
- Agar Imam Mahdi muncul dan menolong orang beriman.
- Memohon agar segala kebutuhan dunia dan akhirat diberikan.
8.2 Bertanya tentang Pemilik Kebaikan dan Kemunculan Imam
Ketika ditanya tentang siapa yang dimaksud dengan doa untuk kemunculan Imam, dijawab bahwa itu adalah Qa’im Ahlul Bait, dengan tanda-tanda tertentu seperti gerhana matahari dan bulan pada hari ke-23, serta bencana yang menimpa Mesir.
9. Catatan Kaki
- Musavi Esfahani, Sayyid Muhammad Taqi, Mikyal Al-Makarem, Jilid 2, hal. 78–89.
- Majlisi, Muhammad Baqir, Bihar Al-Anwar, Jilid 96, hal. 341.
- Kulaini, Muhammad bin Ya’qub, Usul Al-Kafi, Jilid 4, hal. 162.
- Kulaini, Muhammad bin Ya’qub, Usul Al-Kafi, Jilid 2, hal. 629.
- Al-Qur’an, Surah Al-Qadr (97), Ayat 1.
- Ibn Thawus, Ali bin Musa, Iqbal Al-A’mal, hal. 128.
- Ibn Thawus, Ali bin Musa, Iqbal Al-A’mal, hal. 133.
- Ibn Thawus, Ali bin Musa, Iqbal Al-A’mal, hal. 141.
- Ibn Thawus, Ali bin Musa, Iqbal Al-A’mal, hal. 200–201.
Sumber: wikifeqh

Dukung Kami