Jumat, Januari 2

Bukti Historis Kelahiran Imam Ali (a.s.) di Ka’bah dan Kajian tentang Penyebutan Nama Beliau dalam Al-Qur’an

Tanggal 13 Rajab bertepatan dengan hari kelahiran salah satu tokoh terbesar dalam sejarah Islam dan kemanusiaan, Amirul Mukminin Imam Ali bin Abi Thalib (a.s.). Beliau adalah satu-satunya manusia yang dilahirkan di dalam Ka’bah, rumah suci Allah. Keistimewaan ini tidak hanya menjadi kebanggaan umat Syiah, tetapi juga diakui secara luas oleh para sejarawan, ulama, dan ahli hadis dari kalangan Ahlusunah.

Peristiwa kelahiran Imam Ali (a.s.) memiliki karakteristik unik, baik dari segi waktu, tempat, maupun kondisi kelahirannya, sehingga menarik perhatian para ulama lintas mazhab sepanjang sejarah Islam. Oleh sebab itu, berbagai kitab klasik Syiah dan Sunni mencatat peristiwa ini sebagai sebuah keutamaan (fadhilah) eksklusif yang dianugerahkan Allah kepada Imam Ali (a.s.).

Kesaksian Historis tentang Kelahiran Imam Ali (a.s.) di Dalam Ka’bah

Berdasarkan penelusuran literatur klasik Islam, setidaknya terdapat 13 ulama dan sejarawan besar—terdiri dari 5 tokoh Syiah dan 8 tokoh Ahlusunah—yang secara tegas menyatakan bahwa Imam Ali (a.s.) lahir di dalam Ka’bah.

Sumber-Sumber Syiah

  1. Al-Kafi – Syaikh al-Kulaini
    Dalam kitab ini disebutkan bahwa Amirul Mukminin lahir pada tahun ke-30 setelah Tahun Gajah (عام الفیل). Riwayat dari Imam Ja’far ash-Shadiq (a.s.) menyebutkan bahwa usia Imam Ali (a.s.) terpaut 30 tahun dengan Rasulullah ﷺ.
  2. Khasha’ish al-Amir al-Mu’minin – Sayyid Syarif ar-Radhi
    Menyatakan bahwa Imam Ali (a.s.) dilahirkan pada 13 Rajab, tahun ke-30 setelah Tahun Gajah, di Baitullah (Ka’bah).
  3. Al-Irsyad – Syaikh al-Mufid
    Dijelaskan bahwa Imam Ali bin Abi Thalib (a.s.) lahir pada hari Jumat, 13 Rajab, di dalam Ka’bah, dan tidak ada seorang pun sebelum atau sesudah beliau yang lahir di tempat tersebut. Hal ini disebut sebagai kemuliaan khusus dari Allah untuk meninggikan kedudukan beliau.
  4. Tarikh Qum – Hasan bin Muhammad al-Qumi
    Menyebutkan dua pendapat tahun kelahiran (30 atau 28 Tahun Gajah), namun keduanya sepakat bahwa kelahiran tersebut terjadi di dalam Ka’bah. Riwayat ini juga dinukil dari Ibnu Abbas.
  5. Manaqib Aali Abi Thalib – Ibnu Syahr Asyub
    Mengutip riwayat panjang dari Rasulullah ﷺ yang menggambarkan bahwa kelahiran Imam Ali (a.s.) disertai tanda-tanda ilahi, dan Abu Thalib mengumumkan kepada masyarakat bahwa wali Allah telah lahir di Ka’bah.

Sumber-Sumber Ahlusunah

  1. Al-Mustadrak ‘ala ash-Shahihain – Al-Hakim an-Naisaburi
    Menegaskan bahwa riwayat kelahiran Imam Ali (a.s.) di dalam Ka’bah adalah mutawatir.
  2. Izalat al-Khafa – Syah Waliyullah ad-Dahlawi
    Menyebut kelahiran Imam Ali (a.s.) di dalam Ka’bah sebagai salah satu keutamaan beliau yang nyata.
  3. Tadzkirat al-Khawash – Sibth Ibn al-Jauzi
    Diriwayatkan bahwa Fatimah binti Asad saat thawaf mengalami rasa sakit melahirkan, lalu pintu Ka’bah terbuka dan ia masuk ke dalamnya untuk melahirkan.
  4. Muruj adz-Dzahab – Al-Mas’udi (Syafi’i)
    Menyebut secara singkat namun tegas bahwa tempat kelahiran Imam Ali (a.s.) adalah Ka’bah.
  5. Kifayat ath-Thalib – Hafizh al-Ganji asy-Syafi’i
    Menyatakan bahwa tidak ada seorang pun sebelum dan sesudah Imam Ali (a.s.) yang lahir di dalam Ka’bah.
  6. Al-Fushul al-Muhimmah – Ibnu Shabbagh al-Maliki
    Menegaskan kelahiran Imam Ali (a.s.) di Ka’bah sebagai keutamaan khusus yang Allah anugerahkan untuk memuliakan beliau.
  7. As-Sirah al-Halabiyyah – Ali bin Burhanuddin al-Halabi
    Menyebutkan bahwa Rasulullah ﷺ saat itu berusia 30 tahun ketika Imam Ali (a.s.) dilahirkan di dalam Ka’bah.
  8. Syarh al-Qashidah al-‘Ainiyyah – Al-Alusi
    Menyatakan bahwa kelahiran Imam Ali (a.s.) di Ka’bah adalah perkara masyhur dan diakui oleh ulama Syiah dan Sunni.

Di Manakah Nama Imam Ali (a.s.) dalam Al-Qur’an?

Sebagian umat Islam beranggapan bahwa peristiwa-peristiwa penting pasca wafat Rasulullah ﷺ—termasuk peristiwa Karbala, Imamah, bahkan nama Imam Ali (a.s.)—tidak disebutkan dalam Al-Qur’an. Pandangan ini dikritisi oleh para ulama Ahlulbait.

Imam Ali ar-Ridha (a.s.) secara tegas menyatakan bahwa nama Imam Ali (a.s.) disebut dalam Al-Qur’an, dengan merujuk pada ayat dalam Surah az-Zumar. Hal ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an tidak selalu berbicara secara tekstual-literal, melainkan menggunakan bahasa simbolik dan maknawi.

Al-Qur’an, Bahasa Simbolik, dan Peran Ahlulbait

Sebagaimana Al-Qur’an menyebut istilah seperti bi’r mu‘aththalah (sumur yang ditelantarkan) dan qashr masyid (istana megah), makna terdalam ayat-ayat tersebut tidak selalu dapat dipahami oleh semua orang tanpa bimbingan.

Para Imam Ahlulbait (a.s.) menjelaskan bahwa bi’r mu‘aththalah adalah simbol dari Imam Ali (a.s.) yang disisihkan selama 25 tahun pasca wafat Rasulullah ﷺ. Sumur melambangkan sumber kehidupan, sebagaimana Imam Ali (a.s.) adalah sumber ilmu, keadilan, dan spiritualitas.

Imam Musa al-Kazhim (a.s.) menafsirkan firman Allah dalam QS. Al-Hadid ayat 17:

“Ketahuilah bahwa Allah menghidupkan bumi setelah matinya.”

Ayat ini bukan semata-mata tentang hujan, melainkan tentang kebangkitan keadilan melalui para pemimpin ilahi. Imam Muhammad al-Baqir (a.s.) juga menegaskan bahwa bumi dihidupkan kembali melalui kehadiran Imam Mahdi (a.j.), karena kezaliman manusia telah mematikannya.

Ibnu Abbas, murid terkemuka Imam Ali (a.s.), menyatakan bahwa bumi mati karena kezaliman, dan keadilanlah yang menghidupkannya kembali.

Bukti-bukti historis lintas mazhab menunjukkan bahwa kelahiran Imam Ali (a.s.) di dalam Ka’bah adalah fakta yang kuat dan diterima luas dalam khazanah Islam. Demikian pula, kedudukan beliau dalam Al-Qur’an tidak dapat dilepaskan dari pemahaman mendalam terhadap bahasa simbolik wahyu, yang penjelasannya diwariskan oleh Ahlulbait Nabi ﷺ.

Memahami sejarah dan Al-Qur’an secara komprehensif menuntut keterbukaan ilmiah serta kesediaan merujuk kepada sumber-sumber otoritatif, agar umat Islam dapat mencapai titik temu dan pemahaman yang lebih utuh tentang Imamah dan kelanjutan risalah Nabi Muhammad ﷺ.

Sumber: Khabaronline

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dukung Kami Dukung Kami