Tata cara shalat hajat yang diajarkan Ahlul Bait as

Amalan shalat hajat ini diajarkan oleh Imam Shadiq as dan tata caranya sebagai berikut:

1. Lakukanlah mandi sunah.

2. Shalat dua rakaat sama seperti halnya shalat subuh.

3. Usai salam, bacalah doa ini:

اَللهم انتَ السَّلامُ و منک السَّلامُ و الیک یرجع السَّلامُ . اللهم صل علی محمد و آل محمد و بَلِّغ روحَ مُحمدٍ مِنّي السَّلامُ و أَرواحَ الائِمةِ الصادقینَ سَلامی وَاردُد عَلیَّ مِنهُمُ السَّلام وَ السَّلامُ علیهِم و رَحمَتُ الله و برکاته . اللهم إِنَّ هاتَینِ الرَّکعَتَینِ هِدیَةٌ مِنّی إلی رَسُولِ الله صلی الله علیه و آله . فأثبِني عَلَیهِما مَا أَمَّلتُکَ وَ رَجَوتُ فیکَ وَ فِی رَسُولـِکَ یا وَلِی المُومِنینَ .

4. Setelah itu, jusud dan ucapkan dzikir di bawah ini sebanyak 40 kali:

یَا حَیُّ یَا قَیُّومُ یَا حَیُّ لَا یَمُوتُ یَا حَیُّ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ یَا ذَا الْجَلَالِ وَ الْإِکْرَامِ یَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِین

5. Kemudian miringkan kepala Anda sehingga pelipis bagian kanan Anda menyentuh tempat sujud dan ucapkan dzikir tersebut 40 kali juga.

6. Lakukan hal yang sama untuk bagian kiri.

7. Lalu bangkitlah dari sujud, angkat kedua tangan Anda dan baca dzikir tersebut sebanyak 40 kali.

8. Sentuh leher Anda dengan dua tangan dan ucapkan dzikir tersebut sebanyak 40 kali.

9. Genggam janggut/dagu Anda dengan tangan kiri dan berusahalah menangis.

10. Lalu baca doa ini:

یا محمد یا رسول الله اشکوا الی الله و الیک حاجتی و الی اهل بیتک الراشدین حاجتی و بکم اتوجه الی الله فی حاجتی .

11. Bersujudlah dan sebut ya Allah sebanyak mungkin sehingga nafas Anda habis.

12. Ucapkan shalawat dan sebutkan hajat Anda.

Tata cara istikharah dengan tasbih yang diajarkan oleh Ahlul Bait

Diriwayatkan dari Imam Shadiq as mengenai cara beristikharah dengan tasbih:

Membaca surah Al-Fathihah satu kali, membaca surah Al-Tauhid (qul huwallahu ahad) 3 kali, mengucap shalawat sebanyak 15 kali kemudian membaca doa di bawah ini:

اَللّهُمَّ إِنّي أسْئَلُكَ بِحَقِّ الْحُسَينِ

alloohumma innii as’aluka bihaqqil husaiin

Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu demi Al-Husain

وَجَدِّهِ وَأَبيه

wa jaddihi wa abiihi

dan kakeknya serta ayahnya

وَ أُمِّهِ وَ أَخيهِ

wa ummihi wa akhiihi

juga ibu dan saudaranya

وَ الاَئِمَّةِ مِنْ ذُرِّيَّتِهِ

wal aimmati min dzurriyyatih

beserta para Imam dari keturunannya

أَنْ تُصَلِّيَ عَلی مُحَمَّد وَ آلِ مُحَمَّد

wa an tusholliya ‘alaa muhammadiw aali muhammad

agar Kau haturkan shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad

وَ أنْ تَجْعَلَ لِيَ الْخِيَرَةَ في هذِهِ السَّبْحَةِ

wa an taj’ala lial khiyarota fii haadzihis sibhah

dan kau jadikan kebaikan untukku pada tasbih ini

وَ أَنْ تُرِيَني ما هُوَ الاَصْلَحُ لي في الدِّينِ وَالدُّنْيا

wa an turiyanii maa huwal ashlahu lii fid diini wad dunyaa

lalu Kau tunjukkan apa yang lebih baik untukku dalam agama dan duniaku

اَللّهُمَّ إنْ كانَ الاْصْلَحُ في ديني وَدُنْيايَ

alloohumma in kaanal ashlahu fii diinii wa dunyaaya

Ya Allah jika itu baik untuk agama dan duniaku

وَ عاجِلِ اَمْري وَ آجِلِهِ فِعْلَ ما اَنَا عازِمٌ عَلَيْهِ فَأْمُرْني

wa ‘aajili amrii wa aajilihi fi’la maa anaa ‘aazimun ‘alaihi fa’murnii

baik kesegeraan dan kelambatan perkara yang ingin kulakukan itu maka perintahkan aku

وَإلاّ فَانْهَني

wa illaa fanhanii

namun jika tidak maka cegahlah aku

إنَّكَ عَلی كُلِّ شَيْء قَديرٌ

innaka ‘alaa kulli syai’in qodiir

sesungguhnya Engkau maha mampu atas segala sesuatu

Lalu mengambil tasbih secara acak jumlah butirannya, kemudian dihitung butir per butir dengan cara membaca subhanallah untuk butir pertama, kemudian alhamdulillah untuk butir kedua dan laa ilaha illallah untuk butir ketiga, kemudian butir keempat kembali membaca subhanallah dan seterusnya dilakukan hingga akhirnya tinggal tersisa satu butir tasbih. Jika butir terakhir tasbih itu bacaannya adalah subhanallah, maka artinya bebas bisa dilakukan atau tidak, jika bacaannya alhamdulillah artinya lakukanlah dan jika la ilaha illallah maka artinya jangan dilakukan.

Doa Keamanan yang diajarkan oleh Rasulullah saw

Berikut ini adalah doa yang diajarkan Rasulullah saw untuk mendapatkan perlindungan dari Allah swt dari gangguan jin dan manusia:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَ هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

laa ilaaha illalloohu ‘alaihi tawakkaltu wa huwa robbul ‘arsyil ‘adhiim

Tiada Tuhan selain Allah. Kepada-Nya aku berserah. Dialah Tuhan arsy yang agung

مَا شَاءَ اللَّهُ كَانَ وَ مَا لَمْ يَشَأْ لَمْ يَكُنْ

maa syaa’alloohu kaana wa maa lam yasa’ lam yakun

Segala sesuatu hanya karena kehendak-Nya, apa yang tak Ia kehendaki tidak akan ada.

أَشْهَدُ أَنَّ الله عَلی‏ كُلِ‏ شَيْ‏ءٍ قَدِيرٌ

asyhadu annallooha ‘alaa kulli syai’in qodiir

Aku bersaksi bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu

وَ أَنَّ الله قَدْ أَحاطَ بِكُلِّ شَيْ‏ءٍ عِلْماً

wa annallooha qod ahaatho bikulli syai’in ‘ilma

dan bahwa Allah mengetahui segala hal

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي

alloohumma innii a’uudzu bika min syarri nafsii

Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku

وَ مِنْ شَرِّ كُلِّ دَابَّةٍ أَنْتَ آخِذٌ بِناصِيَتِها

wa min syarri kulli daabbatin anta aakhidzun binaashiyatihaa

dan kejahatan semua makhluk hidup yang Engkau menggenggam ubun-ubunnya (memiliki kendali atasnya)

إِنَّ رَبِّي عَلی‏ صِراطٍ مُسْتَقِيمٍ‏

inna robbii ‘alaa shirootim mustaqiim

Sesungguhnya Tuhanku berada di atas jembatan yang lurus

Doa Mendapatkan Jodoh yang diajarkan oleh Imam Ja’far Shadiq as

Diriwayatkan dalam Al-Kafi 3/481 dari Imam Shadiq as: Ketika engkau berkehendak untuk menikah, maka bacalah doa ini:

اللَّهُمَّ إِنِّي أُرِیدُ أَنْ أَتَزَوَّجَ

alloohumma innii uriidu an atazawwaj

Ya Allah, aku berkeinginan untuk menikah

فَقَدِّرْ لِي مِنَ النِّسَاءِ أَعَفَّهُنَّ فَرْجاً

faqoddir lii minan nisaa’i a’affahunna farja

Maka pilihkanlah untukku wanita yang paling terhormat

وَ أَحْفَظَهُنَّ لِي فِي نَفْسِهَا وَ فِي مَالِي

wa ahfadhohunna lii fii nafsihaa wa fii maalii

serta paling baik dalam menjaga dirinya dan menjaga hartaku

وَ أَوْسَعَهُنَّ رِزْقاً وَ أَعْظَمَهُنَّ بَرَکَةً

wa awsa’ahunna rizqo wa a’dhomahunna baroka

paling lapang rizkinya dan paling besar berkahnya

وَ قَدِّرْ لِي وَلَداً طَیِّباً

wa qoddir lii waladan thoyyiba

Karuniakan pula anak yang baik bagiku

تَجْعَلُهُ خَلَفاً صَالِحاً فِي حَیَاتِي وَ بَعْدَ مَمَاتِي

taj’aluhu kholafan shooliha fii hayaatii wa ba’da mamaatii

sehingga Engkau menjadikannya penerus yang saleh baik semasa hayatku atau sepeninggalku

Doa Bebas dari Penjara yang diajarkan Fathimah Azzahra as

Seseorang yang dipenjara melihat Fathimah Azzahra as di dalam mimpinya mengajarkan doa ini lalu saat ia mengamalkannya ia dibebaskan:

اللّـهُمَّ بِحَقِّ الْعَرْشِ وَمنْ عَلاهُ

alloohumma bihaqqil ‘arsyi wa man ‘alaah

ya Allah demi Arsy’ dan yang duduk di atasnya

وَبِحَقِّ الْوَحْي وَمَنْ اَوْحاهُ

wa bihaqqil wahyi wa man auwhaah

demi wahyu dan yang mewahyukannya

وَبِحَقِّ النَّبِيِّ وَمَنْ نَبَّاَهُ

wa bihaqqin nabiyyi wa man nabba’ah

demi nabi dan yang mengutusnya

وَبِحَقِّ الْبَيْتِ وَمَنْ بَناهُ

wa bihaqqil baiti wa mam banaah

demi rumah Ka’bah dan yang membangunnya

يا سامِعَ كُلِّ صَوْت

yaa saami’a kulli shout

wahai pendengar semua suara

يا جامِعَ كُلِّ فَوْت

yaa jaami’a kulli faut

wahai pengumpul segala yang hilang

يا بارِئَ النُّفُوسِ بَعْدَ الْمَوْتِ

yaa baari’an nufuusi ba’dal maut

wahai penghidup yang telah mati

صَلِّ عَلى مُحَمَّد واَهْلِ بَيْتِهِ

sholli ‘alaa muhammadiw wa ahli baitih

sampaikanlah shalawat kepada Muhammad dan Ahlul Baitnya

وآتِنا وَجَميعَ الْمُؤْمِنينَ وَالْمُؤْمِناتِ

wa aatinaa wa jamii’al mu’miniina wal mu’minaat

karuniakanlah kami dan seluruh mukminin dan mukminat

فِي مَشارِقِ الاَْرْضِ وَمَغارِبِها

fii masyaariqil ardhi wa maghooribihaa

baik di timur maupun di barat bumi

فَرَجاً مِنْ عِنْدِكَ عاجِلاً

farojam min ‘indika ‘aajila

(karuniakanlah) keluasan dan penyelesaian masalah secepatnya

بِشَهادَةِ اَنْ لا اِلـهَ اِلاَّ اللهُ

bisyahaadti al laa ilaaha illallooh

demi syahadat bahwa tiada Tuhan selain Allah

واَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ

wa anna muhammadan ‘abduka wa rosuuluk

dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu

صَلّى اللهُ عَليْهِ وَآلِهِ وَعَلى ذُرِّيَّتِهِ الطَّيِّبينَ الطّاهِرِين

shollalloohu ‘alaihi wa aalihi wa ‘alaa dzurriyyatihit thoyyibiinat thoohiriin

semoga Allah menghaturkan shalawat-Nya kepadanya dan keluarga serta anak keturunannya yang suci

وَسَلَّمَ تَسْليماً كَثيراً

wa sallama tasliiman katsiiro

serta salam sejahtera sebanyak-banyaknya

Doa Muqatil bin Sulaiman beserta terjemahannya

Muqatil bin Sulaiman perawi doa ini yang mana ia meriwayatkannya dari Imam Sajjad as berkata, “Jika ada orang yang berdoa dengan doa ini sebanyak seratus kali namun (hajatnya) tidak dikabulkan, maka laknatlah Muqatil.”

إِلَهِي كَيْفَ أَدْعُوكَ وَ أَنَا أَنَا

ilaahii kaifa ad’uuka wa anaa anaa

Ya Allah bagaimana aku berdoa kepada-Mu sedangkan aku adalah aku

وَ كَيْفَ أَقْطَعُ رَجَائِي مِنْكَ وَ أَنْتَ أَنْتَ

wa kaifa aqtho’u rojaa’ii minka wa anta anta

dan bagaimana aku berputus harap pada-Mu sedangkan Engkau adalah Engkau

إِلَهِي إِذَا لَمْ أَسْأَلْكَ فَتُعْطِيَنِي

ilaahii idzaa lam as’alka fathu’thiyanii

ya Allah jika aku tak meminta kepada-Mu agar Kau memberiku,

فَمَنْ ذَا الَّذِي أَسْأَلُهُ فَيُعْطِينِي

faman dzal ladzii as’aluhu fayu’thiinii

lalu siapa yang harus kumintai agar ia memberiku

إِلَهِي إِذَا لَمْ أَدْعُكَ [أَدْعُوكَ ] فَتَسْتَجِيبَ لِي

ilaahii idzaa lam ad’uka fatastajiiba lii

ya Allah jika aku tidak berdoa kepada-Mu agar Kau mengabulkanku,

فَمَنْ ذَا الَّذِي أَدْعُوهُ فَيَسْتَجِيبُ لِي

fa man dzal ladzii ad’uuhu fayastajiibu lii

maka kepada siapa aku harus berdoa agar mengabulkan hajatku

إِلَهِي إِذَا لَمْ أَتَضَرَّعْ إِلَيْكَ فَتَرْحَمَنِي

ilaahii idzaa lam atadhorro’ ilaika fatarhamanii

ya Allah jika aku tidak berlutut di hadapan-Mu agar Kau kasihi

فَمَنْ ذَا الَّذِي أَتَضَرَّعُ إِلَيْهِ فَيَرْحَمُنِي

faman dzal ladzii atadhorro’u ilaihi fayarhamunii

maka kepada siapa aku harus berlutut agar mengasihiku

إِلَهِي فَكَمَا فَلَقْتَ الْبَحْرَ لِمُوسَى عَلَيْهِ السَّلامُ وَ نَجَّيْتَهُ

ilaahii fakamaa falaqtal bahro limuusaa alaihis salaam wa najjaitah

ya Tuhanku maka sebagaimana Engkau membelah lautan untuk nabi Musa as lalu kau selamatkan dia

أَسْأَلُكَ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ

as’aluka an tusholliya ‘alaa Muhammad wa aali muhammad

aku memohon agar Kau haturkan shalawat dan salam kepada Muhammad dan keluarganya

وَ أَنْ تُنَجِّيَنِي مِمَّا أَنَا فِيهِ

wa an tunajjiyanii mimmaa anaa fiih

dan menyelamatkanku dalam keadaan ini

وَ تُفَرِّجَ عَنِّي فَرَجاً عَاجِلاً غَيْرَ آجِلٍ

wa tufarrija ‘anni farojan ‘aajilan ghoiro aajil

serta bukalah jalan keluar bagiku secepat-cepatnya

بِفَضْلِكَ وَ رَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

bifadhlika wa rohmatika yaa arhamar roohimiin

demi kemurahan dan rahmat-Mu wahai yang paling pengasih

Doa Peruntuh Duka (Doa Faraj)

Doa yang diajarkan Imam Ali as ini, jika dibaca oleh orang yang tertimpa masalah dan dirundung duka maka Allah swt akan meruntuhkan masalah dan dukanya:

يا عِمادَ مَنْ لا عِمادَ لَهُ

yaa ‘imaada mallaa ‘imaada lah

wahai sandaran bagi yang tak memiliki sandaran

ويا ذُخْرَ مَنْ لا ذُخْرَ لَهُ

yaa dzukhro mallaa dzukhro lah

wahai bekal orang yang tak memiliki bekal

وَيا سَنَدَ مَنْ لا سَنَدَ لَهُ

yaa sanada mallaa sanada lah

wahai pelindung orang yang tak memiliki pelindung

ويا حِرْزَ مَنْ لا حِرْزَ لَهُ

yaa hirza mallaa hirza lah

wahai penjaga orang yang tak memiliki penjaga

وَيا غِياثَ مَنْ لا غِياثَ لَهُ

yaa ghiyaatsa mallaa ghiyaatsa lah

wahai penolong orang yang tak memiliki penolong

وَيا كَنْزَ مَنْ لا كَنْزَ لَهُ

yaa kanza mallaa kanza lah

wahai harta orang yang tak memiliki harta

وَيا عِزَّ مَنْ لا عِزَّ لَهُ

wa yaa ‘izza mallaa’izza lah

wahai keumuliaan orang yang tak memiliki kemuliaan

يا كَريمَ الْعَف

yaa kariimal ‘afw

wahai pemurah dengan ampunan-Nya

يا حَسَنَ التَّجاوُزِ

yaa hasanat tajaawuz

wahai yang mudah melupakan kesalahan

يا عَوْنَ الضُّعَفاءِ

yaa ‘aunad dhu’afaa’

wahai penolong orang-orang yang lemah

يا كَنْزَ الْفُقَراءِ

yaa kanzal fuqoroo’

wahai harta orang-orang fakir

يا عَظيمَ الَّرجاءِ

yaa ‘adhiimar rojaa’

wahai harapan yang agung

يا مُنْقِذَ الْغَرْقى

yaa mungqidzal ghorqoo

wahai penyelamat orang yang tenggelam

يا مُنْجِيَ الْهَلْكى

yaa munjiyal halkaa

wahai penyelamat orang yang celaka

يا مُحْسِنُ يا مُجْمِلُ

yaa muhsin yaa mujmil

wahai yang menjadikan segalanya indah dan baik

يا مُنْعِمُ يا مُفْضِلُ

yaa mun’imu yaa mufdhil

wahai pemberi nikmat dan karunia

اَنْتَ الَّذي سَجَدَ لَكَ سَوادُ اللّيْلِ وَنُورُ النَّهارِ وَضوْءُ الْقَمَرِ

antal ladzii sajada laka sawaadul laili wa nuurun nahaari wa dhou’ul qomar

Engkau adalah dzat yang sujud kepada-Nya gelapnya malam, terangnya siang dan cahaya mentari

وَشُعاعُ الشَّمْسِ، وَحَفيفُ الشَّجَرِ، وَدَوِىُّ الْماءِ

wa syu’aa’us syams wa hafiifus syajar wa dawiyyul maa’

terik mentari, angin yang menghembus pepohonan dan gemercik air

يا اَللهُ يا اَللهُ يا اَللهُ لا اِلـهَ إلاّ اَنْتَ وَحْدَكَ لا شَريكَ لَكَ

yaa alloohu yaa alloohu yaa alloohu laa ilaaha illaa anta wahdaka laa syariika lak

ya Allah, ya Allah, ya Allah, tiada Tuhan selain Engkau, hanya Engkau dan tiada sekutu bagi-Mu

يا رَبّاهُ يا اَللهُ، صَلِّ عَلى مُحَمَّد وآلِ مُحَمَّد

yaa robbaahu yaa allooh, sholli ‘alaa muhammadiw wa aali muhammad

ya Allah ya Tuhanku, sampaikanlah shalawat kepada Muhammad da keluarga Muhammad

وَافْعَلْ بِنا ما اَنْتَ اَهْلُهُ

waf’al binaa maa anta ahluh

perlakukanlah kami sebagaimana yang Engkau inginkan

Setelah itu sampaikanlah hajat Anda.

Keutamaan, teks Arab dan terjemahan Hadits Kisa’ yang diriwayatkan Ahlul Bait as

Saat Rasulullah saw datang ke rumah putrinya, Fathimah Azzahra, beliau meminta putrinya untuk menyelimuti tubuhnya dengan selimut dari Yaman. Ketika Rasulullah saw berada di dalam selimut, Ali, Fathimah, Hasan dan Husain turut masuk ke dalamnya. Turunlah ayat Al-Qur’an yang dikenal dengan Ayat Tathir.

Kisah tersebut diabadikan dalam sebuah hadis yang disebut dengan Hadis Kisa’.

Berdasarkan apa yang dikatakan oleh Rasulullah saw dalam hadis ini, barang siapa mengenang peristiwa yang dibicarakan dalam Hadis Kisa’ ini dalam sebuah majelis, maka Allah swt akan menurunkan rahmat-Nya, menggembirakan hamba-hamba-Nya dan memenuhi hajat-hajat siapapun yang memiliki hajat.

Berikut ini teks riwayat Hadis Kisa’ tersebut:

بِسمِ اللهِ الرَحمنِ الرَحِیمِ

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

عَن فَاطِمَةَ الزَهراَءِ عَلَیهَا السَلامُ بِنتِ رَسُولِ اللَهِ صَلَى اللَهُ عَلَیهِ وَآلِهِ

Dari Fathimah Azzahra as, putri Rasulullah saw

قالَ سَمِعتُ فَاطِمَةَ اَنَها قالَت دَخَلَ عَلَيَ اَبي رَسُولُ اللَهِ في بَعضِ الاَیامِ

Ia (Jabir bin Abdullah Anshari) berkata: aku mendengar Fathimah bahwa ia berkata: Rasulullah saw datang ke rumahku pada salah satu hari

فَقالَ السَلامُ عَلَیکِ یا فاطِمَةُ فَقُلتُ عَلَیکَ السَلامُ

Lalu beliau berkata: Salam untukmu wahai Fatimah. Maka aku berkata: Salam untukmu pula.

قالَ اِني اَجِدُ في بَدَني ضُعفاً فَقُلتُ لَهُ اُعیذُکَ بِاللَهِ یا اَبَتاهُ مِنَ الضُعفِ

Beliau berkata: Aku merasa tubuhku lelah. Aku berkata: Aku memohon kepada Allah untuk melindungimu wahai ayahku dari rasa lelah.

فَقَالَ یا فاطِمَةُ ایتیني بِالکِساَءِ الیَماني فَغَطیني بِهِ فَاَتَیتُهُ بِالکِساَءِ الیَماني

Beliau berkata: Wahai Fathimah, bawakan aku selimut dari Yaman itu dan selimuti tubuhku. Maka aku membawakannya selimut Yamani itu

فَغَطَیتُهُ بِهِ وَصِرتُ اَنظُرُ اِلَیهِ وَاِذا وَجهُهُ یَتَلألَؤُ کَاَنَهُ البَدرُ في لَیلَةِ تَمامِهِ وَکَمالِهِ

Kemudian aku menyelimutinya dan aku menatap wajahnya. Wajah beliau berseri bagai bulan purnama yang sempurna.

فَما کانَت اِلا ساعَةً وَاِذا بِوَلَدِيَ الحَسَنِ قَد اَقبَلَ

Tak lama kemudian datang anakku Al-Hasan

وَقالَ السَلامُ عَلَیکِ یا اُماهُ فَقُلتُ وَعَلَیکَ السَلامُ یا قُرَةَ عَیني وَثَمَرَةَ فُؤادي

Dan ia berkata: Salam untukmu wahai ibu. Aku menjawab: Salam pula untukmu wahai cahaya mataku dan buah hatiku.

فَقالَ یا اُماهُ اِني اَشَمُ عِندَکِ راَئِحَةً طَیِبةً کَاَنَها راَئِحَةُ جَدي رَسُولِ اللَهِ

Ia berkata: Wahai ibu, aku mencium aroma wangi di sini sepertinya wangi kakekku Rasulullah saw.

فَقُلتُ نَعَم اِنَ جَدَکَ تَحتَ الکِساَءِ فَاَقبَلَ الحَسَنُ نَحوَ الکِساَءِ

Aku berkata: Ya, kakekmu sedang berselimut. Lalu Al-Hasan menuju ke arah beliau.

وَقالَ السَلامُ عَلَیکَ یا جَداهُ یا رَسُولَ اللَهِ اَتَاذَنُ لي اَن اَدخُلَ مَعَکَ تَحتَ الکِساَءِ

Ia berkata: Salam atasmu wahai kakek, wahai Rasulullah saw. Apakah engkau mengizinkanku masuk ke dalam selimut?

فَقالَ وَعَلَیکَ السَلامُ یا وَلَدي وَیا صاحِبَ حَوضي قَد اَذِنتُ لَکَ

Beliau berkata: Salam atasmu pula wahai putraku wahai penghuni telaga surgaku. Aku mengizinkanmu.

فَدَخَلَ مَعَهُ تَحتَ الکِساَءِ فَما کانَت

Kemudian ia masuk ke dalam selimut bersama Rasulullah saw.

اِلا ساعَهً وَاِذا بِوَلَدِىَ الحُسَینِ قَد اَقبَلَ وَقالَ السَلامُ عَلَیکِ یا اُماهُ

Tak lama kemudian datang putraku Al-Husain dan berkata: Salam untuku wahai ibu.

فَقُلتُ وَعَلَیکَ السَلامُ یا وَلَدي وَیا قُرَةَ عَینى وَثَمَرَةَ فُؤادي

Aku menjawab: Salam untukmu wahai putraku wahai cahaya mataku dan buah hatiku.

فَقالَ لي یا اُماهُ اِني اَشَمُ عِندَکِ رائِحَةً طَیِبَةً کَاَنَها راَئِحَةُ جَدي رَسُولِ اللَهِ صلَى اللَهُ عَلَیهِ وَآلِهِ

Lalu ia berkata: Wahai ibuku, aku mencium aroma wangi di sisimu sepertinya itu wangi kakeku Rasulullah saw.

فَقُلتُ نَعَم اِنَ جَدَکَ وَاَخاکَ تَحتَ الکِساَءِ

Aku menjawab: Ya, kakekmu bersama abangmu berada di dalam selimut itu.

فَدَنَى الحُسَینُ نَحوَ الکِساَءِ وَقالَ السَلامُ عَلَیکَ یا جَداهُ

Husain mendekat kea rah selimut Yamani dan berkata: Salam padamu wahai kakek.

اَلسَلامُ عَلَیکَ یا مَنِ اختارَهُ اللَهُ اَتَاذَنُ لي اَن اَکُونَ مَعَکُما تَحتَ الکِساَءِ

Salam atasmu wahai yang dipilih Allah. Apakah engkau mengizinkanku untuk bersamamu di bawah selimut?

فَقالَ وَعَلَیکَ السَلامُ یا وَلَدي وَیا شافِعَ اُمَتي قَد اَذِنتُ لَکَ فَدَخَلَ مَعَهُما تَحتَ الکِساَءِ

Beliau menjawab: Salam untukmu wahai putraku wahai pemberi syafaat kepada umatku. Aku mengizinkanmu. Lalu Husain masuk bersama beliau.

فَاَقبَلَ عِندَ ذلِکَ اَبُوالحَسَنِ عَلِيُ بنُ اَبي طالِبٍ

Kemudian datang pula Abul Hasan, Ali bin Abi Thalib

وَقالَ السَلامُ عَلَیکِ یا بِنتَ رَسُولِ اللَهِ فَقُلتُ وَعَلَیکَ السَلامُ یا اَبَا الحَسَنِ وَ یا اَمیرَ المُؤمِنینَ

Ia berkata: Salam untukmu wahai putri Rasulullah. Lalu aku menjawab: Salam untukmu wahai Abul Hasan, wahai Amirul Mu’minin.

فَقالَ یا فاطِمَةُ اِني اَشَمُ عِندَکِ رائِحَةً طَیِبَةً کَاَنَها راَئِحَةُ اَخي وَابنِ عَمي رَسُولِ اللَهِ

Lalu ia berkata: Wahai Fathimah, aku mencium aroma wangi, seakan itu wangi saudaraku, putra mamanku, Rasulullah saw.

فَقُلتُ نَعَم ها هُوَ مَعَ وَلَدَیکَ تَحتَ الکِساَءِ

Maka aku menjawab: Ya, ia bersama dua anakmu berada di bawah selimut itu.

فَاَقبَلَ عَلِيُ نَحوَ الکِساَءِ وَقالَ السَلامُ عَلَیکَ یا رَسُولَ اللَهِ

Ali mendekati selimut Yamani dan berkata: Salam atasmu wahai Rasulullah saw.

اَتَاذَنُ لي اَن اَکُونَ مَعَکُم تَحتَ الکِساءِ

Apakah engkau mengizinkanku untuk berada bersamamu di bawah selimut itu?

قالَ لَهُ وَعَلَیکَ السَلامُ یا اَخي یا وَصِیى وَخَلیفَتي وَصاحِبَ لِواَئي قَد اَذِنتُ لَکَ

Beliau menjawab: Salam pula atasmu wahai saudaraku, wahai penerusku dan khalifah setelahku, wahai pemegang benderaku. Aku mengizinkanmu.

فَدَخَلَ عَلِيُ تَحتَ الکِساءِ ثُمَ اَتَیتُ نَحوَ الکِساَءِ

Ali pun masuk ke dalam selimut. Aku mendekat ke arah mereka,

وَقُلتُ اَلسَلامُ عَلَیکَ یا اَبَتاهُ یا رَسُولَ اللَهِ اَتَاذَنُ لي اَن اَکُونَ مَعَکُم تَحتَ الکِساَءِ

Aku berkata: Salam atasmu wahai ayah, wahai Rasulullah. Apakah engkau mengizinkanku untuk berada bersama kalian?

قالَ وَعَلَیکِ السَلامُ یا بِنتي وَیا بَضعَتي قَد اَذِنتُ لَکِ فَدَخَلتُ تَحتَ الکِساءِ

Beliau berkata: Salam pula atasmu wahai putriku, wahai belahanku, aku mengizinkanmu. Aku pun masuk ke dalam selimut.

فَلَمَا اکتَمَلنا جَمیعاً تَحتَ الکِساءِ اَخَذَ اَبي رَسُولُ اللَهِ بِطَرَفَيِ الکِساءِ

Saat kami sudah berkumpul bersama. Rasulullah mengambil kedua ujung selimut dengan tangannya,

وَاَومَئَ بِیَدِهِ الیُمنى اِلَى السَماءِ وَقالَ

kemudian beliau mengangkat tangan kanannya ke langit dan berdoa:

اَللهُمَ اِنَ هؤُلاَءِ اَهلُ بَیتي وَخاَصَتي وَحامَتي لَحمُهُم لَحمي وَدَمُهُم دَمي

Ya Allah mereka adalah Ahlul Baitku dan orang-orang terdekatku. Daging mereka adalah dagingku dan darah mereka adalah darahku.

یُؤلِمُني ما یُؤلِمُهُم وَیَحزُنُني ما یَحزُنُهُم

Sungguh menyakitiku apapun yang menyakiti mereka. Menyedihkanku apapun yang menyedihkan mereka.

اَنَا حَربٌ لِمَن حارَبَهُم وَسِلمٌ لِمَن سالَمَهُم وَعَدُوُ لِمَن عاداهُم وَمُحِبُ لِمَن اَحَبَهُم

Aku memerangi siapapun yang memerangi mereka. Aku berdamai dengan siapapun yang berdamai dengan mereka. Aku memusuhi siapapun yang memusuhi mereka. Aku mencintai siapapun yang mencintai mereka.

اِنَهُم مِني وَ اَنَا مِنهُم فَاجعَل صَلَواتِکَ وَبَرَکاتِکَ وَرَحمَتَکَ وَغُفرانَکَ وَرِضوانَکَ عَلَيَ وَعَلَیهِم

Mereka dariku dan aku dari mereka. Jadikanlah shalawat, berkah, rahmat, ampunan dan keridhaan-Mu atas ku dan atas mereka.

وَاَذهِب عَنهُمُ الرِجسَ وَطَهِرهُم تَطهیراً

Hapuslah segala noda dari mereka dan sucikan mereka sesuci-sucinya.

فَقالَ اللَهُ عَزَوَجَلَ یا مَلاَئِکَتي وَیا سُکانَ سَمواتي

Lalu Allah swt berkata kepada malaikat-malaikat-Nya: Wahai penghuni langit-langit-Ku,

اِني ما خَلَقتُ سَماَءً مَبنِیَهً وَلا اَرضاً مَدحِیَهً وَلا قَمَراً مُنیراً وَلا شَمساً مُضِیَئَهً

Sungguh aku tidak menciptakan langit dan bumi yang luas, bulan dan matahari yang bersinar,

وَلا فَلَکاً یَدُورُ وَلا بَحراً یَجرى وَلا فُلکاً یَسرى

benda-benda langit yang berputar, laut yang mengalir, kapal-kapal yang berjalan,

اِلا في مَحَبَةِ هؤُلاءِ الخَمسَةِ الَذینَ هُم تَحتَ الکِساءِ

kecuali karena cinta terhadap lima manusia yang berada di bawah selimut itu.

فَقالَ الاَمینُ جِبرائیلُ یا رَبِ وَمَن تَحتَ الکِساءِ

Jibril bertanya: Wahai Tuhanku, siapakah mereka yang berada di bawah selimut itu?

فَقالَ عَزَوَجَلَ هُم اَهلُ بَیتِ النُبُوَةِ وَمَعدِنُ الرِسالَهِ

Ia berkata: Mereka adalah Ahlul Bait Kenabian dan tambang risalah.

هُم فاطِمَةُ وَاَبُوها وَبَعلُها وَبَنُوها

Mereka adalah Fathimah, ayahnya, suaminya dan anak-anaknya.

فَقالَ جِبرائیلُ یا رَبِ اَتَاذَنُ لي اَن اَهبِطَ اِلَى الاَرضِ لاَکُونَ مَعَهُم سادِساً

Jibril berkata: Wahai Tuhanku, apakah Engkau mengizinkanku untuk turun ke bumi untuk bersama mereka menjadi yang keenam?

فَقالَ اللَهُ نَعَم قَد اَذِنتُ لَکَ فَهَبَطَ الاَمینُ جِبرائیلُ

Allah berkata: Ya, aku telah mengizinkanmu. Maka Jibril pun turun ke bumi.

وَقالَ السَلامُ عَلَیکَ یا رَسُولَ اللَهِ العَلِيُ الاَعلى یُقرِئُکَ السَلامَ وَیَخُصُکَ بِالتَحِیَهِ وَالاِکرامِ

Jibril berkata: Salam atasmu wahai Rasulullah. Ia yang Maha Tinggi menyampaikan salam sejahtera kepadamu.

وَیَقُولُ لَکَ وَعِزَتي وَجَلالي اِني ما خَلَقتُ سَماءً مَبنِیَةً وَلا اَرضاً مَدحِیَهً وَلا قَمَراً مُنیراً وَلا شَمساً مُضَیئَهً

Ia berkata: Demi kehormatan-Ku dan keagungan-Ku, sesungguhnya aku tidak menciptakan langit dan bumi yang luas, matahari dan bulan yang bersinar,

وَلا فَلَکاً یَدُورُ وَلا بَحراً یَجرى وَلا فُلکاً یَسرى اِلا لاَجلِکُم وَمَحَبَتِکُم وَقَد اَذِنَ لى اَن اَدخُلَ مَعَکُم

Benda-benda langit yang berputar, laut yang mengalir, kapal yang berjalan, kecuali karena kalian dank arena kecintaan kepada kalian. Ia mengizinkanku untuk masuk bersama kalian.

فَهَل تَاذَنُ لي یا رَسُولَ اللَهِ

Apakah engkau mengizinkanku, wahai Rasulullah saw?

فَقالَ رَسُولُ اللَهِ وَعَلَیکَ السَلامُ یا اَمینَ وَحيِ اللَهِ اِنَهُ نَعَم قَد اَذِنتُ لَکَ فَدَخَلَ جِبرائیلُ مَعَنا تَحتَ الکِساءِ

Kemudian Rasulullah saw menjawab: Salam untukmu wahai pemegang amanat wahyu Allah. Ya, aku mengizinkanmu. Lalu Jibril pun masuk ke dalam selimut.

فَقالَ لاَبي اِنَ اللَهَ قَد اَوحى اِلَیکُم یَقُولُ اِنَما یُریدُ اللَهُ لِیُذهِبَ عَنکُمُ الرِجسَ اَهلَ البَیتِ وَ یُطَهِرَکُم تَطهیراً

Jibril kembali berkata kepada ayahku: Sesungguhnya Allah mewahyukan kepada kalian dan berfirman: Sesungguhnya Allah hendak menghilangkan noda dari kalian wahai Ahlul Bait dan mensucikan kalian sesuci-sucinya.

فَقالَ عَلِيُ لاَبي یا رَسُولَ اللَهِ اَخبِرني ما لِجُلُوسِنا هذا تَحتَ الکِساءِ مِنَ الفَضلِ عِندَ اللَهِ

Ali bertanya kepada sang nabi: Wahai Rasulullah, beritakan kepadaku, apa keutamaan kebersamaan kita di bawah selimut ini bagi Allah swt?

فَقالَ النَبِيُ وَالَذي بَعَثَني بِالحَقِ نَبِیاً وَاصطَفاني بِالرِسالَةِ نَجِیاً

Beliau menjawab: Demi Ia yang mengutusku sebagai nabi dan memilihku untuk menyampaikan risalah-Nya,

ما ذُکِرَ خَبَرُنا هذا في مَحفِلٍ مِن مَحافِلِ اَهلِ الاَرضِ وَفیهِ جَمعٌ مِن شَیعَتِنا وَمُحِبینا

Jika kisah ini diceritakan pada setiap kesempatan di tengah-tengah para pengikut dan pecinta kita yang berkumpul di muka bumi ini,

اِلا وَنَزَلَت عَلَیهِمُ الرَحمَةُ وَحَفَت بِهِمُ المَلاَئِکَة وَاستَغفَرَت لَهُم اِلى اَن یَتَفَرَقُوا

kecuali Allah swt akan menurunkan rahmat kepada mereka dan para malaikat akan menyertai mereka.

فَقالَ عَلِيُ اِذاً وَاللَهِ فُزنا وَفازَ شیعَتُنا وَرَبِ الکَعبَة

Lalu Ali berkata: Sungguh demi Allah beruntunglah kita dan sungguh demi Tuhan Ka’bah beruntunglah pengikut-pengikut kita.

فَقالَ النَبِيُ ثانِیاً یا عَلِيُ وَالَذي بَعَثَني بِالحَقِ نَبِیاً وَاصطَفاني بِالرِسالَهِ نَجِیاً

Untuk kedua kalinya nabi berkata, Hai Ali, Demi Ia yang mengutusku sebagai nabi dan memilihku untuk menyampaikan risalah-Nya,

ما ذُکِرَ خَبَرُنا هذا في مَحفِلٍ مِن مَحافِلِ اَهلِ الاَرضِ وَفیهِ جَمعٌ مِن شیعَتِنا وَمُحِبینا

jika kisah ini diceritakan pada setiap kesempatan di tengah-tengah para pengikut dan pecinta kita yang berkumpul di muka bumi ini,

وَفیهِم مَهمُومٌ اِلا وَفَرَجَ اللَهُ هَمَهُ وَلا مَغمُومٌ اِلا وَکَشَفَ اللَهُ غَمَهُ وَلا طالِبُ حاجَةٍ اِلا وَقَضَى اللهُ حاجَتَهُ

jika ada yang bersedih di antara mereka maka Allah akan menghapus kesedihannya, jika ada yang berduka maka Allah akan meringankan dukanya, jika ada yang memiliki hajat maka Allah akan memenuhi hajatnya.

فَقالَ عَلِيُ اِذاً وَاللَهِ فُزنا وَسُعِدنا وَکَذلِکَ شیعَتُنا فازُوا وَسُعِدُوا فِى الدُنیا وَالاخِرَهِ وَرَبِ الکَعبَة

Lalu Ali berkata: Sungguh demi Allah beruntunglah kita, bergembiralah kita, dan begitu juga para pengikut kita, mereka beruntung dan berbahagia di dunia dan di akhirat, demi Tuhan Ka’bah.

Tata cara shalat Ied dalam fikih Ahlul Bait as

Shalat Iedul Fitri dan Iedul Adha hukumnya wajib saat ada imam ma’shum dan harus dikerjakan secara berjama’ah. Adapun di jamah ghaibnya Imam Zaman as, hukumnya mustahab (sunah/tidak wajib) dan bisa dikerjakan sendiri, tapi lebih hati-hatinya dikerjakan berjamaah.

Waktu Shalat Eid adalah semenjak matahari terbit hingga adzan Dhuhur.

Mustahab setelah terbit matahari di hari Iedul Fitri untuk makan dan memberi Zakat Fitrah (atau menyisihkan harta untuknya) lalu mengerjakan Shalat Eid.

Tata cara Shalat Eid:

Shalat Eid dua rakaat. Tiap rakaat, seusai membaca surah Al-Fathihah melakukan 5 kali takbir, dan seusai tiap takbir melakukan qunut. Setelah qunut ke-5 kembali melakukan takbir, kemudian ruku’ dan dua sujud untuk menyelesaikan rakaat pertama. Kemudian melanjutkan rakaat kedua dengan cara yang sama, hanya saja di rakaat kedua hanya ada empat qunut, setelah qunut keempat melakukan takbir kemudian ruku’ dan dilanjutkan hingga diakhiri dengan tasyahud dan salam.

Dalam tiap qunut shalat boleh membaca doa apapun, tapi disarankan membaca doa ini:

اللّهُمَّ أَهْلَ الْكِبْرياءِ وَالْعَظَمةِ

Ya Allah pemilik keagungan dan kebesaran

وَ أهْلَ الجُودِ وَالجَبَرُوتِ

pemilik keperkasaan dan kedermawanan

وَ أَهْلَ العَفْو وَالرَّحْمَةِ

pemilik ampunan dan rahmat

وَ أَهْلَ التَقّويٰ وَالمَغْفِرَة

dzat yang menuntut ketakwaan dan penuh maghfirah

أَسْئَلُكَ بَحَقِّ هذَا الْيوَمِ

aku memohon demi hari ini

الّذي جَعَلْتَهُ لِلمُسْلِمينَ عيداً

yang Kau jadikan hari raya untuk umat Islam

وَ لِمُحَمّدٍ صَلّيٰ اللهُ عَليْه وَ آلِهِ ذُخْراً وَ شَرَفاَ وَ کِرامتاً وَ مَزيداً

dan Kau jadikannya kemuliaan, kehormatan dan karunia bagi Muhammad saw dan keluarganya

أَن تُصَلّي عَليٰ مُحَمّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ

haturkan shalawat salam kepada Muhammad dan keluarga Muhammad

وَ أَنْ تُدْخِلني في كُلِّ خَيْرٍ أَدْخَلْتَ فيهِ مُحَمَّداً وَ آلَ مُحَمَّد

lalu Kau masukkan daku pada segala kebaikan yang Kau telah memasukkan Muhammad dan keluarganya ke sana

وَ أَنْ تُخْرِجَني مِنْ كُلِّ سُوءٍ أَخْرَجْتَ مِنْهُ مُحَمَّداً وَ آل مُحَمَّدٍ

dan Kau keluarkan daku dari segala keburukan yang mana Kau telah mengeluarkan Muhammad dan keluarganya dari sana

صَلَوٰاتُكَ عَلَيُهِ وَ عَلَيْهِمْ

shalawat-Mu senantiasa untuknya dan mereka

اللّهُمَّ إني أَسْئَلَكَ خَيرَ مٰا سَئَلَكَ مِنْهُ عِبادُكَ الصّٰالِحُونَ

ya Allah aku memohon kepada-Mu segala kebaikan yang dimohon oleh hamba-hamba shaleh-Mu

وَاَعُوذُ بِكَ مِمّا اسْتَعاذَ مِنْهُ عِبادُكَ الْمُخْلِصوُنَ

dan aku berlindung pada-Mu dari apapun yang dimintai perlindungan oleh hamba-hamba-Mu yang ikhlas