Imam Mahdi aj dan Dajjal di depan Ka’bah

Sayid Ibnu Thawus dalam kitab Iqbal meriwayatkan dari Aban bin Muhammad, bahwa pada suatu tahun Imam Shadiq as pergi menunaikan ibadah haji. Saat itu beliau berada di bawah Ka’bah berdoa. Abdullah bin Hasan di sisi kanan, Hasan bin Hasan di sisi kiri, dan Ja’far bin Hasan[1] berdiri di belakang beliau.

Pada waktu itu Ibad Abu Katsir Bashri memanggil Imam, “Wahai Abu Abdillah.”

Imam diam tidak menjawabnya.

Ibad tiga kali memanggil beliau seperti itu namun Imam tidak menjawab. Akhirnya Ibad memanggil beliau dengan menyebut nama, dan berkata, “Hai Ja’far!”

Imam pun menjawab, “Wahai Abu Katsir, apa yang kau inginkan? Katakan.”

Ibad berkata, “Aku memiliki sebuah kitab yang ditulis di dalamnya bahwa akan ada seorang yang bakal menghacurkan rumah Ka’bah.”

Beliau menjawab, “Abu Katsir, kitabmu berbohong. Demi Tuhan aku tahu orang yang kau maksud. Ia adalah Dajjal, kakinya berwarna kuning, betisnya terluka, lehernya kecil, kepalanya besar, berdiri di samping Rukun Yamani. Ia melarang semua orang bertawaf dan membubarkan mereka. Saat itu Allah swt akan mengutus seseorang dari keturunanku dan ia akan membinasakannya bagaikan kaum ‘Ad, Tsamud dan Fir’aun.”

Sumber: Biharul Anwar, jil. 51, hal. 376.

Ahlolbait.com


[1] Ketiga orang itu adalah putra Hasan Al-Mutsanna putra Imam Hasan Al-Mujtaba as.