Amalan Ahlul Bait as di bulan Ramadhan

Amalan umum ini terbagi dalam empat bagian:

Amalan yang Dilakukan pada Siang dan Malam Ramadhan

Sayid Ibnu Thawus ra meriwayatkan dari Imam Muhammad Baqir dan Imam Ja’far Shadiq as, “Bacalah (doa ini) setelah melaksanakan shalat wajib dari awal hingga akhir Ramadhan.”

اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي حَجَّ بَيْتِكَ الْحَرَامِ فِي عَامِي هَذَا وَ فِي كُلِّ عَامٍ مَا أَبْقَيْتَنِي فِي يُسْرٍ مِنْكَ وَ عَافِيَةٍ وَ سَعَةِ رِزْقٍ وَ لا تُخْلِنِي مِنْ تِلْكَ الْمَوَاقِفِ الْكَرِيمَةِ وَ الْمَشَاهِدِ الشَّرِيفَةِ وَ زِيَارَةِ قَبْرِ نَبِيِّكَ صَلَوَاتُكَ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ فِي جَمِيعِ حَوَائِجِ الدُّنْيَا وَ الْآخِرَةِ فَكُنْ لِي اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ فِيمَا تَقْضِي وَ تُقَدِّرُ مِنَ الْأَمْرِ الْمَحْتُومِ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ مِنَ الْقَضَاءِ الَّذِي لا يُرَدُّ وَ لا يُبَدَّلُ أَنْ تَكْتُبَنِي مِنْ حُجَّاجِ بَيْتِكَ الْحَرَامِ الْمَبْرُورِ حَجُّهُمْ الْمَشْكُورِ سَعْيُهُمْ الْمَغْفُورِ ذُنُوبُهُمْ الْمُكَفَّرِ عَنْهُمْ سَيِّئَاتُهُمْ وَ اجْعَلْ فِيمَا تَقْضِي وَ تُقَدِّرُ أَنْ تُطِيلَ عُمُرِي [فِي طَاعَتِكَ‏] وَ تُوَسِّعَ عَلَيَّ رِزْقِي وَ تُؤَدِّيَ عَنِّي أَمَانَتِي وَ دَيْنِي آمِينَ رَبَّ الْعَالَمِينَ .

Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku kemampuan untuk melaksanakan haji ke rumah mulia-Mu di tahun ini, di setiap tahun selama Engkau memberi kemudahan, kesehatan dan kelapangan rezeki dalam hidupku! Jangan Engkau halangi aku untuk menziarahi kubur Nabi-Mu, tempat-tempat dan makam-makam mulia di sana! Semoga shalawat-Mu selalu terlimpahkan kepada dia (Muhammad) dan keluarganya! Bantulah aku agar bisa memenuhi kebutuhan dunia dan akhirat! Ya Allah, aku memohon ketentuan pasti-Mu di malam lailatul qadar, qadha yang tidak dapat ditolak dan diubah! Catatlah aku sebagai bagian dari para peziarah rumah suci-Mu dengan haji yang rnakbur, dengan sa’i yang masykur, dan dosa-dosa yang terampuni! Catatlah itu sebagai ketentuan dan kepastian-Mu! Panjangkanlah umurku (untuk menaati-Mu)! Lapangkanlah rezekiku! Tunaikanlah amanah dan utang-utangku! Amin, Rabbal Alamin.

Bacalah (doa berikut ini) setelah menunaikan shalat wajib:

يَا عَلِيُّ يَا عَظِيمُ يَا غَفُورُ يَا رَحِيمُ أَنْتَ الرَّبُّ الْعَظِيمُ الَّذِي لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْ‏ءٌ وَ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ وَ هَذَا شَهْرٌ عَظَّمْتَهُ وَ كَرَّمْتَهُ وَ شَرَّفْتَهُ وَ فَضَّلْتَهُ عَلَي الشُّهُورِ وَ هُوَ الشَّهْرُ الَّذِي فَرَضْتَ صِيَامَهُ عَلَيَّ وَ هُوَ شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أَنْزَلْتَ فِيهِ الْقُرْآنَ هُدًي لِلنَّاسِ وَ بَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَي وَ الْفُرْقَانِ وَ جَعَلْتَ فِيهِ لَيْلَةَ الْقَدْرِ وَ جَعَلْتَهَا خَيْرا مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ فَيَا ذَا الْمَنِّ وَ لا يُمَنُّ عَلَيْكَ مُنَّ عَلَيَّ بِفَكَاكِ رَقَبَتِي مِنَ النَّارِ فِيمَنْ تَمُنُّ عَلَيْهِ وَ أَدْخِلْنِي الْجَنَّةَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Wahai yang Mahatinggi! Wahai yang Mahaagung! Wahai Maha Pengampun! Wahai Maha Pengasih! Engkaulah Tuhan Mahaagung! Tak sesuatu pun serupa dengan-Mu! Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui! Bulan ini adalah bulan yang Engkau agungkan, Engkau muliakan, dan Engkau utamakan melebihi bulan-bulan yang lain! Engkau wajibkan kami berpuasa di bulan ini! Bulan ini adalah bulan Ramadhan, Engkau turunkan al-Quran di dalamnya sebagai petunjuk bagi umat manusia dan penjelas siapa yang memberi petunjuk, pemisah (hak dan batil)! Engkau tentukan malam al-Qadar di bulan ini, kemudian Engkau jadikan ia lebih baik dari seribu bulan! Wahai Pemilik anugerah yang tak pernah diberi anugerah! Selamatkan aku dari api neraka bersama orang-orang yang Engkau selamatkan! Masukkanlah aku ke surga demi rahmat-Mu! Wahai yang Lebih Pengasih dari para pengasih!

Syekh Kafami dalam kitab al-Mishbah dan al-Balad al-Amin, serta Syekh Syahid dalam kumpulan doanya meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Sesiapa membaca doa ini di bulan Ramadhan setiap setelah melaksanakan shalat wajib, Allah Ta’ala akan mengampuni dosa-dosanya hingga hari Kiamat.” Doa itu adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ أَدْخِلْ عَلَي أَهْلِ الْقُبُورِ السُّرُورَ اللَّهُمَّ أَغْنِ كُلَّ فَقِيرٍ اللَّهُمَّ أَشْبِعْ كُلَّ جَائِعٍ اللَّهُمَّ اكْسُ كُلَّ عُرْيَانٍ اللَّهُمَّ اقْضِ دَيْنَ كُلِّ مَدِينٍ اللَّهُمَّ فَرِّجْ عَنْ كُلِّ مَكْرُوبٍ اللَّهُمَّ رُدَّ كُلَّ غَرِيبٍ اللَّهُمَّ فُكَّ كُلَّ أَسِيرٍ اللَّهُمَّ أَصْلِحْ كُلَّ فَاسِدٍ مِنْ أُمُورِ الْمُسْلِمِينَ اللَّهُمَّ اشْفِ كُلَّ مَرِيضٍ اللَّهُمَّ سُدَّ فَقْرَنَا بِغِنَاكَ اللَّهُمَّ غَيِّرْ سُوءَ حَالِنَا بِحُسْنِ حَالِكَ اللَّهُمَّ اقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَ أَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِ إِنَّكَ عَلَي كُلِّ شَيْ‏ءٍ قَدِيرٌ .

Ya Allah, bahagiakanlah para penghuni kubur! Ya Allah, penuhilah kebutuhan setiap orang fakir! Ya Allah, kenyangkanlah orang-orang yang kelaparan! Ya Allah, berilah pakaian orang-orang yang telanjang! Ya Allah, lunasilah utang orang-orang yang berutang! Ya Allah. bahagiakanlah orang-orang yang susah! Ya Allah. kembalikanlah orang-orang orang yang diasingkan! Ya Allah. bebaskanlah orang-orang yang ditawan! Ya Allah, perbaikilah setiap urusan Muslimin yang rusak! Ya Allah. sembuhkanlah orang-orang yang sakit. Ya Allah, tutupilah kefakiran kami dengan kekayaan-Mu! Ya Allah. ubahlah kondisi buruk kami dengan kebaikan-Mu! Ya Allah. lunasi lah utang kami dan cukupkanlah kefakiran kami! Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu!

Syekh Kulaini meriwayatkan dari Abu Bashir bahwa Imam Ja’far Shadiq as selalu membaca doa (berikut) ini pada bulan Ramadhan.

اللَّهُمَّ إِنِّي بِكَ وَ مِنْكَ أَطْلُبُ حَاجَتِي وَ مَنْ طَلَبَ حَاجَةً إِلَي النَّاسِ فَإِنِّي لا أَطْلُبُ حَاجَتِي إِلا مِنْكَ وَحْدَكَ لا شَرِيكَ لَكَ وَ أَسْأَلُكَ بِفَضْلِكَ وَ رِضْوَانِكَ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَي مُحَمَّدٍ وَ أَهْلِ بَيْتِهِ وَ أَنْ تَجْعَلَ لِي فِي عَامِي هَذَا إِلَي بَيْتِكَ الْحَرَامِ سَبِيلا حِجَّةً مَبْرُورَةً مُتَقَبَّلَةً زَاكِيَةً خَالِصَةً لَكَ تَقَرُّ بِهَا عَيْنِي وَ تَرْفَعُ بِهَا دَرَجَتِي وَ تَرْزُقَنِي أَنْ أَغُضَّ بَصَرِي وَ أَنْ أَحْفَظَ فَرْجِي وَ أَنْ أَكُفَّ بِهَا عَنْ جَمِيعِ مَحَارِمِكَ حَتَّي لا يَكُونَ شَيْ‏ءٌ آثَرَ عِنْدِي مِنْ طَاعَتِكَ وَ خَشْيَتِكَ وَ الْعَمَلِ بِمَا أَحْبَبْتَ وَ التَّرْكِ لِمَا كَرِهْتَ وَ نَهَيْتَ عَنْهُ وَ اجْعَلْ ذَلِكَ فِي يُسْرٍ وَ يَسَارٍ وَ عَافِيَةٍ وَ مَا أَنْعَمْتَ بِهِ عَلَيَّ وَ أَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ وَفَاتِي قَتْلا فِي سَبِيلِكَ تَحْتَ رَايَةِ نَبِيِّكَ مَعَ أَوْلِيَائِكَ وَ أَسْأَلُكَ أَنْ تَقْتُلَ بِي أَعْدَاءَكَ وَ أَعْدَاءَ رَسُولِكَ وَ أَسْأَلُكَ أَنْ تُكْرِمَنِي بِهَوَانِ مَنْ شِئْتَ مِنْ خَلْقِكَ وَ لا تُهِنِّي بِكَرَامَةِ أَحَدٍ مِنْ أَوْلِيَائِكَ اللَّهُمَّ اجْعَلْ لِي مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلا حَسْبِيَ اللَّهُ مَا شَاءَ اللَّهُ

Ya Allah. melalui diri-Mu dan kepada-Mu aku memohon kebutuhanku! Aku tidak meminta keperluanku kecuali kepada-Mu! Tiada sekutu bagi-Mu! Aku memohon-Mu melalui karunia dan rida-Mu! Anugerahkanlah shalawat ke-pada Muhammad dan keluarganya! Lapangkanlah jalanku menuju rumah suci-Mu sebagai haji yang mabrur, diterima, suci dan murni hanya untuk-Mu di tahun ini! Karenanya aku bahagia! Karenanya Engkau angkat derajatku! Berilah aku kemampuan untuk menutup mataku, menjaga kemaluanku! Cegahlah aku dari segala yang Engkau haramkan, sehingga kepentinganku hanyalah taat kepada-Mu, takut kepada-Mu, mengamalkan segala yang Engkau senangi, meninggalkan segala yang Engkau benci dan larang! Permudah dan selamatkan-lah semua itu dan segala yang Engkau berikan kepadaku! Aku memohon-Mu agar kematianku terbunuh di jalan-Mu, di bawah panji Nabi-Mu, bersama kekasih-kekasih-Mu! Aku memohon-Mu agar memusnahkan musuh-musuh-Mu dan musuh-musuh Rasul-Mu! Aku memohon-Mu agar memuliakan aku! Hinakanlah makhluk yang Engkau kehendaki! Jangan Engkau hinakan aku karena tidak memiliki kemuliaan salah seorang kekasih-Mu. Ya Allah,anugerahkan kepadaku jalan bersama Rasul! Cukuplah Allah, bagiku adalah apa yang menjadi kehendak Allah!

Amalan yang dilakukan pada malam Ramadhan:

Pertama, berbuka puasa. Disunahkan berbuka puasa setelah melaksanakan shalat magrib dan isya kecuali badan kita sangat lemah atau ada orang yang sedang menunggu (untuk berbuka puasa bersama).

Kedua, berbuka puasa dengan makanan yang bersih dari barang haram dan syubhat. Yang lebih baik adalah berbuka puasa dengan kurma yang halal sehingga pahala shalatnya menjadi empat ratus kali lipat. Jika kita berbuka puasa dengan kurma dan air putih, kurma ruthab, susu, manisan, atau air hangat, hal itu juga sangat baik.

Ketiga, membaca doa sebelum berbuka puasa sehingga Allah menganugerahkan kepada kita pahala (sebanyak) orang yang berpuasa pada hari itu, seperti:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَ عَلَي رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ وَ عَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ

Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa, hanya dengan rezeki-Mu aku berbuka puasa, dan hanya kepada-Mu aku bertawakal.

Jika kita membaca doa Allahumma Rabbannuril Adzim yang diriwayatkan oleh Sayid Ibnu Thawus dan Syekh Kaf’ami, kita akan mendapatkan keutamaan yang tak terhingga.

Diriwayatkan bahwa ketika Amirul Mukminin as ingin berbuka puasa, beliau selalu membaca,

بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنَا وَ عَلَي رِزْقِكَ أَفْطَرْنَا فَتَقَبَّلْ [فَتَقَبَّلْهُ‏] مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Dengan nama Allah. Ya Allah, hanya untuk-Mu kami berpuasa dan hanya dengan rezeki-Mu kami berbuka puasa. Maka, terimalah dari kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

Keempat, membaca doa (berikut) ini pada suapan pertama.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ يَا وَاسِعَ الْمَغْفِرَةِ اغْفِرْ لِي

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Wahai Yang luas ampunan-Nya, ampunilah daku.

Kelima, membaca surah al-Qadr ketika sedang berbuka puasa. Keenam, bersedekah dan memberi makan kepada orang-orang yang berpuasa ketika waktu berbuka puasa tiba meskipun dengan beberapa butir kurma atau seteguk air. Rasulullah saw bersabda, “Sesiapa memberikan makanan kepada orang yang berpuasa, ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa itu tanpa pahalanya dikurangi sedikit pun dan juga akan memperoleh seperti pahala kebajikan yang dilakukannya karena energi yang diperolehnya dari makanan itu.”

Ayatullah Allamah Hilli ra dalam buku ar-Risalah os-So’divob meriwayatkan bahwa Imam Ja’far Shadiq as berkata, “Seorang mukmin yang memberikan sesuap makanan kepada mukmin (yang lain) pada bulan puasa, Allah Ta’ala akan menulis baginya pahala orang yang telah membebaskan tiga puluh budak mukmin dan ia akan memiliki satu doa yang pasti dikabulkan di sisi-Nya.”

Ketujuh, membaca surah al-Qadr seribu kali setiap malam seperti disebutkan dalam sebuah riwayat.

Kedelapan, membaca surah ad-Dukhan seratus kali setiap malam jika mampu.

Kesembilan, Sayid Ibnu Thawus meriwayatkan bahwa sesiapa membaca doa (berikut) ini di setiap malam bulan Ramadhan, dosa-dosanya selama empat puluh tahun akan diampuni.

اللَّهُمَّ رَبَّ شَهْرِ رَمَضَانَ الَّذِي أَنْزَلْتَ فِيهِ الْقُرْآنَ وَ افْتَرَضْتَ عَلَي عِبَادِكَ فِيهِ الصِّيَامَ صَلِّ عَلَي مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ ارْزُقْنِي حَجَّ بَيْتِكَ الْحَرَامِ فِي عَامِي هَذَا وَ فِي كُلِّ عَامٍ وَ اغْفِرْ لِي تِلْكَ الذُّنُوبَ الْعِظَامَ فَإِنَّهُ لا يَغْفِرُهَا غَيْرُكَ يَا رَحْمَانُ يَا عَلامُ

Ya Allah, Tuhan bulan Ramadhan yang Engkau telah menurunkan al-Quran di dalamnya dan Engkau telah mewajibkan puasa atas ham-ba-hamba-Mu di bulan tersebut, curahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, anugerahkan padaku haji ke Rumah-Mu yang mulia di tahun ini dan di setiap tahun, dan ampunilah dosa-dosaku yang besar itu, karena tiada yang dapat mengampuninya selain-Mu, wahai yang Maha Pengasih, wahai yang Maha Mengetahui.

Kedua belas, membaca doa berikut ini setiap malam.

اللَّهُمَّ بِرَحْمَتِكَ فِي الصَّالِحِينَ فَأَدْخِلْنَا وَ فِي عِلِّيِّينَ فَارْفَعْنَا وَ بِكَأْسٍ مِنْ مَعِينٍ مِنْ عَيْنٍ سَلْسَبِيلٍ فَاسْقِنَا وَ مِنَ الْحُورِ الْعِينِ بِرَحْمَتِكَ فَزَوِّجْنَا وَ مِنَ الْوِلْدَانِ الْمُخَلَّدِينَ كَأَنَّهُمْ لُؤْلُؤٌ مَكْنُونٌ فَأَخْدِمْنَا وَ مِنْ ثِمَارِ الْجَنَّةِ وَ لُحُومِ الطَّيْرِ فَأَطْعِمْنَا وَ مِنْ ثِيَابِ السُّنْدُسِ وَ الْحَرِيرِ وَ الْإِسْتَبْرَقِ فَأَلْبِسْنَا وَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ وَ حَجَّ بَيْتِكَ الْحَرَامِ وَ قَتْلا فِي سَبِيلِكَ فَوَفِّقْ لَنَا وَ صَالِحَ الدُّعَاءِ وَ الْمَسْأَلَةِ فَاسْتَجِبْ لَنَا [يَا خَالِقَنَا اسْمَعْ وَ اسْتَجِبْ لَنَا] وَ إِذَا جَمَعْتَ الْأَوَّلِينَ وَ الْآخِرِينَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَارْحَمْنَا وَ بَرَاءَةً مِنَ النَّارِ فَاكْتُبْ لَنَا وَ فِي جَهَنَّمَ فَلا تَغُلَّنَا وَ فِي عَذَابِكَ وَ هَوَانِكَ فَلا تَبْتَلِنَا وَ مِنَ الزَّقُّومِ وَ الضَّرِيعِ فَلا تُطْعِمْنَا وَ مَعَ الشَّيَاطِينِ فَلا تَجْعَلْنَا وَ فِي النَّارِ عَلَي وُجُوهِنَا فَلا تَكْبُبْنَا [تَكُبَّنَا] وَ مِنْ ثِيَابِ النَّارِ وَ سَرَابِيلِ الْقَطِرَانِ فَلا تُلْبِسْنَا وَ مِنْ كُلِّ سُوءٍ يَا لا إِلَهَ إِلا أَنْتَ بِحَقِّ لا إِلَهَ إِلا أَنْتَ فَنَجِّنَا .

Ya Allah, demi rahmat-Mu ke dalam golongan orang-orang saleh masukkanlah kami, di dalam surga ‘illiyyin angkatlah (derajat) kami, dari mata air Salsabil berikanlah kami minum, dengan Hurul ‘Ain-dengan rahmat-Mu nikahkanlah kami, dari budak-budak abadi (surga) yang (gemerlapan) bak mutiara tersimpan berikanlah kami pembantu, dari buah-buahan surga dan daging-daging burung berilah makan kami, dari kain-kain sutra berilah kami pakaian, lailatul qadar, haji ke Rumah-Mu yang suci, dan terbunuh di jalan-Mu berikan kami taufik (untuk menggapainya), dan kabulkanlah doa dan permohonan (kami) yang layak, (wahai Pencipta kami, dengarkanlah dan kabulkanlah), jika Engkau mengumpulkan seluruh umat manusia dari awal hingga akhir pada hari Kiamat, kasihanilah kami, kebebasan dari api neraka tuliskanlah untuk kami, di dalam (jeratan) jahanam jangan Kaubelenggu kami, ke dalam siksa dan penghinaan-Mu jangan Kaujerumuskan kami, dari buah Zaqqum dan buah-buahan pahit jangan Kauberi kami makan, bersama setan jangan Kaujadikan kami, ke dalam neraka jangan sungkurkan kami, dari pakaian-pakaian neraka dan baju-baju lusuh berdaki (penduduk neraka) jangan Kaupakaikan kepada kami, dan dari segala keburukan wahai Yang tiada tuhan selain Engkau demi laa ilaaha illallah selamatkanlah kami.

Ketiga belas, diriwayatkan dari Imam Ja’far Shadiq as, “Bacalah setiap malam bulan Ramadhan,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ فِيمَا تَقْضِي وَ تُقَدِّرُ مِنَ الْأَمْرِ الْمَحْتُومِ فِي الْأَمْرِ الْحَكِيمِ مِنَ الْقَضَاءِ الَّذِي لا يُرَدُّ وَ لا يُبَدَّلُ أَنْ تَكْتُبَنِي مِنْ حُجَّاجِ بَيْتِكَ الْحَرَامِ الْمَبْرُورِ حَجُّهُمْ الْمَشْكُورِ سَعْيُهُمْ الْمَغْفُورِ ذُنُوبُهُمْ الْمُكَفَّرِ عَنْ سَيِّئَاتِهِمْ [عَنْهُمْ سَيِّئَاتُهُمْ‏] وَ أَنْ تَجْعَلَ فِيمَا تَقْضِي وَ تُقَدِّرُ أَنْ تُطِيلَ عُمُرِي فِي خَيْرٍ وَ عَافِيَةٍ وَ تُوَسِّعَ فِي رِزْقِي وَ تَجْعَلَنِي مِمَّنْ تَنْتَصِرُ بِهِ لِدِينِكَ وَ لا تَسْتَبْدِلْ بِي غَيْرِي .

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu, di dalam ketentuan dan kepastian yang akan Kautentukan dalam qadha dan qadar yang bijaksana dan tidak akan dapat diganti dan diubah tuliskanlah aku di antara para peziarah rumah suci-Mu yang mabrur haji mereka, yang disyukuri usaha mereka, yang diampuni dosa-dosa mereka, dan yang tertebus kejelekan-kejelekan mereka, dan di dalam qadha dan qadar yang akan Kautentukan panjangkanlah umurku dalam kebajikan dan afiat, lapangkanlah rezekiku, dan jadikan aku di antara orang-orang Kaumenangkan agama-Mu dengan (perantara) mereka, serta jangan Kauganti aku dengan orang selainku.

Keempat belas, dalam kitab Anis ash-Shalihin disebutkan membaca doa ini setiap malam bulan Ramadhan.

أَعُوذُ بِجَلالِ وَجْهِكَ الْكَرِيمِ أَنْ يَنْقَضِيَ عَنِّي شَهْرُ رَمَضَانَ أَوْ يَطْلُعَ الْفَجْرُ مِنْ لَيْلَتِي هَذِهِ وَ لَكَ قِبَلِي ذَنْبٌ أَوْ تَبِعَةٌ تُعَذِّبُنِي عَلَيْهِ . إِلهِي وَقَفَ السَّائِلُونَ بِبابِكَ، وَلاذَ الفُقَراءُ بِجَنابِكَ وَوَقَفَتْ سَفِينَةُ المَساكِينِ عَلي ساحِلِ بَحْرِ جُودِكَ وَكَرَمِكَ يَرْجُونَ الجَوازَ إِلي ساحَةِ رَحْمَتِكَ وَنِعْمَتِكَ. إِلهِي إِنْ كُنْتَ لاتَرْحَمُ فِي هذا الشَّهْرِ الشَّرِيفِ إِلاّ مَنْ أَخْلَصَ لَكَ فِي صِيامِهِ وَقِيامِهِ فَمَنْ لِلْمُذْنِبِ المُقَصِّرِ إِذا غَرِقَ فِي بَحْرِ ذُنُوبِهِ وَآثامِهِ إِلهِي إِنْ كُنْتَ لاتَرْحَمُ إِلاّ المُطِيعِينَ فَمَنْ لِلْعاصِينَ وَإِنْ كُنْتَ لاتَقْبَلُ إِلاّ مِنَ العامِلِينَ فَمَنْ لِلْمُقَصِّرِينَ إِلهِي رَبِحَ الصَّائِمُونَ، وَفازَ القَائِمُونَ، وَنَجا المُخْلِصُونَ، وَنَحْنُ عَبِيدُكَ المُذْنِبُونَ. فَارْحَمْنا بِرَحْمَتِكَ، وَاعْتِقْنا مِنَ النَّارِ بِعَفْوِكَ، وَاغْفِرْ لَنا ذُنُوبَنا بِرَحْمَتِكَ. يا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

Aku berlindung kepada keagungan “wajah”-Mu yang mulia hendaknya jangan sampai bulan Ramadhan berlalu atau fajar malamku ini terbit sedangkan Engkau masih memiliki tagihan atasku atau (aku masih berlumuran) dosa yang karenanya Engkau akan menyiksaku. Wahai Sembahanku! Para peminta berdiri di depan pintu-Mu, para fakir berlindung di sisi-Mu, bahtera orang-orang miskin berlabuh di tepi pantai laut kemurahan dan kedermawanan-Mu mengharap untuk bisa melintasi kawasan rahmat dan nikmat-Mu. Wahai Sembahanku! Jika di bulan Ramadhan yang mulia ini Engkau tidak menyayangi kecuali hamba-hamba yang dengan ikhlas berpuasa dan shalat maka bagaimanakah dengan hamba-hamba yang berdosa yang tenggelam dalam lautan dosa dan kesalahannya? Wahai sembahanku jika Engkau tidak menyayangi kecuali orang-orang yang taat maka bagaimanakah dengan pemaksiat? Jika Engkau tidak mengabulkan kecuali orang-orang yang beramal bagaimana dengan yang tidak beramal? Wahai Sembahanku! Beruntunglah orang-orang yang berpuasa, menanglah orang-orang yang shalat, selamatlah orang-orang yang ikhlas, kami adalah hamba-Mu yang berdosa maka sayangilah kami dengan rahmat-Mu, bebaskan kami dari siksa neraka dengan maaf-Mu, dan ampunilah segala dosa kami dengan rahmat-Mu wahai Zat yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Doa saat sahur

Ketujuh, membaca doa berikut ini. Doa ini disebutkan dalam kitab Iqbal al-Amal dan termasuk doa-doa sahar yang terpendek.

يَا مَفْزَعِي عِنْدَ كُرْبَتِي وَ يَا غَوْثِي عِنْدَ شِدَّتِي إِلَيْكَ فَزِعْتُ وَ بِكَ اسْتَغَثْتُ وَ بِكَ لُذْتُ لا أَلُوذُ بِسِوَاكَ وَ لا أَطْلُبُ الْفَرَجَ إِلا مِنْكَ فَأَغِثْنِي وَ فَرِّجْ عَنِّي يَا مَنْ يَقْبَلُ الْيَسِيرَ وَ يَعْفُو عَنِ الْكَثِيرِ اقْبَلْ مِنِّي الْيَسِيرَ وَ اعْفُ عَنِّي الْكَثِيرَ إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيمَانا تُبَاشِرُ بِهِ قَلْبِي وَ يَقِينا حَتَّي أَعْلَمَ أَنَّهُ لَنْ يُصِيبَنِي إِلا مَا كَتَبْتَ لِي وَ رَضِّنِي مِنَ الْعَيْشِ بِمَا قَسَمْتَ لِي يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ يَا عُدَّتِي فِي كُرْبَتِي وَ يَا صَاحِبِي فِي شِدَّتِي وَ يَا وَلِيِّي فِي نِعْمَتِي وَ يَا غَايَتِي فِي رَغْبَتِي أَنْتَ السَّاتِرُ عَوْرَتِي وَ الْآمِنُ رَوْعَتِي وَ الْمُقِيلُ عَثْرَتِي فَاغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

Wahai tempat Pelarianku di saat kesedihanku. wahai Penolongku di saat kesulitanku, hanya kepada-Mu aku berlindung, meminta pertolongan, dan bernaung, aku tidak akan bernaung kepada selain-Mu dan tidak akan mencari kelapangan kecuali dari-Mu. Berikanlah pertolongan kepadaku dan lapangkanlah (kesulitan) ku. Wahai yang Menerima yang sedikit dan Memaafkan (dosa) yang banyak, terimalah (amal)ku yang sedikit dan maafkanlah (dosa) ku yang banyak. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Maha Penyayang. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu iman yang dengannya Kauawasi kalbuku dan keyakinan sehingga aku mengetahui bahwa tidak akan menimpaku kecuali apa yang telah Kautulis bagiku dalam kehidupan ini, ridakanlah aku dengan apa yang telah Kaubagikan untukku, wahai yang Lebih Pengasih dari para pengasih. Wahai Persiapanku di saat kesedihanku, wahai Sahabatku di saat kesulitanku, wahai Pemberi karunia ku, wahai Puncak keinginanku, Engkaulah penutup celaku, Pengaman ketakutanku, dan Pengampun ketergelinciranku, ampunilah kesalahanku, wahai yang Lebih Pengasih dari para pengasih.

Kedelapan, membaca tasbih berikut ini. Tasbih ini disebutkan di dalam kitab al-Iqbal.

سُبْحَانَ مَنْ يَعْلَمُ جَوَارِحَ الْقُلُوبِ سُبْحَانَ مَنْ يُحْصِي عَدَدَ الذُّنُوبِ سُبْحَانَ مَنْ لا يَخْفَي عَلَيْهِ خَافِيَةٌ فِي السَّمَاوَاتِ وَ الْأَرَضِينَ سُبْحَانَ الرَّبِّ الْوَدُودِ سُبْحَانَ الْفَرْدِ الْوِتْرِ سُبْحَانَ الْعَظِيمِ الْأَعْظَمِ سُبْحَانَ مَنْ لا يَعْتَدِي عَلَي أَهْلِ مَمْلَكَتِهِ سُبْحَانَ مَنْ لا يُؤَاخِذُ أَهْلَ الْأَرْضِ بِأَلْوَانِ الْعَذَابِ سُبْحَانَ الْحَنَّانِ الْمَنَّانِ سُبْحَانَ الرَّءُوفِ الرَّحِيمِ سُبْحَانَ الْجَبَّارِ الْجَوَادِ سُبْحَانَ الْكَرِيمِ الْحَلِيمِ سُبْحَانَ الْبَصِيرِ الْعَلِيمِ سُبْحَانَ الْبَصِيرِ الْوَاسِعِ سُبْحَانَ اللَّهِ عَلَي إِقْبَالِ النَّهَارِ سُبْحَانَ اللَّهِ عَلَي إِدْبَارِ النَّهَارِ سُبْحَانَ اللَّهِ عَلَي إِدْبَارِ اللَّيْلِ وَ إِقْبَالِ النَّهَارِ [سُبْحَانَ اللَّهِ عَلَي إِقْبَالِ النَّهَارِ وَ إِدْبَارِ اللَّيْلِ سُبْحَانَ اللَّهِ عَلَي إِقْبَالِ النَّهَارِ وَ إِقْبَالِ اللَّيْلِ‏] وَ لَهُ الْحَمْدُ وَ الْمَجْدُ وَ الْعَظَمَةُ وَ الْكِبْرِيَاءُ مَعَ كُلِّ نَفَسٍ وَ كُلِّ طَرْفَةِ عَيْنٍ وَ كُلِّ لَمْحَةٍ سَبَقَ فِي عِلْمِهِ سُبْحَانَكَ مِلْأَ مَا أَحْصَي كِتَابُكَ سُبْحَانَكَ زِنَةَ عَرْشِكَ سُبْحَانَكَ سُبْحَانَكَ سُبْحَانَكَ .

Mahasuci Zat yang Mengetahui malapetaka-malapetaka hati. Mahasuci Zat yang Menghitung jumlah dosa. Mahasuci Zat yang tidak tersembunyi bagi-Nya segala yang tersembunyi di langit dan di bumi. Mahasuci Tuhan yang Maha Pengasih. Mahasuci Zat yang Maha Esa nan Tunggal. Mahasuci Zat yang Mahaagung nan Teragung. Mahasuci Zat yang tidak pernah berbuat zalim terhadap penduduk kerajaan-Nya. Mahasuci Zat yang tidak menyiksa penduduk bumi dengan aneka ragam siksa. Mahasuci Zat yang Mahakasih nan Penganugerah. Mahasuci Zat yang Mahabelas kasih nan Penyayang. Mahasuci Zat yang Mahaperkasa dan Dermawan. Mahasuci Zat yang Maha Pemurah dan Penyabar. Mahasuci Zat yang Maha Melihat dan Mengetahui. Mahasuci Zat yang Maha Melihat dan Mahaluas, Mahasuci Allah atas kedatangan siang. Mahasuci Allah atas kepergian siang. Mahasuci Allah atas kepergian malam dan kedatangan siang. (Mahasuci Allah atas kedatangan siang dan kepergian malam. Mahasuci Allah atas kedatangan siang dan malam). Hanya bagi-Nya segala pujian, kemuliaan, keagungan, dan kebesaran disertai dengan setiap hembusan napas, kedipan mata, dan setiap isyarat yang telah termaktub dalam ilmu-Nya. Mahasuci Engkau sebanyak yang dapat dihitung oleh kitab-Mu. Mahasuci Engkau sebanyak timbangan Arsy-Mu. Mahasuci Engkau, Mahasuci Engkau, Mahasuci Engkau.

Ketahuilah, para ulama menganjurkan, jika kita berniat puasa setelah memakan sahur, hal itu adalah lebih baik. Akan tetapi, kita memiliki kesempatan untuk berniat puasa dari awal malam hingga akhir malam. Niat adalah kita mengetahui dan bermaksud untuk melakukan puasa esok hari dan meninggalkan segala yang dapat membatalkannya. Selayaknya kita melakukan shalat malam (tahajjud) di waktu-waktu sahar ini.

Amalan Ahlul Bait as di bulan Sya’ban

Amalan-amalan umum (pada bulan ini) adalah sebagai berikut:

Pertama, membaca (zikir berikut) sebanyak tujuh puluh kali dalam setiap hari.

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَ أَسْأَلُهُ التَّوْبَةَ

Aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya.

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الَّذِي لا إِلَهَ إِلا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَ أَتُوبُ إِلَيْهِ.

Aku memohon ampun kepada Allah yang tiada tuhan selain Dia. Yang Maha Pengasih. Maha Penyayang. Yang Mahahidup dan Maha Berdiri Sendiri dan aku bertaubat kepada-Nya.

Kedua, membaca (zikir berikut) sebanyak tujuh puluh kali dalam setiap hari.

لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَ لا نَعْبُدُ إِلا إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَ لَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ

Tiada tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah kecuali la dengan memurnikan agama hanya bagi-Nya meskipun musyrikin menentang (kami)

Menurut sebagian hadis, al-Hayyul Qayyum dibaca sebelum ar-Rahmanur rahim. Jika dibaca dengan kedua cara tersebut, justru lebih baik. Dari sebagian hadis dapat dipahami bahwa doa dan zikir terbaik di bulan ini adalah istigfar, dan sesiapa membaca istigfar sebanyak tujuh puluh kali dalam setiap harinya, pahalanya sama dengan membaca istigfar sebanyak tujuh puluh ribu kali di bulan-bulan lain.

Ketiga, bersedekah meskipun dengan setengah biji kurma sehingga Allah akan mengharamkan badan kita dari api jahanam. Diriwayatkan bahwa Imam Shadiq as pernah ditanya tentang keutamaan berpuasa di bulan Rajab. Beliau berkata, “Mengapa kalian lupa dengan puasa di bulan Syakban?” Perawi berkata, “Wahai putra Rasulullah, apakah pahala orang yang berpuasa satu hari di bulan Syakban?” “Demi Allah, surga adalah pahalanya,” tegas beliau. Ia bertanya kembali, “Wahai Putra Rasulullah, apakah amalan terbaik di bulan ini?” Beliau berkata, “Bersedekah dan istigfar. Sesiapa bersedekah di bulan Syakban, Allah Swt akan memelihara sedekah tersebut sebagaimana salah seorang dari kalian memelihara anak untanya sehingga pada hari kiamat sedekah tersebut sampai di tangan pemiliknya seperti Gunung Uhud besarnya.”

Keempat, membaca bacaan (berikut ini) sebanyak seribu kali di sepanjang bulan. Karena ia memiliki pahala yang tak terhingga. Di antaranya, ibadah seribu tahun akan ditulis di surat amalnya.

Kelima, mengerjakan dua rakaat shalat di setiap hari Kamis. Pada setiap rakaat, setelah membaca surah al-Fatihah, bacalah surah al-Ikhlas sebanyak seratus kali, dan setelah membaca salam, bacalah shalawat sebanyak seratus kali. Dengan demikian, Allah akan mengabulkan setiap keperluan yang Anda kehendaki, baik dalam urusan agama maupun dunia. Berpuasa pada hari ini juga salah satu amalan yang memiliki keutamaan. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa pada setiap hari Kamis bulan Syakban, para malaikat sibuk menghiasi langit. Mereka berseru, “Wahai Tuhan kami, ampunilah orang-orang yang berpuasa pada hari ini dan kabulkanlah doa mereka.” Dalam sebuah hadis Nabi saw, “Sesiapa berpuasa pada hari Senin dan Kamis di bulan Syakban, Allah Swt akan mengabulkan keperluan dunia dan akhiratnya masing-masing dua puluh keperluan.”

Keenam, banyak membaca shalawat.

Ketujuh, membaca shalawat yang diriwayatkan dari Imam Zainal Abidin as (berikut) setiap hari pada waktu zawal dan malam Nishfu Syakban:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَي مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ شَجَرَةِ النُّبُوَّةِ وَ مَوْضِعِ الرِّسَالَةِ وَ مُخْتَلَفِ الْمَلائِكَةِ وَ مَعْدِنِ الْعِلْمِ وَ أَهْلِ بَيْتِ الْوَحْيِ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَي مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ الْفُلْكِ الْجَارِيَةِ فِي اللُّجَجِ الْغَامِرَةِ يَأْمَنُ مَنْ رَكِبَهَا وَ يَغْرَقُ مَنْ تَرَكَهَا الْمُتَقَدِّمُ لَهُمْ مَارِقٌ وَ الْمُتَأَخِّرُ عَنْهُمْ زَاهِقٌ وَ اللازِمُ لَهُمْ لاحِقٌ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَي مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ الْكَهْفِ الْحَصِينِ وَ غِيَاثِ الْمُضْطَرِّ الْمُسْتَكِينِ وَ مَلْجَإِ الْهَارِبِينَ وَ عِصْمَةِ الْمُعْتَصِمِينَ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَي مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ صَلاةً كَثِيرَةً تَكُونُ لَهُمْ رِضًي وَ لِحَقِّ مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ أَدَاءً وَ قَضَاءً بِحَوْلٍ مِنْكَ وَ قُوَّةٍ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَي مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ الطَّيِّبِينَ الْأَبْرَارِ الْأَخْيَارِ الَّذِينَ أَوْجَبْتَ حُقُوقَهُمْ وَ فَرَضْتَ طَاعَتَهُمْ وَ وِلايَتَهُمْ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَي مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ اعْمُرْ قَلْبِي بِطَاعَتِكَ وَ لا تُخْزِنِي بِمَعْصِيَتِكَ وَ ارْزُقْنِي مُوَاسَاةَ مَنْ قَتَّرْتَ عَلَيْهِ مِنْ رِزْقِكَ،  بِمَا وَسَّعْتَ عَلَيَّ مِنْ فَضْلِكَ وَ نَشَرْتَ عَلَيَّ مِنْ عَدْلِكَ وَ أَحْيَيْتَنِي تَحْتَ ظِلِّكَ وَ هَذَا شَهْرُ نَبِيِّكَ سَيِّدِ رُسُلِكَ شَعْبَانُ الَّذِي حَفَفْتَهُ مِنْكَ بِالرَّحْمَةِ وَ الرِّضْوَانِ الَّذِي كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّي اللَّهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ [سَلَّمَ‏] يَدْأَبُ فِي صِيَامِهِ وَ قِيَامِهِ فِي لَيَالِيهِ وَ أَيَّامِهِ بُخُوعا لَكَ فِي إِكْرَامِهِ وَ إِعْظَامِهِ إِلَي مَحَلِّ حِمَامِهِ اللَّهُمَّ فَأَعِنَّا عَلَي الاسْتِنَانِ بِسُنَّتِهِ فِيهِ وَ نَيْلِ الشَّفَاعَةِ لَدَيْهِ اللَّهُمَّ وَ اجْعَلْهُ لِي شَفِيعا مُشَفَّعا وَ طَرِيقا إِلَيْكَ مَهْيَعا وَ اجْعَلْنِي لَهُ مُتَّبِعا حَتَّي أَلْقَاكَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَنِّي رَاضِيا وَ عَنْ ذُنُوبِي غَاضِيا قَدْ أَوْجَبْتَ لِي مِنْكَ الرَّحْمَةَ وَ الرِّضْوَانَ وَ أَنْزَلْتَنِي دَارَ الْقَرَارِ وَ مَحَلَّ الْأَخْيَارِ

Ya Allah, curahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, pohon (kokoh) kenabian, tempat    kelahiran risalah, tempat para malaikat datang silih berganti, sumber-sumber ilmu, dan Ahlubait wahyu. Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, kapal laut (penyelamat) yang berlayar di tengah-tengah gelombang (kehidupan) yang dahsyat; akan aman orang yang menaiki nya dan akan tenggelam orang yang meninggalkannya; orang yang mendahului mereka akan menyimpang, orang yang tertinggal dari mereka akan binasa, dan orang yang selalu bersama mereka akan menjumpai (mereka). Ya Allah, curahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, benteng yang kokoh, penolong orang yang terjepit (musibah) nan sengsara, tempat pelarian orang-orang yang lari, dan penjaga orang-orang yang menginginkan penjagaan. Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, shalawat tak terhingga yang menjadikan mereka rida dan sebagai balasan (setimpal dari kami) bagi hak Muhammad dan keluarga Muhammad, dengan (perantara) daya dan kekuatan dari-Mu wahai Tuhan sekalian alam. Ya Allah, curahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad yang suci, bajik nan terpilih, yang telah Kauwajibkan (atas kami) hak-hak, ketaatan, dan berwilayah kepada mereka. Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, bangunlah hatiku dengan (tatanan) ketaatan-Mu, jangan Kauhinakan daku dengan bermaksiat kepada-Mu, dan limpahkanlah kepadaku rasa peduli terhadap orang yang telah Kausempitkan rezekinya (fakir miskin) karena anugerah luas yang telah Kaulimpahkan atasku, karena keadilan yang telah Kaucurahkan atas diriku, dan karena Engkau masih menghidupkanku di bawah naungan (rahmat)-Mu. Ini adalah bulan Nabi-Mu, junjungan para rasul-Mu, bulan Syakban yang telah Kauselimutinya dengan rahmat dan keridaan, yang Rasulullah saw selalu berpuasa dan beribadah di malam dan siang harinya sebagai pengakuan terhadap (keagungan)-Mu ketika ia mengagungkannya hingga akhir usianya. Ya Allah, bantulah kami untuk mengikuti sunahnya dan menggapai syafaatnya. Ya Allah, jadikanlah ia pemberi syafaatku dan jalan yang terang menuju ke (haribaan)-Mu, serta bantulah aku untuk mengikutinya sehingga aku menjumpai-Mu pada hari kiamat dalam keadaan rida terhadapku dan melupakan dosa-dosaku, sedangkan Engkau telah memastikan rahmat dan keridaan-Mu terhadapku serta telah menempatkanku di rumah, keabadian dan tempat orang-orang yang baik

Amalan Ahlul Bait as di bulan Rajab

Pertama, bacalah doa berikut ini selama bulan Rajab. Diriwayatkan bahwa Imam Ali Zainal Abidin as membaca doa tersebut di Hijir pada permulaan bulan Rajab.

يَا مَنْ يَمْلِكُ حَوَائِجَ السَّائِلِينَ وَ يَعْلَمُ ضَمِيرَ الصَّامِتِينَ لِكُلِّ مَسْأَلَةٍ مِنْكَ سَمْعٌ حَاضِرٌ وَ جَوَابٌ عَتِيدٌ اللَّهُمَّ وَ مَوَاعِيدُكَ الصَّادِقَةُ وَ أَيَادِيكَ الْفَاضِلَةُ وَ رَحْمَتُكَ الْوَاسِعَةُ فَأَسْأَلُكَ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ أَنْ تَقْضِيَ حَوَائِجِي لِلدُّنْيَا وَ الْآخِرَةِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْ‏ءٍ قَدِيرٌ

Wahai Yang mengabulkan segala kebutuhan orang-orang yang memohon. Wahai Yang tahu kata hati orang-orang yang diam. Engkau selalu mendengar dan menjawab setiap permohonan. Ya Allah! Janji-Mu benar, Karunia-Mu melimpah, Rahmat-Mu luas. Maka, aku memohon-Mu agar menganugerahkan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, agar memenuhi kebutuhanku di dunia dan akhirat. Sesungguhnya Engkau Mahamampu atas segala sesuatu.

Kedua, bacalah doa yang selalu dibaca oleh Imam Ja’far Shadiq as selarna bulan Rajab:

خَابَ الْوَافِدُونَ عَلَى غَيْرِكَ وَ خَسِرَ الْمُتَعَرِّضُونَ إِلا لَكَ وَ ضَاعَ الْمُلِمُّونَ إِلا بِكَ وَ أَجْدَبَ الْمُنْتَجِعُونَ إِلا مَنِ انْتَجَعَ فَضْلَكَ بَابُكَ مَفْتُوحٌ لِلرَّاغِبِينَ وَ خَيْرُكَ مَبْذُولٌ لِلطَّالِبِينَ وَ فَضْلُكَ مُبَاحٌ لِلسَّائِلِينَ وَ نَيْلُكَ مُتَاحٌ لِلْآمِلِينَ وَ رِزْقُكَ مَبْسُوطٌ لِمَنْ عَصَاكَ وَ حِلْمُكَ مُعْتَرِضٌ لِمَنْ نَاوَاكَ عَادَتُكَ الْإِحْسَانُ إِلَى الْمُسِيئِينَ وَ سَبِيلُكَ الْإِبْقَاءُ عَلَى الْمُعْتَدِينَ اللَّهُمَّ فَاهْدِنِي هُدَى الْمُهْتَدِينَ وَ ارْزُقْنِي اجْتِهَادَ الْمُجْتَهِدِينَ وَ لا تَجْعَلْنِي مِنَ الْغَافِلِينَ الْمُبْعَدِينَ وَ اغْفِرْ لِي يَوْمَ الدِّينِ .

Kecewalah orang-orang yang menghampiri selain-Mu. Merugilah orang-orang yang menghadap selain-Mu. Musnahlah orang-orang yang mengharap selain-Mu. Miskinlah orang-orang yang mencari selain karunia-Mu. Pintu-Mu terbuka bagi para perindu. Kebaikan-Mu tercurah bagi para pencari. Karunia-Mu tercurah bagi para pemohon-Mu. Anugerah-Mu tersedia bagi para pengharap-Mu. Rezeki-Mu terus terhampar meski bagi para pembangkang-Mu. Kasih sayang-Mu terus meliputi meski bagi para musuh-Mu. Kebiasaan-Mu adalah berbuat baik kepada mereka yang berperilaku bagi para penentang, caramu adalah membiarkan para pelanggar. Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku hidayah orang-orang yang mendapatkan petunjuk. Berikanlah aku semangat orang-orang yang bersemangat. Jangan Kaujadikan aku pelupa yang dijauhkan (dari pintu-Mu). Ampunilah aku di hari Pembalasan.

Ketiga, di dalam kitab Al-Mishbah Syekh Thusi ra meriwayatkan bahwa Mua’Ila bin Khunais mengisahkan Imam Ja’far Shadiq as bersabda, “Di bulan Rajab bacalah doa berikut ini:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ صَبْرَ الشَّاكِرِينَ لَكَ وَ عَمَلَ الْخَائِفِينَ مِنْكَ وَ يَقِينَ الْعَابِدِينَ لَكَ اللَّهُمَّ أَنْتَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ وَ أَنَا عَبْدُكَ الْبَائِسُ الْفَقِيرُ أَنْتَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ وَ أَنَا الْعَبْدُ الذَّلِيلُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ وَ امْنُنْ بِغِنَاكَ عَلَى فَقْرِي وَ بِحِلْمِكَ عَلَى جَهْلِي وَ بِقُوَّتِكَ عَلَى ضَعْفِي يَا قَوِيُّ يَا عَزِيزُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ الْأَوْصِيَاءِ الْمَرْضِيِّينَ وَ اكْفِنِي مَا أَهَمَّنِي مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَ الْآخِرَةِ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ .

Ya Allah! Aku memohon-Mu (anugerahkan kepadaku) kesabaran orang-orang yang mensyukuri-Mu amal orang-orang yang takut kepada-Mu keyakinan orang-orang yang menyembah-Mu. Ya Allah! Engkau Mahatinggi dan Mahaagung sedangkan aku hamba yang sengsara dan fakir Engkau Mahakaya dan Maha Terpuji sedangkan aku hamba yang hina. Ya Allah! Anugerahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya dan anugerahkanlah kekayaan karena kefakiranku. Anugerahkanlah kasih-sayang-Mu karena kebodohanku. Anugerahkanlah kekuatan-Mu karena kelemahanku. Wahai Yang Mahakuat. Wahai Yang Mahamulia. Ya Allah! Anugerahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya para washi yang telah mendapat rida. Penuhilah kebutuhan dunia dan akhiratku, wahai Yang lebih pengasih dari para pengasih.

Penulis kitab ini berkata, “Sayid Ibnu Thawus ra juga meriwayatkan doa ini di dalam kitab al-Iqbal. Dari riwayat beliau, dapat dipahami bahwa doa ini adalah doa yang paling lengkap dan dapat dibaca di setiap waktu.”

Keempat, Syekh Thusi ra juga berkata, “Disunahkan membaca doa ini setiap hari (pada bulan Rajab):

اللَّهُمَّ يَا ذَا الْمِنَنِ السَّابِغَةِ وَ الْآلاءِ الْوَازِعَةِ وَ الرَّحْمَةِ الْوَاسِعَةِ وَ الْقُدْرَةِ الْجَامِعَةِ وَ النِّعَمِ الْجَسِيمَةِ وَ الْمَوَاهِبِ الْعَظِيمَةِ وَ الْأَيَادِي الْجَمِيلَةِ وَ الْعَطَايَا الْجَزِيلَةِ يَا مَنْ لا يُنْعَتُ بِتَمْثِيلٍ وَ لا يُمَثَّلُ بِنَظِيرٍ وَ لا يُغْلَبُ بِظَهِيرٍ يَا مَنْ خَلَقَ فَرَزَقَ وَ أَلْهَمَ فَأَنْطَقَ وَ ابْتَدَعَ فَشَرَعَ وَ عَلا فَارْتَفَعَ وَ قَدَّرَ فَأَحْسَنَ وَ صَوَّرَ فَأَتْقَنَ وَ احْتَجَّ فَأَبْلَغَ وَ أَنْعَمَ فَأَسْبَغَ وَ أَعْطَى فَأَجْزَلَ وَ مَنَحَ فَأَفْضَلَ يَا مَنْ سَمَا فِي الْعِزِّ فَفَاتَ نَوَاظِرَ [خَوَاطِرَ] الْأَبْصَارِ وَ دَنَا فِي اللُّطْفِ فَجَازَ هَوَاجِسَ الْأَفْكَارِ يَا مَنْ تَوَحَّدَ بِالْمُلْكِ فَلا نِدَّ لَهُ فِي مَلَكُوتِ سُلْطَانِهِ وَ تَفَرَّدَ بِالْآلاءِ وَ الْكِبْرِيَاءِ فَلا ضِدَّ لَهُ فِي جَبَرُوتِ شَأْنِهِ يَا مَنْ حَارَتْ فِي كِبْرِيَاءِ هَيْبَتِهِ دَقَائِقُ لَطَائِفِ الْأَوْهَامِ وَ انْحَسَرَتْ دُونَ إِدْرَاكِ عَظَمَتِهِ خَطَائِفُ أَبْصَارِ الْأَنَامِ يَا مَنْ عَنَتِ الْوُجُوهُ لِهَيْبَتِهِ، وَ خَضَعَتِ الرِّقَابُ لِعَظَمَتِهِ وَ وَجِلَتِ الْقُلُوبُ مِنْ خِيفَتِهِ أَسْأَلُكَ بِهَذِهِ الْمِدْحَةِ الَّتِي لا تَنْبَغِي إِلا لَكَ وَ بِمَا وَأَيْتَ بِهِ عَلَى نَفْسِكَ لِدَاعِيكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَ بِمَا ضَمِنْتَ الْإِجَابَةَ فِيهِ عَلَى نَفْسِكَ لِلدَّاعِينَ يَا أَسْمَعَ السَّامِعِينَ وَ أَبْصَرَ النَّاظِرِينَ وَ أَسْرَعَ الْحَاسِبِينَ يَا ذَا الْقُوَّةِ الْمَتِينَ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ خَاتَمِ النَّبِيِّينَ وَ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَ اقْسِمْ لِي فِي شَهْرِنَا هَذَا خَيْرَ مَا قَسَمْتَ وَ احْتِمْ لِي فِي قَضَائِكَ خَيْرَ مَا حَتَمْتَ وَ اخْتِمْ لِي بِالسَّعَادَةِ فِيمَنْ خَتَمْتَ وَ أَحْيِنِي مَا أَحْيَيْتَنِي مَوْفُورا وَ أَمِتْنِي مَسْرُورا وَ مَغْفُورا وَ تَوَلَّ أَنْتَ نَجَاتِي مِنْ مُسَاءَلَةِ الْبَرْزَخِ وَ ادْرَأْ عَنِّي مُنْكَرا وَ نَكِيرا وَ أَرِ عَيْنِي مُبَشِّرا وَ بَشِيرا وَ اجْعَلْ لِي إِلَى رِضْوَانِكَ وَ جِنَانِكَ [جَنَّاتِكَ‏] مَصِيرا وَ عَيْشا قَرِيرا وَ مُلْكا كَبِيرا وَ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ كَثِيرا.

Wahai Pemilik karunia melimpah, karunia beraneka ragam, rahmat yang luas, kekuasaan sempurna, karunia yang agung, anugerah yang besar, karunia yang indah dan pemberian yang agung. Wahai Yang tak tersifati dengan perumpamaan, tak tertandingi oleh sekutu, tak terkalahkan oleh siapa pun. Wahai Yang mencipta lalu memberi rezeki, mengilhami lalu menjadikan makhluk berbicara, mencipta lalu memperbaharui ciptaan, yang melambung, memastikan lalu menata, membentuk lalu mengokohkan, memberi hujah lalu menyampaikan, memberi karunia lalu menyempurnakan, memberi lalu memperbanyak, memberi anugerah lalu menambah. Wahai Yang Mahatinggi kemuliaan-Nya sehingga mata tak mampu melihat-Nya, Mahadekat karunia-Nya sehingga tak terjangkau pikiran Wahai Yang Tunggal kerajaan-Nya sehingga tiada sekutu bagi-Nya di ranah kuasa-Nya, Yang Esa dalam karunia dan kebesaran sehingga tiada pesaing bagi-Nya di singgasana-Nya, wahai Yang memahami kewibawaan-Nya. Pemikiran yang jenius linglung, mata-mata yang tajam buta, ketika menuju keagungan-Nya. Wahai Yang menundukkan wajah-wajah dengan wibawa-Nya, Yang menundukkan kepala-kepala dengan keagungan-Nya, kalbu-kalbu tergetar karena takut kepada-Nya. Aku memohon-Mu melalui pujian yang tak layak disandang selain-Mu, melalui janji-Mu kepada mukminin yang Kauwajibkan mereka untuk memohon-Mu, melalui pengabulan-Mu yang lazim Kauberikan kepada para pemohon. Wahai Yang lebih mendengar dari para pendengar, wahai Yang lebih melihat dari para pemirsa, wahai Yang lebih cepat hisab-Nya, wahai Pemilik Kekuatan Yang Mahategar, anugerahkanlah shalawat kepada Muhammad nabi pamungkas dan keluarganya, anugerahkanlah kepadaku di bulan kami ini bagian terbaik yang telah Kautentukan, pastikanlah bagiku qadha-Mu sebaik-baik ketentuan-Mu, tutuplah (umur)ku dengan kebahagiaan bersama orang-orang yang telah Kaututup (umurnya dengan kebahagiaan), bahagiakanlah aku selama Engkau menghidupkanku, cabutlah nyawaku dalam keadaan bahagia dan terampuni, selamatkanlah aku dari pertanyaan alam barzakh, singkirkanlah dariku Malaikat Munkar dan Nakir, utuslah bagiku malaikat pemberi kabar gembira, bentangkanlah jalanku menuju rida dan surga-Mu, anugerahkanlah kepadaku kehidupan yang bahagia dan kerajaan yang besar, anugerahkanlah shalawat yang tak terhingga kepada Muhammad dan keluarganya.

Kelima, Syekh Thusi ra meriwayatkan bahwa Abu Ja’far Muhammad bin Usman bin Sa’id ra pernah mendapat surat (tawql’) dari Imam Mahdi as yang berisi, “Bacalah (doa ini) di setiap hari selama bulan Rajab:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِمَعَانِي جَمِيعِ مَا يَدْعُوكَ بِهِ وُلاةُ أَمْرِكَ الْمَأْمُونُونَ عَلَى سِرِّكَ الْمُسْتَبْشِرُونَ بِأَمْرِكَ الْوَاصِفُونَ لِقُدْرَتِكَ الْمُعْلِنُونَ لِعَظَمَتِكَ أَسْأَلُكَ بِمَا نَطَقَ فِيهِمْ مِنْ مَشِيَّتِكَ فَجَعَلْتَهُمْ مَعَادِنَ لِكَلِمَاتِكَ وَ أَرْكَانا لِتَوْحِيدِكَ وَ آيَاتِكَ وَ مَقَامَاتِكَ الَّتِي لا تَعْطِيلَ لَهَا فِي كُلِّ مَكَانٍ يَعْرِفُكَ بِهَا مَنْ عَرَفَكَ لا فَرْقَ بَيْنَكَ وَ بَيْنَهَا إِلا أَنَّهُمْ عِبَادُكَ وَ خَلْقُكَ فَتْقُهَا وَ رَتْقُهَا بِيَدِكَ بَدْؤُهَا مِنْكَ وَ عَوْدُهَا إِلَيْكَ أَعْضَادٌ وَ أَشْهَادٌ وَ مُنَاةٌ وَ أَذْوَادٌ وَ حَفَظَةٌ وَ رُوَّادٌ فَبِهِمْ مَلَأْتَ سَمَاءَكَ وَ أَرْضَكَ حَتَّى ظَهَرَ أَنْ لا إِلَهَ إِلا أَنْتَ فَبِذَلِكَ أَسْأَلُكَ وَ بِمَوَاقِعِ الْعِزِّ مِنْ رَحْمَتِكَ وَ بِمَقَامَاتِكَ وَ عَلامَاتِكَ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ وَ أَنْ تَزِيدَنِي إِيمَانا وَ تَثْبِيتا يَا بَاطِنا فِي ظُهُورِهِ وَ ظَاهِرا فِي بُطُونِهِ وَ مَكْنُونِهِ يَا مُفَرِّقا بَيْنَ النُّورِ وَ الدَّيْجُورِ يَا مَوْصُوفا بِغَيْرِ كُنْهٍ وَ مَعْرُوفا بِغَيْرِ شِبْهٍ حَادَّ كُلِّ مَحْدُودٍ وَ شَاهِدَ كُلِّ مَشْهُودٍ وَ مُوجِدَ كُلِّ مَوْجُودٍ وَ مُحْصِيَ كُلِّ مَعْدُودٍ وَ فَاقِدَ كُلِّ مَفْقُودٍ، لَيْسَ دُونَكَ مِنْ مَعْبُودٍ أَهْلَ الْكِبْرِيَاءِ وَ الْجُودِ يَا مَنْ لا يُكَيَّفُ بِكَيْفٍ وَ لا يُؤَيَّنُ بِأَيْنٍ يَا مُحْتَجِبا عَنْ كُلِّ عَيْنٍ يَا دَيْمُومُ يَا قَيُّومُ وَ عَالِمَ كُلِّ مَعْلُومٍ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ وَ عَلَى عِبَادِكَ الْمُنْتَجَبِينَ وَ بَشَرِكَ الْمُحْتَجِبِينَ وَ مَلائِكَتِكَ الْمُقَرَّبِينَ وَ الْبُهْمِ الصَّافِّينَ الْحَافِّينَ وَ بَارِكْ لَنَا فِي شَهْرِنَا هَذَا الْمُرَجَّبِ الْمُكَرَّمِ وَ مَا بَعْدَهُ مِنَ الْأَشْهُرِ الْحُرُمِ وَ أَسْبِغْ عَلَيْنَا فِيهِ النِّعَمَ وَ أَجْزِلْ لَنَا فِيهِ الْقِسَمَ وَ أَبْرِرْ لَنَا فِيهِ الْقَسَمَ بِاسْمِكَ الْأَعْظَمِ الْأَعْظَمِ الْأَجَلِّ الْأَكْرَمِ الَّذِي وَضَعْتَهُ عَلَى النَّهَارِ فَأَضَاءَ وَ عَلَى اللَّيْلِ فَأَظْلَمَ وَ اغْفِرْ لَنَا مَا تَعْلَمُ مِنَّا وَ مَا لا نَعْلَمُ وَ اعْصِمْنَا مِنَ الذُّنُوبِ خَيْرَ الْعِصَمِ وَ اكْفِنَا كَوَافِيَ قَدَرِكَ وَ امْنُنْ عَلَيْنَا بِحُسْنِ نَظَرِكَ وَ لا تَكِلْنَا إِلَى غَيْرِكَ وَ لا تَمْنَعْنَا مِنْ خَيْرِكَ وَ بَارِكْ لَنَا فِيمَا كَتَبْتَهُ لَنَا مِنْ أَعْمَارِنَا وَ أَصْلِحْ لَنَا خَبِيئَةَ أَسْرَارِنَا وَ أَعْطِنَا مِنْكَ الْأَمَانَ وَ اسْتَعْمِلْنَا بِحُسْنِ الْإِيمَانِ وَ بَلِّغْنَا شَهْرَ الصِّيَامِ وَ مَا بَعْدَهُ مِنَ الْأَيَّامِ وَ الْأَعْوَامِ يَا ذَا الْجَلالِ وَ الْإِكْرَامِ .

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah. aku memohon-Mu melalui kandungan doa yang diujarkan oleh para pemegang urusan dan perintah-Mu ketika memohon-Mu. mereka yang terpercaya (memegang) rahasia-Mu. mereka yang berbahagia (mendapat) perintah-Mu mereka yang selalu mengakui kuasa-Mu. mereka yang menampakkan keagungan-Mu. Aku memohon-Mu melalui ketentuan kehendak-Mu kepada mereka, mereka yang Kaujadikan tempat penyimpan (rahasia) kalimat-kalimat-Mu dan pondasi utama gerbang keesaan-Mu melalui ayat dan posisi terhormat-Mu yang tak kenal alpa di setiap tempat, dengan ayat dan kedudukan itu, orang yang ingin mengenal-Mu pasti mengenal-Mu, tiada perbedaan antara Engkau dan mereka, hanya saja mereka adalah hamba dan makhluk-Mu. Segala urusan mereka berada di tangan-Mu. Mereka berasal dari-Mu dan akan kembali kepada-Mu. Mereka adalah kepercayaan, saksi, pengayom, pelindung, penjaga, dan pemimpin (agama-Mu). Karena mereka, Kaupenuhi langit dan bumi-Mu dengan seruan menggema “tiada tuhan selain Engkau.” Melalui semua itu, kemuliaan rahmat-Mu, kedudukan dan tanda-tanda (kekuasaan)-Mu, aku memohon-Mu agar Kauanugerahkan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya, Kautambahkan iman dan ketegaranku. Wahai Yang Mahabatin dalam ketampakan-Nya dan Mahazahir dalam ketersembunyian-Nya, wahai Pemisah antara cahaya dengan kegelapan. Wahai Yang tak dapat disifati karena hakikat-Nya (tak tersentuh). Wahai Yang dikenal tanpa penyerupa. Wahai Pemberi batasan kepada setiap keterbatasan. Wahai Saksi setiap yang tampak. Wahai Pengada setiap keberadaan. Wahai Penghitung setiap hitungan. Wahai Pemusnah setiap yang musnah. Tiada yang layak disembah kecuali Engkau. Wahai Pemilik kebesaran dan kedermawanan, Wahai Yang tak terbentuk dan tak dibatasi tempat. Wahai Yang tersembunyi dari setiap mata. Wahai Yang Mahakekal. Wahai Yang Maha Berdiri Sendiri dan Yang Mengetahui setiap keberadaan, anugerahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya, kepada hamba-hamba-Mu yang terpilih, umat-Mu yang tertutup tirai, para malaikat-Mu yang dekat (dengan-Mu), para malaikat yang tak berbicara namun berbaris dan selalu siap (menerima perintah-Mu). Berkahilah kami di bulan yang agung mulia ini dan di bulan-bulan setelahnya anugerahkanlah karunia kepada kami di dalamnya, perbanyaklah bagian kami di dalamnya, bebaskan kami dari sumpah di dalamnya, demi asma-Mu yang agung dan mulia jika Kauletakkan (asma-Mu) di atas siang, ia akan bercahaya, (jika Kau letakkan) di atas malam, ia akan gelap. Ampunilah dosa kami yang Kauketahui sedangkan kami tidak mengetahuinya. Lindungilah kami dari dosa dengan sebaik-baik perlindungan. Cukupkanlah kami dengan ketentuan-Mu. Karuniakanlah kepada kami baiknya pengawasan-Mu Jangan Kau serahkan kami kepada selain-Mu. Jangan Kaucegah kami untuk (meraih) kebaikan-Mu. Berkahilah umur yang telah Kautentukan bagi kami. Perbaikilah apa yang tersembunyi di dalam diri kami. Anugerahkanlah kepada kami pengamanan. Jagalah kami dengan sebaik-baik iman. Sampaikanlah kami kepada bulan puasa dan hari serta tahun-tahun setelahnya, wahai Pemilik keagungan dan kemuliaan.

Keenam, Syekh Thusi ra meriwayatkan bahwa telah sampai surat yang berisi doa harian bulan Rajab kepada Syekh Abul Qasim ra. Isi doa tersebut sebagai berikut:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِالْمَوْلُودَيْنِ فِي رَجَبٍ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيٍّ الثَّانِي وَ ابْنِهِ عَلِيِّ بْنِ مُحَمَّدٍ الْمُنْتَجَبِ وَ أَتَقَرَّبُ بِهِمَا إِلَيْكَ خَيْرَ الْقُرَبِ يَا مَنْ إِلَيْهِ الْمَعْرُوفُ طُلِبَ وَ فِيمَا لَدَيْهِ رُغِبَ أَسْأَلُكَ سُؤَالَ مُقْتَرِفٍ مُذْنِبٍ قَدْ أَوْبَقَتْهُ ذُنُوبُهُ وَ أَوْثَقَتْهُ عُيُوبُهُ فَطَالَ عَلَى الْخَطَايَا دُءُوبُهُ وَ مِنَ الرَّزَايَا خُطُوبُهُ يَسْأَلُكَ التَّوْبَةَ وَ حُسْنَ الْأَوْبَةِ وَ النُّزُوعَ عَنِ الْحَوْبَةِ وَ مِنَ النَّارِ فَكَاكَ رَقَبَتِهِ وَ الْعَفْوَ عَمَّا فِي رِبْقَتِهِ فَأَنْتَ مَوْلايَ أَعْظَمُ أَمَلِهِ وَ ثِقَتِهِ [ثِقَتُهُ‏] اللَّهُمَّ وَ أَسْأَلُكَ بِمَسَائِلِكَ الشَّرِيفَةِ وَ وَسَائِلِكَ الْمُنِيفَةِ أَنْ تَتَغَمَّدَنِي فِي هَذَا الشَّهْرِ بِرَحْمَةٍ مِنْكَ وَاسِعَةٍ وَ نِعْمَةٍ وَازِعَةٍ وَ نَفْسٍ بِمَا رَزَقْتَهَا قَانِعَةٍ إِلَى نُزُولِ الْحَافِرَةِ وَ مَحَلِّ الْآخِرَةِ وَ مَا هِيَ إِلَيْهِ صَائِرَةٌ

Ya Allah, aku memohon-Mu melalui dua orang yang lahir di bulan Rajab, Muhammad bin Ali Kedua dan putranya, Ali bin Muhammad yang terpilih, aku bertakarub kepada-Mu dengan sebaik-baik takarub melalui keduanya. Wahai Yang kepada-Nya segala kebaikan dipinta dan dicari. Aku memohon-Mu selayak pinta pendosa yang terbiasa berbuat dosa dan keburukan. Kebiasaannya melakukan dosa selalu menggelisahkan, karenanya ia selalu berusaha taubat kepada-Mu agar kembali menuju-Mu, agar berhenti berbuat dosa dan terbebas dari api neraka, agar mendapat ampunan atas apa yang dilakukannya. Wahai Junjunganku! Hanya Engkau tumpuan harapan terbesar baginya, Ya Allah! Aku memohon-Mu melalui urusan mulia-Mu dan perantara-perantara tinggi-Mu agar di bulan ini, Kau anugerahkan kepadaku rahmat-Mu yang luas, karunia yang melimpah, jiwa yang menerima segala anugerah-Mu, hingga (aku) memasuki liang lahat, hingga hari Akhirat tiba.

Ketujuh, Syekh Thusi ra meriwayatkan dari Abul Qasim Husain bin Ruh, salah seorang wakil khusus Imam Mahdi as. Beliau berkata, “Bacalah doa ziarah berikut ini, ketika Anda berada di salah satu makam suci para imam maksum as.”

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَشْهَدَنَا مَشْهَدَ أَوْلِيَائِهِ فِي رَجَبٍ وَ أَوْجَبَ عَلَيْنَا مِنْ حَقِّهِمْ مَا قَدْ وَجَبَ وَ صَلَّى اللَّهُ عَلَى مُحَمَّدٍ الْمُنْتَجَبِ وَ عَلَى أَوْصِيَائِهِ الْحُجُبِ اللَّهُمَّ فَكَمَا أَشْهَدْتَنَا مَشْهَدَهُمْ [مَشَاهِدَهُمْ‏] فَأَنْجِزْ لَنَا مَوْعِدَهُمْ وَ أَوْرِدْنَا مَوْرِدَهُمْ غَيْرَ مُحَلَّئِينَ عَنْ وِرْدٍ فِي دَارِ الْمُقَامَةِ وَ الْخُلْدِ وَ السَّلامُ عَلَيْكُمْ إِنِّي [قَدْ] قَصَدْتُكُمْ وَ اعْتَمَدْتُكُمْ بِمَسْأَلَتِي وَ حَاجَتِي وَ هِيَ فَكَاكُ رَقَبَتِي مِنَ النَّارِ وَ الْمَقَرُّ مَعَكُمْ فِي دَارِ الْقَرَارِ مَعَ شِيعَتِكُمُ الْأَبْرَارِ وَ السَّلامُ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ أَنَا سَائِلُكُمْ وَ آمِلُكُمْ فِيمَا إِلَيْكُمُ التَّفْوِيضُ وَ عَلَيْكُمُ التَّعْوِيضُ فَبِكُمْ يُجْبَرُ الْمَهِيضُ وَ يُشْفَى الْمَرِيضُ ، وَ مَا تَزْدَادُ الْأَرْحَامُ وَ مَا تَغِيضُ إِنِّي بِسِرِّكُمْ مُؤْمِنٌ [مُؤَمِّمٌ‏] وَ لِقَوْلِكُمْ مُسَلِّمٌ وَ عَلَى اللَّهِ بِكُمْ مُقْسِمٌ فِي رَجْعِي بِحَوَائِجِي وَ قَضَائِهَا وَ إِمْضَائِهَا وَ إِنْجَاحِهَا وَ إِبْرَاحِهَا [إِيزَاحِهَا] وَ بِشُئُونِي لَدَيْكُمْ وَ صَلاحِهَا وَ السَّلامُ عَلَيْكُمْ سَلامَ مُوَدِّعٍ وَ لَكُمْ حَوَائِجَهُ مُودِعٍ [مُودِعٌ‏] يَسْأَلُ اللَّهَ إِلَيْكُمُ الْمَرْجِعَ وَ سَعْيَهُ [سَعْيُهُ‏] إِلَيْكُمْ غَيْرَ [غَيْرُ] مُنْقَطِعٍ وَ أَنْ يَرْجِعَنِي مِنْ حَضْرَتِكُمْ خَيْرَ مَرْجِعٍ إِلَى جَنَابٍ مُمْرِعٍ وَ خَفْضِ عَيْشٍ مُوَسَّعٍ وَ دَعَةٍ وَ مَهَلٍ إِلَى حِينِ [خَيْرِ] الْأَجَلِ وَ خَيْرِ مَصِيرٍ وَ مَحَلٍّ فِي النَّعِيمِ الْأَزَلِ وَ الْعَيْشِ الْمُقْتَبَلِ وَ دَوَامِ الْأُكُلِ وَ شُرْبِ الرَّحِيقِ وَ السَّلْسَلِ [السَّلْسَبِيلِ‏] وَ عَلٍّ وَ نَهَلٍ لا سَأَمَ مِنْهُ وَ لا مَلَلَ وَ رَحْمَةُ اللَّهِ وَ بَرَكَاتُهُ وَ تَحِيَّاتُهُ عَلَيْكُمْ حَتَّى الْعَوْدِ إِلَى حَضْرَتِكُمْ وَ الْفَوْزِ فِي كَرَّتِكُمْ وَ الْحَشْرِ فِي زُمْرَتِكُمْ وَ رَحْمَةُ اللَّهِ وَ بَرَكَاتُهُ عَلَيْكُمْ وَ صَلَوَاتُهُ وَ تَحِيَّاتُهُ وَ هُوَ حَسْبُنَا وَ نِعْمَ الْوَكِيلُ

Segala puji bagi Allah yang telah menunjukkan kepada kami kubur para kekasih-Nya di bulan Rajab dan mewajibkan kepada kamik (untuk mengetahui) hak-hak yang diwajibkan bagi mereka. Semoga Allah selalu menganugerahkan shalawat kepada Muhammad dan parawashinya. YaAllah! Engkautelah menunjukkan kepada kami kubur mereka, maka sampaikanlah kami ke surga mereka. Sertakanlah kami bersama mereka, di hunian mereka, selamanya di griya keabadian, Salam atas kalian! Aku mengikuti dan percaya kepadamu untuk setiap masalah dan kebutuhanku, agar aku terbebas dari api neraka dan tinggal bersamamu, bersama Syiah-mu di griya keabadian. Salam atas kalian karena kesabaran kalian! Betapa dahsyat akibat (yang menimpa kalian). Aku memohon kepadamu sesuai (wewenang) yang diserahkan kepadamu dan kalian berhak mengabulkannya. Hanya melaluimu, kalbu gelisah mendapati ketenangan, orang sakit mendapati kesembuhan, rahim-rahim (mampu melahirkan) banyak atau sedikit. Aku meyakini rahasia (hakikat)mu, pasrah terhadap titahmu, aku bersumpah kepada Allah melalui perantaramu agar semua kebutuhanku terpenuhi, demi kedudukanku di hadapanmu dan kebaikannya, Salam atas kalian selayak salam orang yang segera berpisah: ia memercayakan seluruh permasalahannya kepadamu dengan memohon kepada Allah agar dapat berjumpa kembali denganmu. Ia akan berusaha untukmu tanpa kenal lelah. Aku ingin (salam itu) kembali kepadaku setelah sempurna di pangkuanmu (sehingga mampu membawa ku) menuju kehidupan (dunia) yang penuh berkah dan luas, lapang dan memberi banyak kesempatan hingga ajal (menjemputku) (menuju) sebaik-baik tempat kembali: alam karunia azali, kehidupan yang baik, makanan yang abadi, minuman (dari cawan) Rahiq dan Salsabil, minuman segar tanpa rasa bosan dan jenuh. Semoga rahmat, berkah dan karunia Allah tetap teranugerahkan atasmu hingga (aku) kembali ke haribaanmu, menang sebagai pengikutmu dan dikumpulkan bersama kelompokmu. Semoga rahmat, berkah, shalawat dan karunia Allah selalu terlimpahkan atas kalian. Cukuplah Dia bagi kami dan Dia sebaik-baik kembalinya segala urusan.

Ziarah Rasulullah saw di hari Sabtu

Ziarah kepada Rasulullah saw:

أَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ

asyhadu al laa ilaaha illalloohu wahdahu laa syariika lah

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya,

وَ أَشْهَدُ أَنَّكَ رَسُولُهُ وَ أَنَّكَ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ

wa asyhadu annaka rosuuluhu wa annaka muhammadubnu ‘abdillaah

dan aku bersaksi bahwa engkau adalah rasul-Nya dan Muhammad putra Abdullah.

وَ أَشْهَدُ أَنَّكَ قَدْ بَلَّغْتَ رِسَالاتِ رَبِّكَ وَ نَصَحْتَ لِأُمَّتِكَ

wa asyhadu annaka qod ballaghta risaalaati robbika wa nashohta liummatik

Aku bersaksi bahwa engkau telah menyampaikan risalah Tuhanmu, menasihati umatmu,

وَ جَاهَدْتَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِالْحِكْمَةِ وَ الْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ

wa jaahadta fii sabiilillaahi bil hikmati wal mau’idhotil hasanah

berjihad di jalan Allah dengan (menyampaikan) hikmah dan nasihat yang baik,

وَ أَدَّيْتَ الَّذِي عَلَيْكَ مِنَ الْحَقِّ

wa addaital ladzii ‘alaika minal haqq

menyampaikan kebenaran yang berada di pundakmu,

وَ أَنَّكَ قَدْ رَؤُفْتَ بِالْمُؤْمِنِينَ

wa annaka qod ro’ufta bil mu’miniin

berbuat lemah-lembut terhadap mukminin,

وَ غَلُظْتَ عَلَی الْكَافِرِينَ

wa gholudzta ‘alal kaafiriin

bertindak tegas terhadap orang-orang kafir,

وَ عَبَدْتَ اللَّهَ مُخْلِصا حَتَّی أَتَاكَ الْيَقِينُ

wa ‘abadtallooha mukhlishon hattaa ataakal yaqiin

dan menyembah Allah dengan tulus hingga ajal menjemputmu,

فَبَلَغَ اللَّهُ بِكَ أَشْرَفَ مَحَلِّ الْمُكَرَّمِينَ

fabalagholloohu bika asyrafa mahallil mukarromiin

lalu Allah mengangkatmu ke tempat orang-orang termulia.

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي اسْتَنْقَذَنَا بِكَ مِنَ الشِّرْكِ وَ الضَّلالِ

alhamdulillaahil ladzis tanqodzanaa bika minas syirki wad dholaal

Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari kemusyrikan dan kesesatan karena-Mu.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَی مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ

alloohumma sholli ‘alaa muhammadiw wa aalih

Ya Allah, curahkanlah shalawat-Mu atas Muhammad dan keluarganya,

وَ اجْعَلْ صَلَوَاتِكَ وَ صَلَوَاتِ مَلائِكَتِكَ وَ أَنْبِيَائِكَ

waj’al sholawaatika wa sholawaati malaa’ikatika wa anbiyaa’ika

dan jadikanlah shalawat-Mu dan shalawat para malaikat dan nabi-Mu,

وَ الْمُرْسَلِينَ وَ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

wal mursaliina wa ‘ibaadakas shoolihiin

shalawat para rasul dan hamba-hamba-Mu yang saleh,

وَ أَهْلِ السَّمَاوَاتِ وَ الْأَرَضِينَ وَ مَنْ سَبَّحَ لَكَ

wa ahlis samaawaati wal ardhiina wa man sabbaha lak

seluruh penghuni langit dan bumi setiap orang yang bertasbih kepada-Mu,

يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ مِنَ الْأَوَّلِينَ وَ الْآخِرِينَ

yaa robbal ‘aalamiina minal awwaliina wal aakhiriin

wahai Tuhan semesta alam dari makhluk terdahulu hingga terakhir,

عَلَی مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَ رَسُولِكَ

‘alaa muhammadin ‘abdika wa rosuulik

terlimpahkan atas Muhammad, hamba dan rasul-Mu,

وَ نَبِيِّكَ وَ أَمِينِكَ وَ نَجِيبِكَ وَ حَبِيبِكَ

wa nabiyyika wa amiinika wa najiibika wa habiibik

nabi dan kepercayaan-Mu, hamba mulia dan kekasih-Mu,

وَ صَفِيِّكَ وَ صِفْوَتِكَ وَ خَاصَّتِكَ

wa shofiyyika wa shifwatika wa khosshotik

hamba suci dan terbaik-Mu, nabi istimewa dan suci-Mu,

وَ خَالِصَتِكَ وَ خِيَرَتِكَ مِنْ خَلْقِكَ

wa khoolishatika wa khiyarotika min kholqik

hamba pilihan-Mu dari sekian banyak makhluk-Mu,

وَ أَعْطِهِ الْفَضْلَ وَ الْفَضِيلَةَ وَ الْوَسِيلَةَ وَ الدَّرَجَةَ الرَّفِيعَةَ

wa’thihil fadhla wal fadhiilata wal wasiilata wad darojatar rofii’ah

anugerahkan kepadanya keistimewaan dan keutamaan, serta perantara dan kedudukan yang tinggi,

وَ ابْعَثْهُ مَقَاما مَحْمُودا يَغْبِطُهُ بِهِ الْأَوَّلُونَ وَ الْآخِرُونَ

wab’atshu maqoomam mahmuuda yaghbithuhu bihil awwaluuna wal aakhiruun

dan angkatlah ia ke kedudukan yang terpuji sehingga makhluk terdahulu dan terakhir merasa iri kepadanya.

اللَّهُمَّ إِنَّكَ قُلْتَ

alloohumma innaka qulta

Ya Allah, Engkau telah berfirman,

وَ لَوْ أَنَّهُمْ إِذْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ جَاءُوكَ

wa law annahum idz dholamuu anfusahum jaa’uuka

“Dan jika mereka mendatangimu (Muhammad) setelah menzalimi diri sendiri,

فَاسْتَغْفَرُوا اللَّهَ وَ اسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُوا اللَّهَ تَوَّابا رَحِيما

fastaghfarullooha wastaghfaro lahumur rosulu lawajaduullooha tawwaabar rohiima

lalu meminta ampun kepada Allah dan Rasulullah memintakan ampun, maka mereka akan mendapatkan Allah Maha Pengampun nan Penyayang.”

إِلَهِي فَقَدْ أَتَيْتُ نَبِيَّكَ مُسْتَغْفِرا تَائِبا مِنْ ذُنُوبِي

ilaahii qod ataitu nabiyyaka mustaghfiro taaiba min dzunuubii

Sembahanku, aku telah mendatangi nabi-Mu seraya meminta ampun dan bertaubat dari dosa-dosaku,

فَصَلِّ عَلَی مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ وَ اغْفِرْهَا لِي

fasholli ‘alaa muhammadiw wa aalihi waghfirhaa lii

maka curahkanlah shalawat-Mu atas Muhammad dan keluarganya, dan ampunilah dosa-dosaku.

يَا سَيِّدَنَا أَتَوَجَّهُ بِكَ

yaa sayyidanaa atawajjahu bik

Wahai Tuanku, aku hadapkan diriku kepada Allah Swt, Tuhanmu dan Tuhanku

وَ بِأَهْلِ بَيْتِكَ إِلَی اللَّهِ تَعَالَی رَبِّكَ وَ رَبِّي لِيَغْفِرَ لِي

wa biahli baitika ilalloohi ta’aalaa robbika wa robbii liyaghfiro lii

dengan perantara dirimu dan Ahlulbaitmu supaya la mengampuni ku.

Setelah itu, bacalah sebanyak 3 kali:

إِنَّا لِلَّهِ وَ إِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun

Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya jua kami akan kembali.

Kemudian, bacalah bacaan berikut ini:

أُصِبْنَا بِكَ يَا حَبِيبَ قُلُوبِنَا

ushibna bika yaa habiiba quluubinaa

Kami telah ditimpa musibah karena kepergianmu, wahai kekasih kalbu kami.

فَمَا أَعْظَمَ الْمُصِيبَةَ بِكَ حَيْثُ انْقَطَعَ عَنَّا الْوَحْيُ وَ حَيْثُ فَقَدْنَاكَ

famaa a’dhomal mushiibata bika haitsunqotho’a ‘annal wahyu wa haitsu faqodnaak

Betapa besar musibah itu, karena wahyu telah terputus dari kami dan kami kehilanganmu.

فَإِنَّا لِلَّهِ وَ إِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

fainnaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun

Maka, sesungguhnya kami adalah milik Allah dan hanya kepada-Nya jua kami akan kembali.

يَا سَيِّدَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَوَاتُ اللَّهِ عَلَيْكَ

yaa sayyidanaa yaa rosuulalloohi sholawatulloohi ‘alaik

Wahai tuanku, wahai Rasulullah, semoga shalawat Allah selalu tercurahkan atas dirimu

وَ عَلَی آلِ بَيْتِكَ [الطَّيِّبِينَ‏] الطَّاهِرِينَ

wa ‘alaa aali baitikat thoyyibiinat thoohiriin

dan keluargamu yang suci.

هَذَا يَوْمُ السَّبْتِ وَ هُوَ يَوْمُكَ وَ أَنَا فِيهِ ضَيْفُكَ وَ جَارُكَ

haadzaa yamus sabti wa huwa yaumuka wa anaa fiihi dhoifuka wa jaaruk

Ini adalah hari Sabtu. Pada hari ini aku bertamu dan memohon perlindunganmu.

فَأَضِفْنِي وَ أَجِرْنِي

fa adhifnii wa ajirnii

Maka, terimalah aku sebagai tamumu dan lindungilah daku,

فَإِنَّكَ كَرِيمٌ تُحِبُّ الضِّيَافَةَ

fainnaka kariimun tuhibbud dhiyaafah

karena engkau adalah orang mulia yang senang menjamu tamu,

وَ مَأْمُورٌ بِالْإِجَارَةِ فَأَضِفْنِي

wa ma’muurum bil ijaaroti faadhifnii

dan engkau diperintahkan untuk memberikan perlindungan; terimalah aku sebagai tamumu

وَ أَحْسِنْ ضِيَافَتِي وَ أَجِرْنَا وَ أَحْسِنْ إِجَارَتَنَا

wa ahsin dhiyaafatii wa ajirnaa wa ahsin ijaarotanaa

dan perlakukanlah aku sebagai tamu yang baik serta lindungilah kami dan baikkanlah perlindunganmu terhadap kami,

بِمَنْزِلَةِ اللَّهِ عِنْدَكَ وَ عِنْدَ آلِ بَيْتِكَ وَ بِمَنْزِلَتِهِمْ عِنْدَهُ

bimanzilatillaahi ‘indaka wa ‘inda aali baitika wa bimanzilatihim ‘indah

demi kedudukan Allah di sisimu dan di sisi Ahlulbaitmu serta demi kedudukan mereka di sisi-Nya

وَ بِمَا اسْتَوْدَعَكُمْ مِنْ عِلْمِهِ فَإِنَّهُ أَكْرَمُ الْأَكْرَمِينَ

wa bimastauda’akum min ‘ilmihi fainnahu akromul akromiin

dan ilmu yang telah la titipkan kepada kalian. Sesungguhnya la adalah paling mulia dari yang mulia.

Syekh Abbas al-Qummi ra, berkata, “Ketika aku ingin berziarah kepada Rasulullah saw, pertama kali aku menziarahi beliau dengan doa ziarah tersebut sebagaimana hal itu diajarkan oleh Imam Ali Rida as kepada (Ibnu Abi Nashr) al-Bazanthi. Kemudian, aku membaca doa ziarah berikut ini, dengan cara sebagaimana diriwayatkan dengan sanad yang shahih seperti Ibnu Abi Nashr (al-Bazanthi) yang pernah bertanya kepada Imam Ridha as, “Bagaimanakah kita bershalawat dan salam kepada Rasulullah saw setelah melakukan shalat?” Beliau menjawab:

السَّلامُ عَلَيْكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَ رَحْمَةُ اللَّهِ وَ بَرَكَاتُهُ

assalaamu ‘alaika yaa rosuulalloohi wa rohmatulloohi wa barokaatuh

Semoga salam, rahmat Allah dan berkah-Nya selalu tercurahkan atasmu wahai Rasulullah,

السَّلامُ عَلَيْكَ يَا مُحَمَّدَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ السَّلامُ عَلَيْكَ يَا خِيَرَةَ اللَّهِ

assalaamu ‘alaika yaa muhammadabna ‘abdillaahi assalaamu ‘alaika yaa khoiratallooh

salam atasmu wahai Muhammad bin Abdillah, salam atasmu wahai pilihan Allah.

السَّلامُ عَلَيْكَ يَا حَبِيبَ اللَّهِ السَّلامُ عَلَيْكَ يَا صِفْوَةَ اللَّهِ

assalaamu ‘alaika yaa habiiballoohi assalaamu ‘alaika yaa shofwatallooh

Salam atasmu wahai kekasih Allah, salam atasmu wahai pilihan Allah yang terbaik,

السَّلامُ عَلَيْكَ يَا أَمِينَ اللَّهِ أَشْهَدُ أَنَّكَ رَسُولُ اللَّهِ

assalaamu ‘alaika yaa amiinalloohi asyhadu annaka rosuulullooh

salam atasmu wahai kepercayaan Allah, aku bersaksi bahwa engkau adalah utusan Allah,

وَ أَشْهَدُ أَنَّكَ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ

wa asyhadu annaka muhammadubnu ‘abdillaah

aku bersaksi bahwa engkau adalah Muhammad putra Abdullah,

وَ أَشْهَدُ أَنَّكَ قَدْ نَصَحْتَ لِأُمَّتِكَ

wa asyhadu annaka qod nashohta liummatik

dan aku bersaksi bahwa engkau telah memberikan nasihat kepada umatmu,

وَ جَاهَدْتَ فِي سَبِيلِ رَبِّكَ وَ عَبَدْتَهُ حَتَّي أَتَاكَ الْيَقِينُ

wa jaahdta fii sabiili robbika wa ‘abadtahu hatta ataakal yaqiin

berjihad di jalan Tuhanmu, dan menyembah-Nya hingga ajal menjemputmu.

فَجَزَاكَ اللَّهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفْضَلَ مَا جَزَی نَبِيّا عَنْ أُمَّتِهِ

fajazaakalloohu yaa rosuulalloohi afdhola maa jazaa nabiyyan ‘an ummatih

Semoga Allah membalasmu wahai Rasulullah, dengan balasan paling utama yang telah diberikan kepada seorang nabi dari umatnya.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَی مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ

alloohumma sholli ‘alaa muhammadiw wa aali muhammad

Ya Allah, limpahkanlah shalawat-Mu atas Muhammad dan keluarganya,

أَفْضَلَ مَا صَلَّيْتَ عَلَی إِبْرَاهِيمَ وَ آلِ إِبْرَاهِيمَ

afdhola maa shollaita ‘alaa ibroohiima wa aali ibroohiim

shalawat terbaik dari yang pernah Engkau curahkan atas Ibrahim dan keluarganya.

إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

innaka hamiidum majiid

Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji nan Agung.

Ziarah Imam Mahdi aj di hari Jumat

السَّلامُ عَلَيْكَ يَا حُجَّةَ اللَّهِ فِي أَرْضِهِ

assalaamu ‘alaika yaa hujjatalloohi fii ardhih

Salam atasmu wahai hujjah Allah di atas bumi-Nya.

السَّلامُ عَلَيْكَ يَا عَيْنَ اللَّهِ فِي خَلْقِهِ

assalaamu ‘alaika yaa ‘ainalloohi fii kholqih

Salam atasmu wahai mata Allah di (tengah) hamba-hamba-Nya.

السَّلامُ عَلَيْكَ يَا نُورَ اللَّهِ

assalaamu ‘alaika yaa nuurollooh

Salam atasmu wahai cahaya Allah

الَّذِي يَهْتَدِي بِهِ الْمُهْتَدُونَ وَ يُفَرَّجُ بِهِ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ

alladzii yahtadii bihil muhtaduuna wa yufarroju bihi ‘anil mu’miniin

yang dengannya orang-orang yang mendapatkan petunjuk akan mendapatkan petunjuk dan dengannya (pula) la akan menganugerahkan kebebasan (faraj) kepada mukminin.

السَّلامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا الْمُهَذَّبُ الْخَائِفُ

assalaamu ‘alaika ayyuhal muhaddzabul khoo’if

Salam atasmu wahai insan suci yang takut (kepada Allah).

السَّلامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا الْوَلِيُّ النَّاصِحُ

assalaamu ‘alaika ayyuhal waliyyun naashih

Salam atasmu wahai wali pemberi nasihat.

السَّلامُ عَلَيْكَ يَا سَفِينَةَ النَّجَاةِ

assalaamu ‘alaika yaa safiinatan najaah

Salam atasmu,wahai perahu keselamatan.

السَّلامُ عَلَيْكَ يَا عَيْنَ الْحَيَاةِ

assalaamu ‘alaika yaa ‘ainal hayaah

Salam atasmu, wahai sumber kehidupan.

السَّلامُ عَلَيْكَ صَلَّی اللَّهُ عَلَيْكَ وَ عَلَی آلِ بَيْتِكَ الطَّيِّبِينَ الطَّاهِرِينَ

assalaamu ‘alaika shollalloohu ‘alaika wa ‘alaa aali baitikat thoyyibiinat thoohiriin

Salam atasmu semoga Allah selalu mencurahkan shalawat atasmu dan keluargamu yang suci.

السَّلامُ عَلَيْكَ عَجَّلَ اللَّهُ لَكَ مَا وَعَدَكَ مِنَ النَّصْرِ وَ ظُهُورِ الْأَمْرِ

assalaamu ‘alaika ‘ajjalalloohu laka maa wa’adaka minan nashri wa dhuhuril amr

Salam atasmu, semoga Allah mempercepat bagimu kemenangan dan kekuasaan (mendunia) yang telah dijanjikannya.

السَّلامُ عَلَيْكَ يَا مَوْلايَ

assalaamu ‘alaika yaa maulaaya

Salam atasmu wahai maulaku

أَنَا مَوْلاكَ عَارِفٌ بِأُولاكَ وَ أُخْرَاكَ

anaa maulaaka ‘aarifum biuulaaka wa ukhrooka

Aku adalah hambamu, mengetahui (dan mengakui kepemimpinan) orang pertama dan orang terakhir dari keluargamu.

أَتَقَرَّبُ إِلَی اللَّهِ تَعَالَی بِكَ وَ بِآلِ بَيْتِكَ

ataqorrobu ilalloohi ta’aalaa bika wa bi aali baitik

Aku bertakarrub kepada Allah dengan perantaraanmu dan perantara keluargamu,

وَ أَنْتَظِرُ ظُهُورَكَ وَ ظُهُورَ الْحَقِّ عَلَی يَدَيْكَ

wa antadhiru dhuhuuroka wa dhuhuurol haqqi ‘alaa yadaik

menunggu kemunculanmu dan kemunculan kebenaran melalui tanganmu,

وَ أَسْأَلُ اللَّهَ أَنْ يُصَلِّيَ عَلَی مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ

wa as’alullooha ayyusholliya ‘alaa muhammadiw wa aali muhammad

dan memohon kepada Allah agar melimpahkan shalawat atas Muhammad dan keluarganya,

وَ أَنْ يَجْعَلَنِي مِنَ الْمُنْتَظِرِينَ لَكَ

wa ayyaj’alanii minal muntadhiriina lak

menjadikanku dari golongan orang-orang yang selalu menunggu kemunculanmu,

وَ التَّابِعِينَ وَ النَّاصِرِينَ لَكَ عَلَی أَعْدَائِكَ

wat taabi’iina wan naashiriina laka ‘alaa a’daa’ik

mengikutimu, menolongmu melawan musuh-musuhmu,

وَ الْمُسْتَشْهَدِينَ بَيْنَ يَدَيْكَ

wal mustasyhadiina baina yadaik

dan rela menyambut syahadah di haribaanmu (bersama) para pecintamu.

فِي جُمْلَةِ أَوْلِيَائِكَ يَا مَوْلايَ يَا صَاحِبَ الزَّمَانِ صَلَوَاتُ اللَّهِ عَلَيْكَ وَ عَلَی آلِ بَيْتِكَ

fii jumlati auliyaaika yaa maulaaya yaa shoohibaz zamaani sholawaatulloohi ‘alaika wa ‘alaa aali baitik

Wahai maulaku, wahai Sahibaz Zaman, semoga shalawat Allah selalu tercurahkan atasmu dan atas keluargamu.

هَذَا يَوْمُ الْجُمُعَةِ وَ هُوَ يَوْمُكَ الْمُتَوَقَّعُ فِيهِ ظُهُورُكَ

haadzaa yaumul jumu’ati wa huwa yaumukal mutawaqqo’u fiihi dhuhuuruk

Hari ini adalah hari Jumat, dan ia adalah harimu yang pada hari ini kemunculanmu dijanjikan,

وَ الْفَرَجُ فِيهِ لِلْمُؤْمِنِينَ عَلَی يَدَيْكَ

wal faroju fiihi lil mu’miniina ‘alaa yadaik

mukminin akan mendapatkan kebebasan dengan perantara tanganmu,

وَ قَتْلُ الْكَافِرِينَ بِسَيْفِكَ

wa qotlul kaafiriina bisaifik

dan orang-orang kafir akan dibinasakan dengan perantara pedangmu.

وَ أَنَا يَا مَوْلايَ فِيهِ ضَيْفُكَ وَ جَارُكَ

wa anaa yaa maulaaya fiihi dhoifuka wa jaaruk

Dan aku, wahai maulaku, pada hari ini adalah tamumu dan memohon perlindungan kepadamu,

وَ أَنْتَ يَا مَوْلايَ كَرِيمٌ مِنْ أَوْلادِ الْكِرَامِ

wa anta yaa maulaaya kariimum min aulaadil kiroom

dan engkau, wahai maulaku, adalah orang mulia (yang terlahir) dari keturunan orang-orang mulia

وَ مَأْمُورٌ بِالضِّيَافَةِ وَ الْإِجَارَةِ

wa ma’muurum bid dhiyaafati wal ijaaroh

dan diperintahkan untuk menerima tamu dan memberikan perlindungan.

فَأَضِفْنِي وَ أَجِرْنِي

fa adhifnii wa ajirnii

Maka, terimalah aku sebagai tamumu

صَلَوَاتُ اللَّهِ عَلَيْكَ وَ عَلَی أَهْلِ بَيْتِكَ الطَّاهِرِينَ

sholawaatulloohi ‘alaika wa ‘alaa ahli baitikat thoohiriin

dan berikanlah perlindungan kepadaku. Semoga shalawat Allah selalu tercurahkan atasmu dan atas keluargamu yang suci.

Ziarah Imam Hasan Askari as hari Kamis

السَّلامُ عَلَيْكَ يَا وَلِيَّ اللَّهِ

assalaamu ‘alaika yaa waliyyallooh

Salam atasmu wahai kekasih Allah,

السَّلامُ عَلَيْكَ يَا حُجَّةَ اللَّهِ وَ خَالِصَتَهُ

assalaamu ‘alaika yaa hujjatalloohi wa khoolishotah

salam atasmu wahai hujjah Allah dan pilihan terbaik-Nya,

السَّلامُ عَلَيْكَ يَا إِمَامَ الْمُؤْمِنِينَ وَ وَارِثَ الْمُرْسَلِينَ وَ حُجَّةَ رَبِّ الْعَالَمِينَ

assalaamu ‘alaika yaa imaamal mu’miniina wa waaritsal mursaliina wa hujjata robbil ‘aalamiin

salam atasmu wahai pemimpin mukminin, pewaris para rasul, dan hujjah Tuhan semesta alam.

صَلَّي اللَّهُ عَلَيْكَ وَ عَلَی آلِ بَيْتِكَ الطَّيِّبِينَ الطَّاهِرِينَ

shollalloohu ‘alaika wa ‘alaa aali baitikat thoyyibiinat thoohiriin

Semoga shalawat Allah senantiasa tercurahkan atasmu dan atas keluargamu yang suci.

يَا مَوْلايَ يَا أَبَا مُحَمَّدٍ الْحَسَنَ بْنَ عَلِيٍّ أَنَا مَوْلًی لَكَ وَ لِآلِ بَيْتِكَ

yaa maulaya yaa abaa muhammadinil hasanabna ‘aliyy anaa maulaa laka wa liaali baitik

Waha maulaku, wahai Abu Muhammad, Hasan bin Ali, aku adalah hambamu dan keluargamu.

وَ هَذَا يَوْمُكَ وَ هُوَ يَوْمُ الْخَمِيسِ

wa haadzaa yaumuka wa huwa yaumul khomiis

Hari ini adalah harimu, yaitu hari Kamis.

وَ أَنَا ضَيْفُكَ فِيهِ وَ مُسْتَجِيرٌ بِكَ فِيهِ

wa anaa dhoifuka fiihi wa mustajiirum bika fiih

Pada hari ini, aku menjadi tamumu dan memohon perlindungan kepadamu.

فَأَحْسِنْ ضِيَافَتِي وَ إِجَارَتِي

fa ahsin dhiyaafatii wa jiaarotii

Maka, terimalah aku sebagai tamumu dengan baik dan berilah aku perlindungan.

بِحَقِّ آلِ بَيْتِكَ الطَّيِّبِينَ الطَّاهِرِينَ

bihaqqi aali baitikat thoyyibiinat thoohiriin

Demi hak keluargamu yang suci.

Ziarah Imam Kadhim as, Imam Ridha as, Imam Taqi as dan Imam Naqi as di hari Rabu

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ يَا أَوْلِيَاءَ اللهِ‏

assalaamu ‘alaikum yaa auliyaa’allooh

Salam atas kalian, wahai wali-wali Allah

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ يَا حُجَجَ اللهِ

assalaamu ‘alaikum yaa hujajallooh

Salam atas kalian, wahai hujjah-hujjah Allah

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ يَا نُورَ اللهِ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ‏

assalaamu ‘alaikum yaa nuurolloohi fii dhulumaatil ardhi

Salam atas kalian wahai cahaya Allah di kegelapan bumi

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ صَلَوَاتُ اللهِ عَلَيْكُمْ

assalaamu ‘alaikum sholawaatulloohi ‘alaikum

Salam untuk kalian dan shalawat Allah atas kalian

وَ عَلَی آلِ بَيْتِكُمْ الطَّيِّبِينَ الطَّاهِرِينَ

wa ‘alaa aali baitikumut thoyyibiinat thoohiriin

dan atas keluarga kalian yang baik dan suci

بِأَبِي أَنْتُمْ وَ أُمِّي‏

bi abii antum wa ummii

demi ayah dan ibuku

لَقَدْ عَبَدْتُمُ اللهَ مُخْلِصِينَ

laqod ‘abadtumullooha mukhlishiin

kalian telah menyembah Allah dengan ikhlas

وَ جَاهَدْتُمْ فِي اللهِ حَقَّ جِهَادِهِ

wa jaahadtum fillaahi haqqo jihaadih

dan kalian berjihad di jalan Allah dengan sebaik-baiknya jihad

حَتَّی أَتَاكُمُ الْيَقِينُ‏

hattaa ataakumul yaqiin

sampai hingga ajal menjemput kalian

فَلَعَنَ اللهُ أَعْدَاءَكُمْ مِنَ الْجِنِّ وَ الْإِنْسِ أَجْمَعِينَ

fala’analloohu a’daa’akum minal jinni wal insi ajma’iin

semoga Allah melaknat musuh-musuh kalian baik dari golongan jin maupun manusia semuanya

وَ أَنَا أَبْرَأُ إِلَی اللهِ وَ إِلَيْكُمْ مِنْهُمْ‏

wa anaa abro’u ilalloohi wa ilaikum minhum

dan aku berlepas tangan kepada Allah dan kepada kalian

يَا مَوْلاَيَ يَا أَبَا إِبْرَاهِيمَ مُوسَی بْنَ جَعْفَرٍ

yaa maulaaya yaa abaa ibroohiima muusaa bin ja’far

Wahai maulaku, wahai Abu Ibrahim Musa bin Ja’far

يَا مَوْلاَيَ يَا أَبَا الْحَسَنِ عَلِيَّ بْنَ مُوسَی‏

yaa maulaaya yaa abal hasani ‘aliyyabna muusaa

Wahai maulaku, Abul Hasan Ali bin Musa

يَا مَوْلاَيَ يَا أَبَا جَعْفَرٍ مُحَمَّدَ بْنَ عَلِيٍ‏

yaa maulaaya yaa abaa ja’farin muhammadabna ‘aliyy

Wahai maulaku, Abu Ja’far Muhammad bin Ali

يَا مَوْلاَيَ يَا أَبَا الْحَسَنِ عَلِيَّ بْنَ مُحَمَّدٍ

yaa maulaaya yaa abal hasani ‘aliyyabna muhammad

Wahai maulaku, Abul Hasan Ali bin Muhammad

أَنَا مَوْلًی لَكُمْ مُؤْمِنٌ بِسِرِّكُمْ وَ جَهْرِكُمْ

anaa maula lakum mu’minum bisirrikum wa jahrikum

Aku pecinta kalian, beriman pada rahasia dan kejelasan kalian

مُتَضَيِّفٌ بِكُمْ فِي يَوْمِكُمْ هَذَا

mutadhoyyifum bikum fii yaumikum haadzaa

Bertamu kepada kalian di hari kalian ini

وَ هُوَ يَوْمُ الْأَرْبِعَاءِ وَ مُسْتَجِيرٌ بِكُمْ‏

wa huwa yaumul arbi’aa’i wa mustajiirum bikum

Yakni hari Rabu untuk mencari pertolongan kalian

فَأَضِيفُونِي وَ أَجِيرُونِي

fa adhiifuunii wa ajiiruunii

Maka jamuilah kami dan beri kami pertolongan

بِآلِ بَيْتِكُمُ الطَّيِّبِينَ الطَّاهِرِينَ‏

bi aali baitikumut thoyyibiinat thoohiriin

Demi keluarga kalian yang baik dan suci.

Ziarah Imam Sajjad as, Imam Baqir as dan Imam Shadiq as di hari Selasa

السَّلامُ عَلَيْكُمْ يَا خُزَّانَ عِلْمِ اللَّهِ

assalaamu ‘alaikum yaa khuzzaana ‘ilmillaah

Salam atas kalian wahai para penyimpan (rahasia) ilmu Allah,

السَّلامُ عَلَيْكُمْ يَا تَرَاجِمَةَ وَحْيِ اللَّهِ

assalaamu ‘alaikum yaa taroojimata wahyillaah

salam atas kalian wahai para penafsir wahyu Allah.

السَّلامُ عَلَيْكُمْ يَا أَئِمَّةَ الْهُدَی

assalaamu ‘alaikum yaa aimmatal hudaa

Salam atas kalian wahai para pemimpin hidayah.

السَّلامُ عَلَيْكُمْ يَا أَعْلامَ التُّقَی

assalaamu ‘alaikum yaa a’laamat tuqoo

Salam atas kalian wahai para panji ketakwaan.

السَّلامُ عَلَيْكُمْ يَا أَوْلادَ رَسُولِ اللَّهِ

assalaamu ‘alaikum yaa awlaada rosuulillaah

Salam atas kalian wahai putra-putra Rasulullah.

أَنَا عَارِفٌ بِحَقِّكُمْ مُسْتَبْصِرٌ بِشَأْنِكُمْ مُعَادٍ لِأَعْدَائِكُمْ مُوَالٍ لِأَوْلِيَائِكُمْ

ana ‘aarifum bihaqqikum mustabshirum bisya’nikum mu’aadil lia’daa’ikum muwalil liawliyaa’ikum

Aku mengenal hak kalian, mengetahui kedudukan kalian, memusuhi para musuh kalian, mencintai para pecinta kalian,

بِأَبِي أَنْتُمْ وَ أُمِّي صَلَوَاتُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ

bi abii antum wa ummii sholawaatulloohi ‘alaikum

demi ayah dan ibuku, semoga shalawat Allah selalu tercurahkan atas kalian.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَتَوَالَی آخِرَهُمْ كَمَا تَوَالَيْتُ أَوَّلَهُمْ

alloohumma innii atawaalaa aakhirohum kamaa tawaalaitu awwalahum

Ya Allah, aku berwilayah kepada yang terakhir dari mereka sebagaimana telah berwilayah kepada orang pertama dari mereka,

وَ أَبْرَأُ مِنْ كُلِّ وَلِيجَةٍ دُونَهُمْ وَ أَكْفُرُ بِالْجِبْتِ وَ الطَّاغُوتِ وَ اللاتِ وَ الْعُزَّی

wa abro’u min kulli waliijatin duunahum wa akfuru biljibti wat thooghuuti wal laati wal ‘uzzaa

membebaskan diri dari setiap perampas (kedudukan mereka), dan mengingkari setiap patung, thaghutlata dan ‘uzza.

صَلَوَاتُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ يَا مَوَالِيَّ وَ رَحْمَةُ اللَّهِ وَ بَرَكَاتُهُ

sholawaatulloohi ‘alaikum yaa mawaaliya wa rohmatulloohi wabarokaatuh

Semoga shalawat Allah, rahmat dan berkah-Nya selalu tercurahkan atas kalian.

السَّلامُ عَلَيْكَ يَا سَيِّدَ الْعَابِدِينَ وَ سُلالَةَ الْوَصِيِّينَ

assalaamu ‘alaika yaa sayyidal ‘aabidiina wa sulaalatal washiyyiin

Salam atasmu wahai penghulu orang-orang yang beribadah dan keturunan suci para washi,

السَّلامُ عَلَيْكَ يَا بَاقِرَ عِلْمِ النَّبِيِّينَ السَّلامُ عَلَيْكَ يَا صَادِقا مُصَدَّقا فِي الْقَوْلِ وَ الْفِعْلِ

assalaamu ‘alaika yaa baaqiro ‘ilmin nabiyyiina assalaamu ‘alaika yaa shoodiqom mushoddaqo fil qouli wal fi’l

salam atasmu wahai pemikul ilmu para nabi, dan salam atasmu wahai orang yang jujur dan dibenarkan perkatan dan perilakunya.

يَا مَوَالِيَّ هَذَا يَوْمُكُمْ وَ هُوَ يَوْمُ الثُّلاثَاءِ

yaa mawaaliyya haadzaa yaumukum wa huwa yaumus tsulatsaa’

Wahai para pemimpinku, hari ini adalah hari kalian, ia adalah hari Selasa.

وَ أَنَا فِيهِ ضَيْفٌ لَكُمْ وَ مُسْتَجِيرٌ بِكُمْ

wa anaa fiihi dhoiful lakum wa mustajiirum bikum

Pada hari ini aku adalah tamu kalian dan memohon perlindungan kepada kalian.

فَأَضِيفُونِي وَ أَجِيرُونِي

fa adhiifuunii wa ajiiruunii

Maka, terimalah aku sebagai tamu kalian dan berilah perlindungan kepadaku,

بِمَنْزِلَةِ اللَّهِ عِنْدَكُمْ وَ آلِ بَيْتِكُمْ الطَّيِّبِينَ الطَّاهِرِينَ

bimanzilatillaahi ‘indakum wa aali baitikumut thoyyibiinat thoohiriin

demi kedudukan Allah di sisi kalian dan di sisi keluarga kalian yang suci.

Ziarah kepada Imam Hasan as dan Husain as di hari Senin

Ziarah kepada Imam Hasan as:

السَّلامُ عَلَيْكَ يَا ابْنَ رَسُولِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

assalaamu ‘alaika yabna rosuuli robbil ‘aalamiin

Salam atasmu wahai putra utusan Tuhan semesta alam,

السَّلامُ عَلَيْكَ يَا ابْنَ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ

assalaamu ‘alaika yabna amiiril mu’miniin

salam atasmu wahai putra Amirul Mukminin,

السَّلامُ عَلَيْكَ يَا ابْنَ فَاطِمَةَ الزَّهْرَاءِ

assalaamu ‘alaika yabna faathimataz zahroo’

salam atasmu wahai putra Fathimah az-Zahra.

السَّلامُ عَلَيْكَ يَا حَبِيبَ اللَّهِ

assalaamu ‘alaika yaa habiiballooh

Salam atasmu wahai kekasih Allah,

السَّلامُ عَلَيْكَ يَا صِفْوَةَ اللَّهِ

assalaamu ‘alaika ya shifwatallooh

salam atasmu wahai pilihan Allah terbaik,

السَّلامُ عَلَيْكَ يَا أَمِينَ

assalaamu ‘alaika yaa amiinallooh

salam atasmu wahai kepercayaan Allah.

اللَّهِ السَّلامُ عَلَيْكَ يَا حُجَّةَ اللَّهِ

assalaamu ‘alaika yaa hujjatallooh

Salam atasmu wahai hujjah Allah.

السَّلامُ عَلَيْكَ يَا نُورَ اللَّهِ

assalaamu ‘alaika yaa nuurollooh

Salam atasmu wahai cahaya Allah.

السَّلامُ عَلَيْكَ يَا صِرَاطَ اللَّهِ

assalaamu ‘alaika yaa shiroothollooh

Salam atasmu wahai jalan Allah.

السَّلامُ عَلَيْكَ يَا بَيَانَ حُكْمِ اللَّهِ

assalaamu ‘alaika yaa bayaana hukmillaah

Salam atasmu wahai penjelas hukum Allah.

السَّلامُ عَلَيْكَ يَا نَاصِرَ دِينِ اللَّهِ

assalaamu ‘alaika yaa naashiro diinillaah

Salam atasmu wahai penolong agama Allah.

السَّلامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا السَّيِّدُ الزَّكِيُّ

assalaamu ‘alaika ayyuhas sayyiduz zakiyy

Salam atasmu wahai tuan yang suci.

السَّلامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا الْبَرُّ الْوَفِيُّ

assalaamu ‘alaika ayyuhal barrul wafiyy

Salam atasmu wahai pelaku kebajikan yang setia.

السَّلامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا الْقَائِمُ الْأَمِينُ

assalaamu ‘alaika ayyuhal qooimul amiin

Salam atasmu wahai orang yang tegak (memegang agama Allah) yang dapat dipercaya,

السَّلامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا الْعَالِمُ بِالتَّأْوِيلِ

assalaamu ‘alaika ayyuhal ‘aalimu bit ta’wiil

salam atasmu orang yang mengetahui ta’wil Al Qur’an.

السَّلامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا الْهَادِي الْمَهْدِيُّ

assalaamu ‘alaika ayyuhal haadil mahdii

Salam atasmu wahai penunjuk jalan yang telah mendapat petunjuk.

السَّلامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا الطَّاهِرُ الزَّكِيُّ

assalaamu ‘alaika ayyuhat thoohiruz zakiyy

Salam atasmu wahai orang yang suci bersih.

السَّلامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا التَّقِيُّ النَّقِيُّ

assalaamu ‘alaika ayyuhat taqiyyun naqiyy

Salam atasmu wahai orang bertakwa yang suci,

السَّلامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا الْحَقُّ الْحَقِيقُ

assalaamu ‘alaika ayyuhal haqqul haqiiq

salam dan rahmat serta berkah atasmu, wahai kebenaran sejati

السَّلامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا الشَّهِيدُ الصِّدِّيقُ

assalaamu ‘alaika ayyuhas syahiidus shiddiiq

dan salam atasmu, wahai syahid yang jujur,

السَّلامُ عَلَيْكَ يَا أَبَا مُحَمَّدٍ الْحَسَنَ بْنَ عَلِيٍّ وَ رَحْمَةُ اللَّهِ وَ بَرَكَاتُهُ

assalaamu ‘alaika yaa abaa muhammadinil hasanabna ‘aliyyi wa rohmatulloohi wa barokaatuh

Salam atasmu wahai Abu Muhammad, Hasan putra Ali, (semoga) Allah (melimpahkan atasmu) rahmat dan barakah-Nya.

Ziarah kepada Imam Husain as:

السَّلامُ عَلَيْكَ يَا ابْنَ رَسُولِ اللَّهِ

assalaamu ‘alaika yabna rosuulillaah

Salam atasmu wahai putra Rasulullah.

السَّلامُ عَلَيْكَ يَا ابْنَ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ

assalaamu ‘alaika yabna amiiril mu’miniin

Salam atasmu wahai putra Amirul Mukminin,

السَّلامُ عَلَيْكَ يَا ابْنَ سَيِّدَةِ نِسَاءِ الْعَالَمِينَ

assalaamu ‘alaika yabna sayyidati nisaa’il ‘aalamiin

dan salam atasmu wahai putra penghulu wanita dunia.

أَشْهَدُ أَنَّكَ أَقَمْتَ الصَّلاةَ وَ آتَيْتَ الزَّكَاةَ

asyhadu annaka aqomtas sholaata wa aataitaz zakaat

Aku bersaksi bahwa engkau telah mendirikan shalat, mengeluarkan zakat,

وَ أَمَرْتَ بِالْمَعْرُوفِ وَ نَهَيْتَ عَنِ الْمُنْكَرِ

wa amarta bil ma’ruufi wa nahaita ‘anil munkar

beramar makruf nahi munkar,

وَ عَبَدْتَ اللَّهَ مُخْلِصا وَ جَاهَدْتَ فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ حَتَّي أَتَاكَ الْيَقِينُ

wa ‘abadtallooha mukhliho wa jaahadta fillaahi haqqo jihaadihi hattaa ataakal yaqin

menyembah Allah dengan tulus, dan berjihad di jalan Allah dengan sebenar-benar jihad hingga ajal menjemputmu.

فَعَلَيْكَ السَّلامُ مِنِّي مَا بَقِيتُ وَ بَقِيَ اللَّيْلُ وَ النَّهَارُ

fa’alaikas salaamu minni maa baqiitu wa baqiyal lailu wan nahaar

Maka, kuhaturkan salam kepadamu selama aku masih hidup dan selama malam dan siang masih berputar

وَ عَلَي آلِ بَيْتِكَ الطَّيِّبِينَ الطَّاهِرِينَ

wa ‘ala aali baitikat thoyyobiinat thoohiriin

serta kepada keluargamu yang suci.

أَنَا يَا مَوْلايَ مَوْلًي لَكَ وَ لِآلِ بَيْتِكَ

anaa maulaaya maulal laka wa liaali baitik

Aku, wahai maulaku adalah sahayamu dan sahaya keluargamu,

سِلْمٌ لِمَنْ سَالَمَكُمْ وَ حَرْبٌ لِمَنْ حَارَبَكُمْ

silmul liman saalamakum wa harbul liman haarobakum

berdamai dengan orang yang berdamai dengan kalian, memerangi orang yang memerangi kalian,

مُؤْمِنٌ بِسِرِّكُمْ وَ جَهْرِكُمْ وَ ظَاهِرِكُمْ وَ بَاطِنِكُمْ

mu’minum bisirrikum wa jahrikum wa dhoohirikum wa baathinikum

dan meyakini lahiriah dan batiniah kalian.

لَعَنَ اللَّهُ أَعْدَاءَكُمْ مِنَ الْأَوَّلِينَ وَ الْآخِرِينَ

la’analloohu a’daa’akum minal awwaliina wal aakhiriin

Semoga Allah melaknat musuh-musuh kalian yang pertama dan yang terakhir,

وَ أَنَا أَبْرَأُ إِلَی اللَّهِ تَعَالَی مِنْهُمْ

wa anaa abro’u ilalloohi ta’aalaa minhum

dan aku membebaskan diriku kepada Allah dari mereka.

يَا مَوْلايَ يَا أَبَا مُحَمَّدٍ يَا مَوْلايَ يَا أَبَا عَبْدِ اللَّهِ

yaa maulaaya yaa abaa muhammad yaa maulaaya yaa abaa ‘abdillaah

Wahai maulaku, wahai Abu Muhammad dan Abu Abdillah,

هَذَا يَوْمُ الْإِثْنَيْنِ وَ هُوَ يَوْمُكُمَا وَ بِاسْمِكُمَا

haadza yaumul itsnaini wa huwa yaumukumaa wa bismikumaa

hari ini adalah hari Senin, ia adalah hari kalian berdua dan dengan nama kalian.

وَ أَنَا فِيهِ ضَيْفُكُمَا فَأَضِيفَانِي وَ أَحْسِنَا ضِيَافَتِي

wa anaa fiihi dhoifukumaa fa adhiifaanii wa ahsinaa dhiyaafatik

Pada hari ini, aku adalah tamu kalian, maka terimalah aku sebagai tamu kalian dengan baik,

فَنِعْمَ مَنِ اسْتُضِيفَ بِهِ أَنْتُمَا وَ أَنَا فِيهِ مِنْ جِوَارِكُمَا

fani’ma manistudhiifa bihi aimmatunaa wa anaa fiihi min jiwarikuma

dan sebaik-baiknya orang yang dapat dijadikan tuan rumah adalah kalian Aku memohon perlindungan kepada kalian,

فَأَجِيرَانِي فَإِنَّكُمَا مَأْمُورَانِ بِالضِّيَافَةِ وَ الْإِجَارَةِ

faajiiroonii fainnakumaa ma’muurooni bid dhiyaafati wal ijaaroh

maka berikanlah perlindungan kepada kami, karena kalian diperintahkan untuk menerima tamu dan memberikan perlindungan.

فَصَلَّی اللَّهُ عَلَيْكُمَا وَ آلِكُمَا الطَّيِّبِينَ

fashollalloohu ‘alaikumaa wa aalikumaa

Semoga shalawat Allah senantiasa tercurahkan atas kalian berdua dan keluarga kalian yang suci.