Imam Ali Ridha as dan orang yang meragukannya

Perhatian

Jika Anda mengcopy tulisan yang ada di Hauzah Maya, mohon cantumkan sumbernya atau link yang mengarahkan kembali ke situs ini.

Husain bin Umar bin Yazid dulunya termasuk orang yang hanya mempercayai Imamah hanya berlanjut sampai Imam Musa bin Ja’far Al-Kadhim as saja dan tidak mempercayai bahwa Imam Ali Ridha as sebagai Imam.

Suatu hari ia bercerita:

Pada suatu hari bersama ayahku kami mendatangi Imam Kadhim as. Ayahku menanyakan tujuh pertanyaan. Imam pun menjawab enam pertanyaan tersebut dan tidak menjawab yang ketujuh.

Selang beberapa masa, di hatiku aku berkata, aku akan menanyakan tujuh pertanyaan yang sama kepada Ali bin Musa Al-Ridha, jika ia bisa menjawabnya sama seperti ayahnya, aku mempercayainya sebagai Imam setelah ayahnya.

Akhirnya aku menanyakan pertanyaan-pertanyaan itu, dan beliau pun menjawabnya tepat seperti ayahnya. Begitu pula ia tidak menjawab pertanyaan ketujuh.

Lalu saat aku hendak berpamitan, beliau berkata kepadaku, “Setiap pengikut kami di dunia ini akan mengalami cobaan dan kesulitan; jika mereka sabar, Tuhan akan memberikan pahala ribuan syahid kepada mereka.”

Saat itu aku masih tidak faham dalam rangka apa beliau mengatakan hal itu.

Tak lama kemudian kakiku sakit dan penyakit itu sangat menyusahkanku. Sampai pada musim haji, waktu aku pergi haji aku pun bertemu Imam Ridha as. Akhirnya aku mengadukan penyakitku kepadanya dan memintanya berdoa untukku agar penyakitku segera sembuh.

Imam pun berdoa untuk kesembuhan kakiku. Ternyata tak lama kemudian kakiku benar-benar sembuh.[1]

Sumber: ahlolbait.com


[1] Bihar Al-Anwar, jil. 49, hal. 67, h. 88; Itsbatul Hudat, jil. 3, hal. 248, h. 7.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *