Benarkah Ziarah Syah Abdul Adzim Hasani Menyamai Ziarah Imam Husain as?

Perhatian

Jika Anda mengcopy tulisan yang ada di Hauzah Maya, mohon cantumkan sumbernya atau link yang mengarahkan kembali ke situs ini.

Banyak sekali riwayat Ahlul Bait as yang mejelaskan bahwa pahala menziarahi Syah Abdul Adzim Hasani menyamai pahala menziarahi Imam Husain as di Karbala. Benarkah demikian?

Memang betul, banyak riwayat yang menyatakan hal itu.[1] Dalam teks doa ziarah Syah Abdul Adzim Hasani pun disebutkan ungkapan-ungkapan yang mengindikasikan hal itu, seperti ungkapan di bawah ini:

السّلامُ عَلَیک یا مَنْ بِزِیارَتِهِ ثَوابُ زِیارَةِ سَیدِ الْشّهَدآءِ یرْتَجی

“Salam atasmu wahai yang semua orang mendambakan pahala ziarah Imam Husain as dengan menziarahimu.”[2]

Muhaddis Qummi dalam menjelaskan siapa itu Abdul Adzim Hasani mengatakan: Ia memiliki kedudukan dan martabat tinggi, dan hal itu lebih jelas dari jelasnya keberadaan matahari. Beliau adalah keturunan suci Rasulullah saw dan termasuk ahli hadis dan perawi riwayat-riwayat Syiah, ulama dan hamba Allah yang saleh serta zuhud. Beliau dikenal dengan sifat wara’, taqwa dan termasuk golongan para sahabat Imam Jawad serta Imam Hadi as. Beliau meriwayatkan banyak hadis dari kedua Imam tersebut.

Imam Hadi as pernah mendoakan beliau agar mendapatkan ketegaran hati dan langkah dalam agama di dunia dan akherat. Jika kita ingin melihat sapa saja para pengikut sejati Rasulullah saw dan Ahlul Bait as, beliau adalah salah satu yang terbaik. Beliau termasuk para pewaris dan khalifah penerus Rasulullah saw.

Saat Rasulullah saw ditanya, wahai Rasulullah saw, siapakah para penerus dan khalifahmu? Beliau mejawab: Mereka adalah orang-orang yang dating setelahku, meriwayatkan hadis-hadis dan sunahku. Para khalifah dan pewaris nabi adalah orang-orang yang menghidupkan sunah dan ajaran Ilahi.

Oleh karena itu mengharapkan pahala ziarah Imam Husain as dengan cara menziarahi Syah Abdul Adzim Hasani bukanlah hal yang mustahil. Karena kedudakannya adalah kedudukan pengganti Nabi dan para Imam.

Dalam teks doa ziarah beliau juga disebutkan ungkapan ini:

اَلسّلامُ عَلَی الْعَبْدِ الصّالِحِ الْمُطیعِ للّهِ رَبّ الْعالَمینَ وَلِرَسُولِهِ وَلِأَمیرِ الْمُؤْمِنینَ

“Salam atasmu wahai hamba saleh yang mentaati Allah swt Tuhan Semesta Alam dan Rasulnya serta Amirul Mukminin.”

Salah satu kemiripan kriteria antara beliau dengan Imam Husain as adalah di tempat beliau berpijak nama Rasulullah saw dan ajaran Ahlul Bait as hidup dikenal.

Abdul Adzim Hasani lahir pada tahun 173 Hijriah di zaman Imam Musa Kadhim as di kota Madinah. Ayahnya adalah Abdullah dan ibunya adalah Fathimah. Istri beliau bernama Khadijah putri Qasim bin Hasan bin Zayd bin Imam Hasan Al Mujtaba as.

Abdul Adzim setelah memasuki kota Ray (sebuah daerah di kota Tehran saat ini) hidup secara sembunyi-sembunyi di rumah salah satu pengikut Ahlul Bait di kota itu. Tak lama kemudian beliau jatuh sakit dan wafat pada tahun 252 Hijriah di zaman Imam Hadi as.

Untuk membuka peta lokasi makam beliau, klik di sini.

Sumber: Hauzah.net


[1] Hurr Amili, Wasail Syiah, jil. 14, hal. 575; Muhaddis Nuri, Mustadrak Al Wasail, jil. 10, hal. 367, bab 73; Syaikh Shaduq, Tsawabul A’mal, hal. 99; Ibnu Quwalaih Qummi, Kamil Al-Ziyarat, hal. 324.

[2] Ruh va Rayhan, hal. 112.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *