Kapan Lebaran? Apakah bisa mengikuti hasil sidang isbat pemerintah?

Perhatian

Jika Anda mengcopy tulisan yang ada di Hauzah Maya, mohon cantumkan sumbernya atau link yang mengarahkan kembali ke situs ini.

Perkara menentukan awal bulan Qamari seperti menentukan awal bulan Ramadhan dan Hari Raya Iedul Fitri memang dari dulu selalu begini, ada yang lebaran duluan ada yang belakangan.

Kita kalangan Ahlul Bait mempunyai organisasi tersendiri yang juga memiliki tim rukyat hilal, yang tak jarang hasil rukyat hilal tim kita berbeda dengan hasil rukyat hilal dan sidang isbat pemerintah.

Pertanyaannya, apakah kita bisa mengikuti salah satu mereka? Misalnya kita mengikuti hasil sidang isbat pemerintah tanpa mengikuti keputusan organisasi kita sendiri?

Pertanyaan ini pernah dilontarkan langsung ke situs Rahbar (screenshotnya bisa dilihat di atas) dalam bahasa Farsi. Terjemahannya sebagai berikut:

Pertanyaan

Saya adalah warga Indonesia. Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia (tapi kebanyakan adalah penganut Ahlu Sunnah), dan negara ini memiliki tim istihlal yang ditempatkan di berbagai titik di seluruh negeri, apakah saya bisa mengikuti hasil keputusan istihlal mereka?

Jawaban

Jika istihlal mereka bagi Anda meyakinkan, cukup. Jika tidak harus dicari jalan yang syar’iy bagi Anda untuk meyakini apakah hilal terlihat atau tidak.

Lalu mari kita kembali ke diri kita sendiri, apakah kita yakin dengan putusan sidang isbat pemerintah? Atau tidak? Kalau kita yakin dengan istihlal pemerintah kita bisa mengikutinya. Jadi jawabannya terserah Anda merasa yakin dengan isbat hilal pemerintah atau organisasi kita.

Sumber: Leader.ir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *