Tata cara shalat ayat dalam fikih Ahlul Bait

Ketika sebab-sebab di bawah ini terjadi maka kita wajib melaksanakan shalat ayat:

  • Gempa bumi
  • Gerhana matahari
  • Gerhana bulan
  • Badai dahsyat disertai petir, angin kencang, yang sekiranya sangat menakutkan bagi kebanyakan orang

Cara melaksanakan shalat ayat

Berikut ini adalah tata caranya:

  • Shalat ayat dua raka’at dan tiap raka’at ada lima ruku’.
  • Dimulai dengan niat kemudian takbiratul ihram.
  • Lalu membaca surah Al-Fatihah dan satu surah lain.
  • Kemudian ruku’.
  • Berdiri dari ruku’ membaca surah Al-Fatihah dan surah lain lagi, begitu hingga lima kali.
  • Setelah kali kelima (ruku’ kelima), bangkit lalu meneruskan dua sujud.
  • Bangkit untuk raka’at kedua, yang amalannya sama seperti raka’at pertama.
  • Setelah dua sujud raka’at kedua shalat diakhiri dengan tasyahud dan salam.

Selain itu ada cara shalat ayat yang lebih singkat, dengan cara setiap sebelum ruku’ membaca sepenggal ayat dari sebuah surah yang telah dibagi menjadi lima bagian. Misalnya dengan membaca surah Tauhid (Qul huwallahu ahad) dengan cara seperti ini:

  • Shalat ayat dua raka’at dan tiap raka’at ada lima ruku’.
  • Dimulai dengan niat kemudian takbiratul ihram.
  • Lalu membaca surah Al-Fatihah.
  • Membaca bismillah-nya surah Tauhid (hanya basmalahnya saja, karena satu basmalah dihitung sebagai satu ayat)
  • Kemudian ruku’.
  • Lalu bangkit, dan tanpa membaca surah Al-Fatihah, langsung dilanjutkan membaca ayat lanjutan surah Tauhid, yakni “qul huwallahu ahad”.
  • Kemudian ruku’, bangkit lalu tanpa membaca Al-Fatihah, langsung melanjutkan ayat berikutnya, yakni “allahus shomad”. Dan begitu seterusnya sampai ayat terakhir.
  • Setelah itu ruku’ yang ke-lima, bangkit lalu meneruskan dua sujud (menyelesaikan rakaat pertama).
  • Bangkit kembali untuk raka’at kedua, yang amalannya sama seperti raka’at pertama.
  • Setelah dua sujud raka’at kedua shalat diakhiri dengan tasyahud dan salam.