Harga gandum melambung tinggi

Pada suatu hari di Madinah harga gandum dan roti melambung tinggi. Semua orang mulai khawatir dan semampunya mereka membeli gandum untuk disimpan selama mungkin. Banyak juga orang yang tidak mampu dan mereka terpaksa membeli gandum dengan harga yang tinggi untuk kebutuhan sehari-hari.

Imam Shadiq as bertanya kepada suruhannya yang bernama Mu’attab, “Seberapa banyak gandum yang kita miliki?”

“Cukup untuk beberapa bulan,” katanya.

Imam Shadiq as berkata, “Jual gandum-gandum kita ke pasar semuanya.”

Mu’attab heran dan bertanya, “Wahai putra Rasulullah saw, bukankah gandum susah didapat di pasaran? Jika kita menjual gandum-gandum ini nanti kita akan kesusahan membelinya kembali.”

“Lakukan apa yang kuperintahkan,” kata Imam.

Mu’attab pun menjual gandum-gandum tersebut ke pasar dan pulang. Setelah itu Imam Shadiq as berkata, “Di rumah ini tidak boleh ada gandum dan roti yang harganya berbeda dengan gandum dan roti yang dibeli masyarakat dari pasar.”

– Biharul Anwar, jil. 11, hal. 121