Hadis dan kisah Rasulullah saw dan Ahlul Baitnya di dalam selimut Yamani

Perhatian

Jika Anda mengcopy tulisan yang ada di Hauzah Maya, mohon cantumkan sumbernya atau link yang mengarahkan kembali ke situs ini.

Saat Rasulullah saw datang ke rumah putrinya, Fathimah Azzahra, beliau meminta putrinya untuk menyelimuti tubuhnya dengan selimut dari Yaman. Ketika Rasulullah saw berada di dalam selimut, Ali, Fathimah, Hasan dan Husain turut masuk ke dalamnya. Turunlah ayat Al-Qur’an yang dikenal dengan Ayat Tathir.

Kisah tersebut diabadikan dalam sebuah hadis yang disebut dengan Hadis Kisa’.

Berdasarkan apa yang dikatakan oleh Rasulullah saw dalam hadis ini, barang siapa mengenang peristiwa yang dibicarakan dalam Hadis Kisa’ ini dalam sebuah majelis, maka Allah swt akan menurunkan rahmat-Nya, menggembirakan hamba-hamba-Nya dan memenuhi hajat-hajat siapapun yang memiliki hajat.

Berikut ini teks riwayat Hadis Kisa’ tersebut:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِیمِ

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

عَنْ فاطِمَهَ الزَّهْراَّءِ عَلَیْهَا السَّلامُ بِنْتِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَیْهِ وَآلِهِ

Dari Fathimah Azzahra as, putri Rasulullah saw

قالَ سَمِعْتُ فاطِمَهَ اَنَّها قالَتْ دَخَلَ عَلَيَّ اَبي رَسُولُ اللَّهِ في بَعْضِ الاَیّامِ

Ia (Jabir bin Abdullah Anshari) berkata: aku mendengar Fathimah bahwa ia berkata: Rasulullah saw datang ke rumahku pada salah satu hari

فَقالَ السَّلامُ عَلَیْکِ یا فاطِمَةُ فَقُلْتُ عَلَیْکَ السَّلامُ

Lalu beliau berkata: Salam untukmu wahai Fatimah. Maka aku berkata: Salam untukmu pula.

قالَ اِنّي اَجِدُ في بَدَني ضُعْفاً فَقُلْتُ لَهُ اُعیذُکَ بِاللَّهِ یا اَبَتاهُ مِنَ الضُّعْفِ

Beliau berkata: Aku merasa tubuhku lelah. Aku berkata: Aku memohon kepada Allah untuk melindungimu wahai ayahku dari rasa lelah.

فَقَالَ یا فاطِمَةُ ایتیني بِالْکِساَّءِ الْیَماني فَغَطّیني بِهِ فَاَتَیْتُهُ بِالْکِساَّءِ الْیَماني

Beliau berkata: Wahai Fathimah, bawakan aku selimut dari Yaman itu dan selimuti tubuhku. Maka aku membawakannya selimut Yamani itu

فَغَطَّیْتُهُ بِهِ وَصِرْتُ اَنْظُرُ اِلَیْهِ وَاِذا وَجْهُهُ یَتَلألَؤُ کَاَنَّهُ الْبَدْرُ في لَیْلَةِ تَمامِهِ وَکَمالِهِ

Kemudian aku menyelimutinya dan aku menatap wajahnya. Wajah beliau berseri bagai bulan purnama yang sempurna.

فَما کانَتْ اِلاّ ساعَهً وَاِذا بِوَلَدِيَ الْحَسَنِ قَدْ اَقْبَلَ

Tak lama kemudian datang anakku Al-Hasan

وَقالَ السَّلامُ عَلَیْکِ یا اُمّاهُ فَقُلْتُ وَعَلَیْکَ السَّلامُ یا قُرَّهَ عَیْني وَثَمَرَةَ فُؤادي

Dan ia berkata: Salam untukmu wahai ibu. Aku menjawab: Salam pula untukmu wahai cahaya mataku dan buah hatiku.

فَقالَ یا اُمّاهُ اِنّي اَشَمُّ عِنْدَکِ راَّئِحَهً طَیِّبَهً کَاَنَّها راَّئِحَةُ جَدّي رَسُولِ اللَّهِ

Ia berkata: Wahai ibu, aku mencium aroma wangi di sini sepertinya wangi kakekku Rasulullah saw.

فَقُلْتُ نَعَمْ اِنَّ جَدَّکَ تَحْتَ الْکِساَّءِ فَاَقْبَلَ الْحَسَنُ نَحْوَ الْکِساَّءِ

Aku berkata: Ya, kakekmu sedang berselimut. Lalu Al-Hasan menuju ke arah beliau.

وَقالَ السَّلامُ عَلَیْکَ یا جَدّاهُ یا رَسُولَ اللَّهِ اَتَاْذَنُ لي اَنْ اَدْخُلَ مَعَکَ تَحْتَ الْکِساَّءِ

Ia berkata: Salam atasmu wahai kakek, wahai Rasulullah saw. Apakah engkau mengizinkanku masuk ke dalam selimut?

فَقالَ وَعَلَیْکَ السَّلامُ یا وَلَدي وَیا صاحِبَ حَوْضي قَدْ اَذِنْتُ لَکَ

Beliau berkata: Salam atasmu pula wahai putraku wahai penghuni telaga surgaku. Aku mengizinkanmu.

فَدَخَلَ مَعَهُ تَحْتَ الْکِساَّءِ فَما کانَتْ

Kemudian ia masuk ke dalam selimut bersama Rasulullah saw.

اِلاّ ساعَهً وَاِذا بِوَلَدِىَ الْحُسَیْنِ قَدْ اَقْبَلَ وَقالَ السَّلامُ عَلَیْکِ یا اُمّاهُ

Tak lama kemudian datang putraku Al-Husain dan berkata: Salam untuku wahai ibu.

فَقُلْتُ وَعَلَیْکَ السَّلامُ یا وَلَدي وَیا قُرَّهَ عَیْنى وَثَمَرَهَ فُؤادي

Aku menjawab: Salam untukmu wahai putraku wahai cahaya mataku dan buah hatiku.

فَقالَ لي یا اُمّاهُ اِنّي اَشَمُّ عِنْدَکِ رائِحَهً طَیِّبَهً کَاَنَّها راَّئِحَةُ جَدّي رَسُولِ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عَلَیْهِ وَآلِهِ

Lalu ia berkata: Wahai ibuku, aku mencium aroma wangi di sisimu sepertinya itu wangi kakeku Rasulullah saw.

فَقُلْتُ نَعَمْ اِنَّ جَدَّکَ وَاَخاکَ تَحْتَ الْکِساَّءِ

Aku menjawab: Ya, kakekmu bersama abangmu berada di dalam selimut itu.

فَدَنَى الْحُسَیْنُ نَحْوَ الْکِساَّءِ وَقالَ السَّلامُ عَلَیْکَ یا جَدّاهُ

Husain mendekat kea rah selimut Yamani dan berkata: Salam padamu wahai kakek.

اَلسَّلامُ عَلَیْکَ یا مَنِ اخْتارَهُ اللَّهُ اَتَاْذَنُ لي اَنْ اَکُونَ مَعَکُما تَحْتَ الْکِساَّءِ

Salam atasmu wahai yang dipilih Allah. Apakah engkau mengizinkanku untuk bersamamu di bawah selimut?

فَقالَ وَعَلَیْکَ السَّلامُ یا وَلَدي وَیا شافِعَ اُمَّتي قَدْ اَذِنْتُ لَکَ فَدَخَلَ مَعَهُما تَحْتَ الْکِساَّءِ

Beliau menjawab: Salam untukmu wahai putraku wahai pemberi syafaat kepada umatku. Aku mengizinkanmu. Lalu Husain masuk bersama beliau.

فَاَقْبَلَ عِنْدَ ذلِکَ اَبُوالْحَسَنِ عَلِيُّ بْنُ اَبي طالِبٍ

Kemudian datang pula Abul Hasan, Ali bin Abi Thalib

وَقالَ السَّلامُ عَلَیْکِ یا بِنْتَ رَسُولِ اللَّهِ فَقُلْتُ وَعَلَیْکَ السَّلامُ یا اَبَا الْحَسَنِ وَ یا اَمیرَ الْمُؤْمِنینَ

Ia berkata: Salam untukmu wahai putri Rasulullah. Lalu aku menjawab: Salam untukmu wahai Abul Hasan, wahai Amirul Mu’minin.

فَقالَ یا فاطِمَهُ اِنّي اَشَمُّ عِنْدَکِ رائِحَهً طَیِّبَهً کَاَنَّها راَّئِحَهُ اَخي وَابْنِ عَمّي رَسُولِ اللَّهِ

Lalu ia berkata: Wahai Fathimah, aku mencium aroma wangi, seakan itu wangi saudaraku, putra mamanku, Rasulullah saw.

فَقُلْتُ نَعَمْ ها هُوَ مَعَ وَلَدَیْکَ تَحْتَ الْکِساَّءِ

Maka aku menjawab: Ya, ia bersama dua anakmu berada di bawah selimut itu.

فَاَقْبَلَ عَلِيُّ نَحْوَ الْکِساَّءِ وَقالَ السَّلامُ عَلَیْکَ یا رَسُولَ اللَّهِ

Ali mendekati selimut Yamani dan berkata: Salam atasmu wahai Rasulullah saw.

اَتَاْذَنُ لي اَنْ اَکُونَ مَعَکُمْ تَحْتَ الْکِساءِ

Apakah engkau mengizinkanku untuk berada bersamamu di bawah selimut itu?

قالَ لَهُ وَعَلَیْکَ السَّلامُ یا اَخي یا وَصِیّى وَخَلیفَتي وَصاحِبَ لِواَّئي قَدْ اَذِنْتُ لَکَ

Beliau menjawab: Salam pula atasmu wahai saudaraku, wahai penerusku dan khalifah setelahku, wahai pemegang benderaku. Aku mengizinkanmu.

فَدَخَلَ عَلِيُّ تَحْتَ الْکِساءِ ثُمَّ اَتَیْتُ نَحْوَ الْکِساَّءِ

Ali pun masuk ke dalam selimut. Aku mendekat ke arah mereka,

وَقُلْتُ اَلسَّلامُ عَلَیْکَ یا اَبَتاهُ یا رَسُولَ اللَّهِ اَتَاْذَنُ لي اَن اَکُونَ مَعَکُمْ تَحْتَ الْکِساَّءِ

Aku berkata: Salam atasmu wahai ayah, wahai Rasulullah. Apakah engkau mengizinkanku untuk berada bersama kalian?

قالَ وَعَلَیْکِ السَّلامُ یا بِنْتي وَیا بَضْعَتي قَدْ اَذِنْتُ لَکِ فَدَخَلْتُ تَحْتَ الْکِساءِ

Beliau berkata: Salam pula atasmu wahai putriku, wahai belahanku, aku mengizinkanmu. Aku pun masuk ke dalam selimut.

فَلَمَّا اکْتَمَلْنا جَمیعاً تَحْتَ الْکِساءِ اَخَذَ اَبي رَسُولُ اللَّهِ بِطَرَفَيِ الْکِساءِ

Saat kami sudah berkumpul bersama. Rasulullah mengambil kedua ujung selimut dengan tangannya,

وَاَوْمَئَ بِیَدِهِ الْیُمْنى اِلَى السَّماءِ وَقالَ

kemudian beliau mengangkat tangan kanannya ke langit dan berdoa:

اَللّهُمَّ اِنَّ هؤُلاَّءِ اَهْلُ بَیْتي وَخاَّصَّتي وَحامَّتي لَحْمُهُمْ لَحْمي وَدَمُهُمْ دَمي

Ya Allah mereka adalah Ahlul Baitku dan orang-orang terdekatku. Daging mereka adalah dagingku dan darah mereka adalah darahku.

یُؤْلِمُني ما یُؤْلِمُهُمْ وَیَحْزُنُني ما یَحْزُنُهُمْ

Sungguh menyakitiku apapun yang menyakiti mereka. Menyedihkanku apapun yang menyedihkan mereka.

اَنَا حَرْبٌ لِمَنْ حارَبَهُمْ وَسِلْمٌ لِمَنْ سالَمَهُمْ وَعَدُوُّ لِمَنْ عاداهُمْ وَمُحِبُّ لِمَنْ اَحَبَّهُمْ

Aku memerangi siapapun yang memerangi mereka. Aku berdamai dengan siapapun yang berdamai dengan mereka. Aku memusuhi siapapun yang memusuhi mereka. Aku mencintai siapapun yang mencintai mereka.

اِنَّهُمْ مِنّي وَ اَنَا مِنْهُمْ فَاجْعَلْ صَلَواتِکَ وَبَرَکاتِکَ وَرَحْمَتَکَ وَغُفْرانَکَ وَرِضْوانَکَ عَلَيَّ وَعَلَیْهِمْ

Mereka dariku dan aku dari mereka. Jadikanlah shalawat, berkah, rahmat, ampunan dan keridhaan-Mu atas ku dan atas mereka.

وَاَذْهِبْ عَنْهُمُ الرِّجْسَ وَطَهِّرْهُمْ تَطْهیراً

Hapuslah segala noda dari mereka dan sucikan mereka sesuci-sucinya.

فَقالَ اللَّهُ عَزَّوَجَلَّ یا مَلاَّئِکَتي وَیا سُکّانَ سَمواتي

Lalu Allah swt berkata kepada malaikat-malaikat-Nya: Wahai penghuni langit-langit-Ku,

اِنّي ما خَلَقْتُ سَماَّءً مَبْنِیَّهً وَلا اَرْضاً مَدْحِیَّهً وَلا قَمَراً مُنیراً وَلا شَمْساً مُضِیَّئَهً

Sungguh aku tidak menciptakan langit dan bumi yang luas, bulan dan matahari yang bersinar,

وَلا فَلَکاً یَدُورُ وَلا بَحْراً یَجْرى وَلا فُلْکاً یَسْرى

benda-benda langit yang berputar, laut yang mengalir, kapal-kapal yang berjalan,

اِلاّ في مَحَبَّةِ هؤُلاءِ الْخَمْسَةِ الَّذینَ هُمْ تَحْتَ الْکِساءِ

kecuali karena cinta terhadap lima manusia yang berada di bawah selimut itu.

فَقالَ الاَمینُ جِبْرائیلُ یا رَبِّ وَمَنْ تَحْتَ الْکِساءِ

Jibril bertanya: Wahai Tuhanku, siapakah mereka yang berada di bawah selimut itu?

فَقالَ عَزَّوَجَلَّ هُمْ اَهْلُ بَیْتِ النُّبُوَّهِ وَمَعْدِنُ الرِّسالَهِ

Ia berkata: Mereka adalah Ahlul Bait Kenabian dan tambang risalah.

هُمْ فاطِمَهُ وَاَبُوها وَبَعْلُها وَبَنُوها

Mereka adalah Fathimah, ayahnya, suaminya dan anak-anaknya.

فَقالَ جِبْرائیلُ یا رَبِّ اَتَاْذَنُ لي اَنْ اَهْبِطَ اِلَى الاَرْضِ لاَکُونَ مَعَهُمْ سادِساً

Jibril berkata: Wahai Tuhanku, apakah Engkau mengizinkanku untuk turun ke bumi untuk bersama mereka menjadi yang keenam?

فَقالَ اللَّهُ نَعَمْ قَدْ اَذِنْتُ لَکَ فَهَبَطَ الاَمینُ جِبْرائیلُ

Allah berkata: Ya, aku telah mengizinkanmu. Maka Jibril pun turun ke bumi.

وَقالَ السَّلامُ عَلَیْکَ یا رَسُولَ اللَّهِ الْعَلِيُ الاَعْلى یُقْرِئُکَ السَّلامَ وَیَخُصُّکَ بِالتَّحِیَّهِ وَالاِکْرامِ

Jibril berkata: Salam atasmu wahai Rasulullah. Ia yang Maha Tinggi menyampaikan salam sejahtera kepadamu.

وَیَقُولُ لَکَ وَعِزَّتي وَجَلالي اِنّي ما خَلَقْتُ سَماءً مَبْنِیَّةً وَلا اَرْضاً مَدْحِیَّهً وَلا قَمَراً مُنیراً وَلا شَمْساً مُضَّیئَهً

Ia berkata: Demi kehormatan-Ku dan keagungan-Ku, sesungguhnya aku tidak menciptakan langit dan bumi yang luas, matahari dan bulan yang bersinar,

وَلا فَلَکاً یَدُورُ وَلا بَحْراً یَجْرى وَلا فُلْکاً یَسْرى اِلاّ لاَجْلِکُمْ وَمَحَبَّتِکُمْ وَقَدْ اَذِنَ لى اَنْ اَدْخُلَ مَعَکُمْ

Benda-benda langit yang berputar, laut yang mengalir, kapal yang berjalan, kecuali karena kalian dank arena kecintaan kepada kalian. Ia mengizinkanku untuk masuk bersama kalian.

فَهَلْ تَاْذَنُ لي یا رَسُولَ اللَّهِ

Apakah engkau mengizinkanku, wahai Rasulullah saw?

فَقالَ رَسُولُ اللَّهِ وَعَلَیْکَ السَّلامُ یا اَمینَ وَحْيِ اللَّهِ اِنَّهُ نَعَمْ قَدْ اَذِنْتُ لَکَ فَدَخَلَ جِبْرائیلُ مَعَنا تَحْتَ الْکِساءِ

Kemudian Rasulullah saw menjawab: Salam untukmu wahai pemegang amanat wahyu Allah. Ya, aku mengizinkanmu. Lalu Jibril pun masuk ke dalam selimut.

فَقالَ لاَبي اِنَّ اللَّهَ قَدْ اَوْحى اِلَیْکُمْ یَقُولُ اِنَّما یُریدُ اللَّهُ لِیُذْهِبَ عَنْکُمُ الرِّجْسَ اَهْلَ الْبَیْتِ وَ یُطَهِّرَکُمْ تَطْهیراً

Jibril kembali berkata kepada ayahku: Sesungguhnya Allah mewahyukan kepada kalian dan berfirman: Sesungguhnya Allah hendak menghilangkan noda dari kalian wahai Ahlul Bait dan mensucikan kalian sesuci-sucinya.

فَقالَ عَلِيُّ لاَبي یا رَسُولَ اللَّهِ اَخْبِرْني ما لِجُلُوسِنا هذا تَحْتَ الْکِساءِ مِنَ الْفَضْلِ عِنْدَ اللَّهِ

Ali bertanya kepada sang nabi: Wahai Rasulullah, beritakan kepadaku, apa keutamaan kebersamaan kita di bawah selimut ini bagi Allah swt?

فَقالَ النَّبِيُّ وَالَّذي بَعَثَني بِالْحَقِّ نَبِیّاً وَاصْطَفاني بِالرِّسالَةِ نَجِیّاً

Beliau menjawab: Demi Ia yang mengutusku sebagai nabi dan memilihku untuk menyampaikan risalah-Nya,

ما ذُکِرَ خَبَرُنا هذا في مَحْفِلٍ مِنْ مَحافِلِ اَهْلِ الاَرْضِ وَفیهِ جَمْعٌ مِنْ شَیعَتِنا وَمُحِبّینا

Jika kisah ini diceritakan pada setiap kesempatan di tengah-tengah para pengikut dan pecinta kita yang berkumpul di muka bumi ini,

اِلاّ وَنَزَلَتْ عَلَیْهِمُ الرَّحْمَهُ وَحَفَّتْ بِهِمُ الْمَلاَّئِکَهُ وَاسْتَغْفَرَتْ لَهُمْ اِلى اَنْ یَتَفَرَّقُوا

kecuali Allah swt akan menurunkan rahmat kepada mereka dan para malaikat akan menyertai mereka.

فَقالَ عَلِيُّ اِذاً وَاللَّهِ فُزْنا وَفازَ شیعَتُنا وَرَبِّ الْکَعْبَهِ

Lalu Ali berkata: Sungguh demi Allah beruntunglah kita dan sungguh demi Tuhan Ka’bah beruntunglah pengikut-pengikut kita.

فَقالَ النَّبِيُّ ثانِیاً یا عَلِيُّ وَالَّذي بَعَثَني بِالْحَقِّ نَبِیّاً وَاصْطَفاني بِالرِّسالَهِ نَجِیّاً

Untuk kedua kalinya nabi berkata, Hai Ali, Demi Ia yang mengutusku sebagai nabi dan memilihku untuk menyampaikan risalah-Nya,

ما ذُکِرَ خَبَرُنا هذا في مَحْفِلٍ مِنْ مَحافِلِ اَهْلِ الاَرْضِ وَفیهِ جَمْعٌ مِنْ شیعَتِنا وَمُحِبّینا

jika kisah ini diceritakan pada setiap kesempatan di tengah-tengah para pengikut dan pecinta kita yang berkumpul di muka bumi ini,

وَفیهِمْ مَهْمُومٌ اِلاّ وَفَرَّجَ اللَّهُ هَمَّهُ وَلا مَغْمُومٌ اِلاّ وَکَشَفَ اللَّهُ غَمَّهُ وَلا طالِبُ حاجَةٍ اِلاّ وَقَضَى اللّهُ حاجَتَهُ

jika ada yang bersedih di antara mereka maka Allah akan menghapus kesedihannya, jika ada yang berduka maka Allah akan meringankan dukanya, jika ada yang memiliki hajat maka Allah akan memenuhi hajatnya.

فَقالَ عَلِيُّ اِذاً وَاللَّهِ فُزْنا وَسُعِدْنا وَکَذلِکَ شیعَتُنا فازُوا وَسُعِدُوا فِى الدُّنْیا وَالاْخِرَهِ وَرَبِّ الْکَعْبَة

Lalu Ali berkata: Sungguh demi Allah beruntunglah kita, bergembiralah kita, dan begitu juga para pengikut kita, mereka beruntung dan berbahagia di dunia dan di akhirat, demi Tuhan Ka’bah.