Mengapa Imam Ali as tidak menunjukkan Qur’annya?

Perhatian

Jika Anda mengcopy tulisan yang ada di Hauzah Maya, mohon cantumkan sumbernya atau link yang mengarahkan kembali ke situs ini.

Abu Bakar memerangi orang-orang yang murtad. Namun menurut Syiah, Ali bin Abi Thalib tidak mau menunjukkan Qur’an yang telah didekte oleh Rasululah saw kepadanya agar umat Islam saat itu tidak menjadi murtad?

Jawaban:

Ada dua ungkapan yang tidak berdasar dalam pertanyaan di atas.

Pertama, Abu Bakar tidak memerangi orang-orang yang murtad, namun ia berperang melawan orang-orang yang enggan membayar zakat, yang mana alasan mereka adalah: “Kami tidak menganggap resmi khalifah yang telah dipilih oleh orang-orang Muhajirin dan Anshar ini.” Ya memang peristiwa ini dikenal dalam sejarah sebagai perang melawan orang-orang murtad, dan banyak sekali upaya sebagian pihak untuk mengaitkan ayat 54 surah Al Maidah dengan peristiwa tersebut. Padahal menurut Thabari asbab nuzul ayat tersebut tidak ada kaitannya dengan peristwia di atas.[1] Oleh karena itu yang kita tahu bahwa Abu Bakar memerangi orang yang enggan membayar zakat; entah apapun alasan mereka tidak mau membayarnya, yang jelas mereka tidak mengingkari satu pun pilar agama Islam.

Kedua, Syiah mana yang berkata dan kitab apa yang telah anda baca mengenai Ali tidak menunjukkan Al Qur’an yang telah ia tulis atas dekte nabi karena takut umat Islam akan murtad? Justru sebaliknya, Ali menunjukkan Al Qur’an yang ia punya (yang urutan surahnya sesuai dengan urutan asbab nuzul) namun tidak ada sambutan apapun dari pihak lain. Lalu ia bertekat untuk menyimpannya saja.

Banyak sekali penjelasan mengenai Al Qur’an yang disimpan oleh Ali as tersebut. Anda dapat membacanya dalam Tarikh Ya’qubi dan Mashabihul Anwar; dijelaskan lengkap dalam kitab-kitab tersebut, yang mana tidak ada beda kandungan antara Qur’an tersebut dengan Qur’an yang ada sekarang, hanya saja urutan surah nya yang berbeda.[2]

[1] Tafsir Thabari, jilid 4, halaman 285 dan 286.

[2] Tarikh Ya’qubi, jilid 2, halaman 135; Thabaqat Al Kubra, jilid 2, halaman 338; Al Istiy’ab, bagian ketiga, halaman 976; Mashabihul Anwar, jilid 1, halaman 125.