Antara menjalankan tugas dan hasilnya

Perhatian

Jika Anda mengcopy tulisan yang ada di Hauzah Maya, mohon cantumkan sumbernya atau link yang mengarahkan kembali ke situs ini.

Dalam agama ini kita diajarkan untuk hanya berkonsentrasi pada penjalanan tugas, bukan merenung dan memikirkan hasil-hasil yang bakal didapati. Manusia memiliki tugas dan kewajiban,[1] dan itu pun seseuai dengan kadar kemampuannya.[2] Dalam keadaan ini, mungkin salah satu faktor yang memicu stres pada seseorang adalah tidak tergapainya tujuan dijalankannya tugas. Kebanyakan orang pun selalu gelisah saat menjalankan tugasnya, apakah ia akan meraih tujuannya ataukah tidak.

Namun Al Qur’an mengajarkan kita suatu cara agar kita tidak terjerat dalam masalah ini. Yaitu kita hanya perlu berkonsentrasi dalam penjalanan tugas, dan saat kita tidak berhasil meraih tujuan kita, kita tidak boleh kehilangan semangat atau bersedih, karena kita telah menjalankan tugas kita, berhasil atau tidak, kita serahkan kepada Tuhan. Oleh karena itu oran yang beriman selalu merasakan ketenangan di manapun mereka berada dan kapanpun juga, karena ia telah menajalankan kewajiban dan tugasnya tanpa perlu risau ia akan berhasil atau tidak.

[1] Ushul e Behdasht e Ravani, Sayid Abul Qasim Husaini, halaman 74.

[2] Al Baqarah, ayat 233.