Imam Ali as dan seorang janda

Perhatian

Jika Anda mengcopy tulisan yang ada di Hauzah Maya, mohon cantumkan sumbernya atau link yang mengarahkan kembali ke situs ini.

Imam Ali as sedang berjalan di salah satu gang Kufah. Ia melihat seorang janda berjalan kesusahan membawa barang-barang kebutuhan rumahnya. Imam meminta wanita itu agar bersedia dibantu olehnya. Imam membawakan barang-barang bawaannya dan berjalan di depan wanita janda.

Sembari berjalan, imam menanyakan keadaannya. Janda tersebut berkata, “Aku adalah seorang janda, yang harus membesarkan anak-anakku yang yatim. Suamiku meninggal dunia saat berperang di bawah perintah Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib.”

Sampai saat itu, wanita tersebut masih belum tahu bahwa lelaki yang sedang berbicara dengannya adalah Imam Ali as.

Setibanya di rumah wanita janda, Imam Ali as meminta izin pamit lalu pergi.

Tak lama kemudian, sang Imam kembali ke rumah wanita itu dengan membawa sekeranjang makanan dan buah-buahan.

Beliau mengetuk pintu. Janda berkata dari dalam rumah, “Siapa itu?”

Imam berkata, “Aku lelaki yang membantumu membawakan barang-barangmu tadi. Kini aku membawakan makanan untukmu dan anak-anakmu.”

Janda berkata, “Subhanallah, akhirnya ada yang memperhatikan kami setelah semua orang meluapakan kami di kota ini.
Pintu dibukakan untuk Imam Ali as. Beliau masuk, dan makan bersama anak-anak yatim di rumah itu. Mereka pun tertawa senang.”

Seorang tetangga mendengar tertawa mereka dari luar, lalu mengintip dari balik pagar rumah. Ia terkejut dan berkata kepada wanita janda, “Celaka kamu, ia adalah Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as.”

Wanita janda seketika itu juga malu dan berkata, “Maafkan aku wahai Amirul Mukminin. Betapa malunya aku.”

Imam berkata, “Betapa malunya aku terhadap anak-anak yatim ini.”

Sang wanita janda berdoa, “Maha suci Engkau yang telah menjadikan seseorang sebagai khalifah di kota ini yang mana tak sekalipun fakir dan miskin bisa dizalimi di hadapannya.”